Inilah Daya Tarik Khusus dari Danau Toba

Adhitya Himawan | Dian Rosmala
Inilah Daya Tarik Khusus dari Danau Toba
Danau Toba di Sumatera Utara (Shutterstock).

Sejarah ledakan Danau Toba akan menarik perhatian wisatawan asing untuk mengunjungi danau tersebut.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menjadikan danau Toba di Sumatera Utara menjadi salah satu dari sepuluh destinasi wisata Indonesia prioritas.

"Kita pilih 10 tujuan wisata utama diluar Bali yg akan kita kembangkan, pertama Danau Toba karena danaunya memang indah," kata Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, usai mengikuti acara Fun Walk For Wonderful Toba, di area Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2016).

Kata Rizal, meskipun kini danau Toba terlihat kotor, akan tetapi optimisme masyarakat untuk menjadikan Danau Toba sebagai ikon wisata sangat tinggi. Selain itu, kata Rizal, Danau Toba memiliki sejarah yang bisa dijadikan magnet untuk menarik wisatawan.

"Walaupun sekarang kotor, banyak keramba, pemandangan luar biasa, masyarakat optimis dan dinamis. Tapi itu saja tidak cukup, harus ada magnet story nya, harus ada magnet nya. Apa itu? Ternyata 70 ribu tahun lalu terjadi ledakan yang sangat besar sekali dari Danau Toba," jelas Rizal.

Ledakan tersebut, kata Rizal, lebih dahsyat daripada ledakan gunung Krakatau dan gunung Pampe. Ledakan yang terjadi di danau Toba, kata Rizal, telah membuat dunia gelap gulita hingga berbulan-bulan dan membunuh sepertiga manusia dan binatang pada saat itu.

"Ledakan ini lebih besar dari gunung krakatau, lebih besar dari gunung Pompei di Italia. Seluruh dunia gelap gulita berbulan-bulan, sepertiga manusia dan  binatang menghilang akibat gelap, suhu berubah, terjadi climate change, itu sudah terjadi di Danau Toba," kata Rizal.

Rizal menambahkan, dulu benua tersambung menjadi satu kesatuan, akan tetapi setelah adanya peristiwa ledakan Danau Toba, es yang menghubungkan benua satu dengan benua lain mencair, dan dunia terpisah seperti sekarang ini.

"Benua tadinya disambung es sehigga satu kesatuan, tapi karena perubahan cuaca, es nya mencair, dunia terpisah seperti sekarang," kata Rizal.

"Tadinya banyak binatang besar seperti dinosaurus, hypo, yang biasa di daerah dingin es. Begitu berubah jadi panas, mengecil, tinggal hanya komodo," Rizal menambahkan.

Menurut Rizal, sejarah ledakan Danau Toba akan  menarik perhatian wisatawan asing untuk mengunjungi danau tersebut.

"Ini adalah bagian besar sejarah dunia, ini yang akan kita berikan kepada dunia, kalau itu terjadi, orang akan datang karena ingin tahu," kata Rizal.

Katanya, danau Toba akan direkayasa sedemikian rupa, sehingga wisatawan seolah merasakan sedang berada di Danau Toba yang ada dalam sejarah.

"Nanti akan kita buat teater I Max. Wisatawan akan merasakan nyata seolah ada es, bau, abu, dan lain-lain. Ini yang akan menarik orang datang ke Toba," tutup Rizal.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS