Umay Shahab kini dikenal sebagai sutradara muda yang handal. Ia bahkan sudah membangun rumah produksinya sendiri bernama Sinemaku Pictures bersama sahabatnya, Prilly Latuconsina.
Sebelum jadi sutradara, Umay Shahab dikenal sebagai penyanyi hingga aktor. Tak banyak yang tahu bahwa keputusannya untuk pindah karier menjadi sutradara disebabkan karena alasan pilu.
Umay Shahab mengungkap bahwa orang-orang umumnya hanya melihat tampan saat berkarier di dunia entertainment.
"Audiens kita itu nggak bisa dibohongin juga masih berdasarkan looknya (penampilan). Dan sebenarnya dimana pun sih, ini bukan cuma di Indonesia aja. Di luar negeri pun selalu aktor yang terkenal, kayak Brad Pitt ya yang ganteng-ganteng lah," ungkapnya dalam podcast bersama Praz Teguh.
Ia pun mengaku sadar bahwa visualnya tidak seganteng itu. Hal tersebutlah yang akhirnya membuat Umay tertarik bekerja di belakang layar dengan menjadi seorang sutradara.
"Dan saya sadar saya tidak segitunya, jadi saya harus belajar di hal lain. Jadi menurut gue itu pentingnya untuk beradaptasi dan mau belajar di hal lain,” tuturnya.
Meski pengalamannya masih minim, kemampuan Umay Shahab tak bisa diragukan. Terbukti, dua film pertama yang digarapnya bertajuk Kukira Kau Rumah dan Ketika Berhenti di Sini sukses mencapai jutaan penonton.