Array

Tips Hindari Jebakan Utang

Esti Utami Suara.Com
Jum'at, 11 April 2014 | 13:05 WIB
Tips Hindari Jebakan Utang
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Anda sudah bertahun-tahun bekerja, soal gaji sebenarnya sudah cukup lumayan. Tetapi setiap akhir bulan selalu saja tak ada uang tersisa di rekening. Atau malah tagihan kartu kredit terus saja bertambah.

Hal ini banyak dialami para pekerja. Dan banyak sudah buku yang membahas cara cerdas mengelola keuangan, tapi tetap saja banyak orang yang kebobolan uangnya. Jadi tak ada salahnya jika kita kembali membahas masalah ini.

Satu hal yang terpenting untuk mengatasi masalah keuangan Anda adalah kontrol diri. Pengelolaan keuangan adalah tanggung jawab Anda sendiri, bukan tanggung jawab orang lain. Dan setelah itu, ada tiga mantra penting untuk urusan ini. Pertama, jika tak ada pemasukan belanjakan uang Anda hanya untuk kebutuhan. Kedua, jika ada pemasukan simpan sebagian untuk kondisi darurat, dan ketiga atur poin satu dan dua agar keuangan Anda tetap sehat.

Mantra ini tak akan terlaksana tanpa kontrol diri. Anda harus memiliki sistem untuk mengatur keuangan Anda. Sistem itu bisa sangat sederhana, yakni tidak membelanjakan uang untuk makanan instan atau mencatat semua pengeluaran hingga sekecil-kecilnya.

Apapun sistem itu, Anda perlu memilikinya untuk mengontrol diri Anda. Kesadaran adalah langkah awal untuk mengontrol diri. Karena, bagaimana bisa mengontrol diri jika kita tak tahu kemana kita membelanjakan uang kita.

Ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni berbelanja dengan kartu kredit dan membayarnya lunas setiap dua minggu sekali. Lagi-lagi kontrol diri dan disiplin menjadi kunci keberhasilan sistem ini. Membayar tagihan kartu kredit setiap dua minggu, adalah cara mudah untuk mengelola uang Anda. Untuk seorang ahli keuangan ini akan berjalan efektif. Tapi jika Anda tidak disiplin, bisa-bisa malah justru terjebak dalam kartu kredit dengan beban bunga yang tinggi itu.

Yang perlu Anda lakukan adalah memisahkan  apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan. Yang dibutuhkan adalah kebutuhan bulanan seperti membayar sewa kamar, rekening listrik, tagihan air, transportasi, asuransi dan kebutuhan harian lainnya. Sedangkan masuk dalam daftar keinginan adalah membeli baju baru, nonton konser, nonton film, hang out, gadget terbaru, televisi dan barang-barang sejenisnya. Barang-barang ini memang membuat Anda senang, tetapi beli hanya ketika Anda memiliki gaji.

Isu besar di sini adalah Anda benar-benar mengelola keinginan dan kebutuhan, serta memastikan total belanja tidak pernah melampaui penghasilan Anda. Bahkan sebisa mungkin ada yang tersisa untuk ditabung.

Setiap kali ada uang tambahan, pastikan itu masuk ke tabungan Anda. Hindari keinginan belanja, setiap kali ada tambahan pendapatan. Jadikan ini sebagai cadangan untuk mengatasi jika terjadi situasi yang tak terduga. Hindari juga menyimpan banyak uang tunai di dompet. Karena dari pengalaman, uang di dalam dompet selalu seperti setan yang selalu membujuk Anda untuk berbelanja. (Sumber: askmen.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI