Terpilihnya Gibran sebagai Cawapres Prabowo Subianto memang menuai pro kontra. Tak sedikit publik figur yang bahkan bersuara, salah satunya Ernest Prakasa.
Sejak beberapa hari sebelum Prabowo Subianto menyatakan Gibran secara resmi sebagai Cawapresnya, Ernest bahkan sudah membuat postingan sindiran.
"Menurut gue sih, Gibran ada sisi problematiknya juga. Sentimen publik agak bergeser setelah kasus Mahkamah Keluarga (plesetan Mahkamah Konstitusi)," tulis Ernest Prakasa.
Alhasil, setelah hal itu benar-benar terjadi, Ernest lagi-lagi meluahkan unek-uneknya. Ia seolah menyentil mengenai politik dinasti dalam majunya Gibran sebagai calon wakil presiden.
"Sulit memang untuk tidak terusik melihat presiden dibantu iparnya meloloskan anaknya ke gelanggang. Mau cuek, tapi kok susah," bebernya.
Hal yang kemudian menarik perhatian adalah cuitan Ernest tersebut seakan didukung oleh Alissa Wahid yang merupakan anak Presiden ke-4 RI, Gus Dur.
Ia menyatakan bahwa Ernest Prakasa sebagai komedian menjadi pihak-pihak yang analisa dan pemikirannya dikenal kritis. Oleh karena itu, jika orang-orang seperti Ernest sudah bersuara, maka pastilah ada sebuah keresahan besar yang memang terjadi.
"Kalau kalian tidak resah, saya bakal sangat resah. Soalnya selama ini saya menganggap sebagian besar stand up comedy adalah orang-orang yang intelegensianya di atas rata-rata, mampu membaca yang tersirat dan mampu merespon dengan kritis," ungkap Alissa Wahid.
Di sisi lain, Gibran justru tampak santai menghadapi pro kontra soal dirinya. Ia membebaskan publik untuk memberikan penilaiannya sendiri mengenai kondisi yang terjadi saat ini.