Studi: Hubungan Bisa Langgeng Bila Salah Satunya Dominan

Ririn Indriani Suara.Com
Selasa, 10 Februari 2015 | 08:47 WIB
Studi: Hubungan Bisa Langgeng Bila Salah Satunya Dominan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Memiliki hubungan yang harmonis dan langgeng adalah dambaan setiap orang. Namun, sayangnya tak mudah untuk mewujudkannya karena terbentur dengan berbagai masalah. Mulai dari tidak adanya rasa saling pengertian, menghargai dan masih banyak lagi.

Jadi, sebenarnya apa yang menjadi kunci utama untuk menjaga kelanggengan sebuah hubungan? Sebuah studi terkini menunjukkan hubungan yang langgeng adalah hubungan yang salah satu pihak lebih dominan dan memiliki lebih banyak anak.

Para peneliti mengatakan bahwa pasangan yang salah satunya berkepribadian dominan dan satunya bersikap penurut dinilai akan membantu mempercepat meredakan pertengkaran sekaligus mempermudah kerja sama.

Kesimpulan ini didapat setelah peneliti dari Charles University di Praha melakukan studi berjudul Mengapa Sebagian Perempuan Lebih Suka Lelaki Penurut. Dalam studi tersebut mereka melibatkan sekitar 240 lelaki dan perempuan.

Para responden ditanya mengenai tipe sosok idaman mereka. Misalnya, apakah mereka lebih suka berpasangan dengan orang yang “membimbing dan melindungi” atau lebih suka bersama orang yang tipenya “mengagumi serta melayani”.

Responden juga ditanyakan mengenai gaya hubungan ayah-ibunya. Apakah setara atau salah satu orangtuanya berkarakter penurut. Juga ditanyakan jumlah saudara kandungnya.

Hasil menunjukkan, lebih banyak keluarga yang orangtuanya terdiri dari satu dominan dan satu penurut. Jumlah orangtua yang sifat hubungannya mengutamakan kesetaraan tergolong jarang.

Studi tersebut juga menemukan hubungan dengan perempuan yang dominan mencapai 24,2 persen. Tak hanya itu, peneliti juga mendapati pasangan yang salah satunya bersikap dominan memiliki lebih banyak anak.

"Terlalu sering orang mengatakan, hubungan yang salah satunya bersikap dominan atau salah satu bersikap penurut tidak baik untuk kelanggengan. Tapi, temuan kami menunjukkan kebalikannya, kesetaraan tidak selalu mengarah kelanggengan hubungan,” tulis para peneliti.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pasangan yang kedua pihaknya memiliki sikap keras dan kepribadian yang keras cenderung menghasilkan jumlah anak yang sedikit. (Daily Mail)




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI