"Tangis" Teater Gandrik, Kritik Cerdas tentang Kondisi Bangsa

Esti Utami

Kamis, 12 Februari 2015 | 13:36 WIB
"Tangis" Teater Gandrik,  Kritik Cerdas tentang Kondisi Bangsa
Pentas teater

Semangat guyon pari keno, mengkritik dengan guyonan yang mencerdaskan, yang menjadi ciri khas Teater Gandrik, masih kuat terasa dalam pementasan teater bertajuk "Tangis" di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (11/2/2015).

Naskah "Tangis" ini meramu dua naskah "Tangis" dan "Juragan Abiyoso", karya alm. Heru Kesawa Murti akhir tahun 1980-an. Peristiwa mutahir yang terjadi di Republik ini dijadikan sebagai aksen tambahan.

Tapi dari sisi artistik, kali ini Teater Gandrik menghadirkan pilihan baru. Tangis yang mulanya diinisiasi sebagai pertunjukan dramatic reading, seperti menemukan jalannya sendiri sebagai teater rakyat yang interaktif.

Tak sekedar menuntut tepuk tangan dan celetukan penonton yang tersentil tema pertunjukan, penonton juga 'dipaksa' terlibat di dalam masalahnya, yang di belahan lain bumi, disebut sebagai “Teater Penyadaran”. Bentuk ini  dipopulerkan oleh Augusto Boal.

Tentu saja Gandrik tidak bepretensi mengadopsi Boal, namun semata-mata menyusuri perilaku kreatif. Dan Teater Gandrik bersyukur jika para penonton dan penikmat seni, yang adalah bagian penting dari seni pertunjukan Indonesia, menjadi saksi pencarian organik ini.

“Sudah sejak lama air mata menjadi senjata berbagai rupa, mulai dari trik mendapatkan iba, hingga pintu masuk mendapatkan jabatan. Di dunia politik republik ini, tangis tak jarang diumbar ke publik, dihadapkan ke kamera infotainment, dan bahkan wartawan politik sekalipun bentuk tanggungjawab (palsu) kepada konstituen yang diwakilinya. Moral seperti ini bagaikan virus yang mudah menular karena hasilnya sungguh ciamik. Lumayan, usahanya ringan, dan untungnya banyak,” ujar Butet Kartaredjasa.

Pentas teater "Tangis" oleh Teater Gandrik. (Dok. Galeri Indonesia Kaya)

Pementasan ini berkisah tentang Sumir, atau tepatnya hantu Sumir, yang menghantui setiap denyut perusahaan Batik Abiyoso. Konon, ia yang bukan siapa-siapa, tiba-tiba meroket kariernya. Namun lenyap seketika sejak memimpin demo buruh batik. Tak ada yang tahu kemana perginya, atau barangkali sengaja dihilangkan.

Sementara itu, perusahan Batik Abiyoso semakin terpuruk karena para pemesan banyak yang mengemplang. Mereka para pemesan itu, tak lain adalah kaki-tangan partai dan perpanjangan tangan para koruptor korupsi di pemerintahan.

Batik-batik pesanan urung dibayar, padahal hutang di bank telah menumpuk untuk membiayai proses produksi. Praktek ini terus berulang dan perusahaan Batik Abiyoso tak kunjung kapok. Namun, memang begitulah rantai korupsi, sambung-menyambung sulit diputus, dilakukan secara terstruktur-masif-terencana.

Hingga kemudian terjadi tragedi besar. Pak Muspro, sahabat Juragan Abiyoso, kepala pemasaran Batik Abiyoso ditemukan gantung diri. Perusahaan batikpun goyah, cerita-cerita lalu dan rahasia perusahaan yang lama terpendam bermunculan.
Kematian Pak Muspro menggelar dengan gamblang rapuhnya perusahaan batik dan kejelekan Juragan Abiyoso. Mental para buruh jatuh dan mengutil di setiap kesempatan, mandor Siwuh menjadi penjilat yang piawai, dan keuangan perusahaan amburadul tidak karuan. Pangajap, anak Juragan Abiyoso, yang hobinya kelayaban dan bersenang-senang tidak peduli dengan apa yang terjadi.

