Begini Cara Orang Korea Utara Memadu Cinta

Esti Utami

Rabu, 23 April 2014 | 21:13 WIB
Begini Cara Orang Korea Utara Memadu Cinta
Tarian tradisional Korea Utara (Foto: shutterstock)

Suara.com - Saat membahas soal cinta, Pemerintah Korea Utara mencoba memonopoli dengan "cinta untuk kawan-kawan revolusioner". Tapi ternyata banyak orang Korea Selatan menolaknya. Pyongyang mungkin berhasil menyingkirkan hak warganya, tapi tak bisa mencegah mereka jatuh cinta.

Ketika perbatasan mulai sedikit terbuka dan budaya Barat mulai masuk, kaum muda Korea Utara tidak lagi terjebak pada norma ultra-konservatif dan mulai mengenal kencan. Pyongyang tentu tidak terlalu senang dengan kondisi ini. Tapi tentu bukan itu pertanyaannya, tetapi bagaimana orang Korea Utara menemukan pasangan?

Tergantung pada usia saat mulai mencarinya. Mereka yang masih duduk di bangku SMA biasanya akan bertemu secara sembunyi-sembunyi saat hari mulai gelap. Siswa SMA memang tidak diijinkan untuk bebas tinggal di tempat terbuka, jadi tak ada pilihan selain melihat satu sama lain secara tersembunyi di balik pohon-pohon atau di basemen blok apartemen saat hari mulai larut. Pesta ulang tahun juga menjadi kesempatan kaum muda Korut untuk saling bertemu.

Setelah lulus SMA, situasi menjadi sedikit bebas. Pada tahap ini , pasangan kekasih bisa lebih lama dan bisa lebih terbuka untuk bersama-sama. Taman dan bangku-bangku di lapangan Kim Il -sung menjadi pilihan mereka.

Mereka yang belum memiliki pasangan, akan memanfaatkan klub sosial yang diselenggarakan untuk umum dan generasi muda. Biasanya acara ini digelar pada hari libur. Pertemuan klub besar dan pesta dansa berlangsung di berbagai tempat, termasuk lapangan Kim Il -sung. Akan banyak remaja putra dan putri yang memanfaatkan momen ini.

Ketika seorang laki-laki melihat gadis yang ia sukai, ia akan meminta si gadis untuk berdansa bersama. Jika semua berjalan lancar dia tidak akan lupa untuk meminta nomor teleponnya atau tempat kerja. Jika si gadis juga menyukainya maka dia tak akan keberatan memberikan nomor teleponnya .

Namun, ada masalah besar yang dihadapi laki-laki Korea Utara yakni dinas militer yang bisa berlangsung hingga 10 tahun. Selama periode ini mereka hampir tidak memiliki kesempatan untuk bertemu perempuan. Jadi, setelah masa dinas militer ini budaya perkenalan muncul. Kadang, kerabat mengatur perkenalan untuk anak laki-laki mereka. Dan ketika seorang Korea Utara bertemu seseorang di kencan buta, mereka harus menganggapnya serius. Jadi setelah dinas militer, banyak laki-laki Korut yang menikahi perempuan lebih tua yang dijodohkan dengannya.

Tapi mengamati realitas masyarakat Korea Utara, orang-orang bercerita tentang kehidupan sehari-hari seperti di seluruh dunia. Mereka jatuh cinta, menikah, memiliki anak, tetap menghormati orang tua dan menjadi bagian dari sebuah masyarakat.

Jendela untuk melihat Korea Utara memang sangat kecil dan terbatas. Tapi gaya hidup warganya tidak jauh berbeda, kecuali mereka tidak merasakan kebebasan. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bocah "Imut" Ini Sekarang Jadi Diktator Besar

Bocah "Imut" Ini Sekarang Jadi Diktator Besar

News | Rabu, 23 April 2014 | 13:45 WIB

Konser Kim Jong Un Tampilkan Foto Imut Sang Pemimpin

Konser Kim Jong Un Tampilkan Foto Imut Sang Pemimpin

Video | Rabu, 23 April 2014 | 13:21 WIB

 Kim Jong Un Kirim Stafnya ke Prancis untuk Belajar Bikin Keju

Kim Jong Un Kirim Stafnya ke Prancis untuk Belajar Bikin Keju

News | Selasa, 22 April 2014 | 13:06 WIB

Terkini

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

×