Dia hanya tahu bahwa dia berhak atas jabatan yang ditinggalkan Pak Muspro. Drama ‘Tangis’ pun dimulai, demi mendapatkan jabatan, Pangajab membuat persekongkolan untuk memperburuk kinerja perusahaan yang dipegang oleh Prasojo, anak almarhum Pak Muspro. Ia membuang harga dirinya dengan berlatih menangis, menjadikan tangis sebagai senjata ampuh menyentuh hati ayahnya. Dibantu Siwuh, Pangajab melaksanakan seluruh rencananya itu. Namun sebelum semua hal terwujud, Juragan Abiyoso meninggal dalam kekecewaan dan ketakutan masa lalu. Sedangkan Ibu Abiyoso menjadi gila dan Pangajab masuk penjara karena membunuh teman persengkokolannya.

Perusahaan batik ambruk, dan yang tersisa hanyalah tangis. Dan Sumir, atau hantu Sumir, muncul kembali dalam tangis, sebab ia baru menyadari bahwa Pak Dulang, ayah angkatnya, telah menanamkan benih dendam pada Juragan Abiyoso sejak Sumir masih bayi.

“Tangis telah kami persiapkan selama kurang lebih enam bulan. Merupakan penggabungan dua naskah karya alm. Heru Kesawa Murti yang ditampilkan secara lebih modern dengan menghubungkan peristiwa yang terjadi di tanah air kita ini, namun tetap dikemas dalam guyonan budaya Jawa yang kental dan menghibur," ujar Djaduk Ferianto, yang menangani musik.

Tangis dipentaskan di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 11-12 Februari 2015 pukul 20.00-22.30 WIB dan pementasan kedua akan diadakan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta pada tanggal 20 – 21 Februari 2015 pukul 20.00-22.30 WIB. Dengan harga tiket platinum Rp500 ribu, gold Rp300 ribu, wing Rp200 ribu dan balkon Rp100 ribu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lokasi Digembok, Pentas Teater 'Wawancara dengan Mulyono' di ISBI Bandung Batal Digelar, Rektor Bilang Begini

Lokasi Digembok, Pentas Teater 'Wawancara dengan Mulyono' di ISBI Bandung Batal Digelar, Rektor Bilang Begini

News | Senin, 17 Februari 2025 | 16:11 WIB

Butet Kartaredjasa Buka Suara Soal Dugaan Intimidasi Polisi Saat Pentas Teater di TIM

Butet Kartaredjasa Buka Suara Soal Dugaan Intimidasi Polisi Saat Pentas Teater di TIM

News | Selasa, 05 Desember 2023 | 16:46 WIB

Tampil di Pertunjukan Seni Musik dan Tari "Suara Harmoni Kalimantan", Oppie Andaresta Ungkap Perasaannya

Tampil di Pertunjukan Seni Musik dan Tari "Suara Harmoni Kalimantan", Oppie Andaresta Ungkap Perasaannya

Lifestyle | Minggu, 24 September 2023 | 07:05 WIB

Rayakan Keberagaman Melalui Pementasan Cerita Indonesia Bareng Sivia dan Wishnu Dewanta

Rayakan Keberagaman Melalui Pementasan Cerita Indonesia Bareng Sivia dan Wishnu Dewanta

Lifestyle | Minggu, 06 Agustus 2023 | 07:40 WIB

Gandeng Ary Kirana, Pertunjukan "Kuntilanak Mangga Dua" Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih Sukses Hibur Penikmat Seni

Gandeng Ary Kirana, Pertunjukan "Kuntilanak Mangga Dua" Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih Sukses Hibur Penikmat Seni

Lifestyle | Minggu, 04 Juni 2023 | 08:45 WIB

Hadir dengan Wajah Baru, Galeri Indonesia Kaya Suguhkan Lagi Panggung Budaya untuk Penikmat Seni

Hadir dengan Wajah Baru, Galeri Indonesia Kaya Suguhkan Lagi Panggung Budaya untuk Penikmat Seni

Lifestyle | Minggu, 14 Mei 2023 | 09:00 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×