Nasi Goreng dan Rendang Laris Manis di Perth

Ririn Indriani

Senin, 03 Oktober 2016 | 16:35 WIB
Nasi Goreng dan Rendang Laris Manis di Perth
Ilustrasi rendang. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan Indonesia terasa pas di lidah. Tak terkecuali bagi Warga Negara Australia di Perth, Australia.

Hal ini bisa dirasakan saat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Indonesia Culinary and Promotion Wonderful Indonesia, di Avocado Cafe Kelmscott City of Armadale, Perth.

”Rasanya sangat tepat melakukan promosi dengan memperkenalkan masakan Indonesia di Armadale, Perth. Populasi masyarakat kami semakin banyak dan bertambah. Masakan Indonesia begitu nikmat dan rasanya kuat dan berbeda,” ujar Mayor of Armadale, Mayor Henry Zelones sambil menikmati nasi tumpeng khas Indonesia, usai acara pembukaan, Perth, Minggu (2/10/2016).

Kafe yang ramai dikunjungi warga sekitar itu mendadak menjadi kafe Indonesia. Tempat makan warga Australia tersebut penuh dengan hiasan Wonderful Indonesia dan beratap bendera Merah Putih.

Di pintu masuk, keindahan Pulau Komodo, Candi Borobudur, dan informasi bebas visa kepada warga Australia, termasuk 169 negara lainnya sudah menyapa. Menpar memang sangat peduli untuk berpromosi bebas visa kunjungan warga Australia ke Indonesia.

Hadir dalam acara pembukaan, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar, I Gde Pitana, dan Kepala Bidang Festival Asdep Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik, Adela Raung, serta ratusan pengunjung.

Rencana sebelumnya, kegiatan kuliner itu sedianya akan digelar di Araluen Botanic Park, Perth. Namun gagal terlaksana, karena kondisi alam dan cuaca buruk.

Panitia pelaksana lokal, Ratna Hartoyo, mengatakan, angin kencang dan hujan yang deras di Perth dalam beberapa hari terakhir, membuat pemerintah setempat dan pengelola Araluen Botanic Park menutup taman. Banyaknya pohon tumbang dinilai bisa membahayakan keselamatan pengunjung.

Pitana mengatakan, berpromosi dengan mengedepankan masakan atau kuliner Indonesia merupakan cara efektif untuk pariwisata Indonesia. “Kuliner merupakan kultur diplomasi bangsa kita, cara yang sangat tepat,” ujarnya.

Laki-laki asli Bali itu menambahkan, masakan Indonesia tak hanya sekadar nikmat, tapi memiliki nilai sejarah, teori, dan filosofi.

Menurutnya, setiap negara mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negaranya, untuk memperkenalkan negaranya, meningkatkan country image negaranyanya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara.

Sejauh ini, menurut Pitana, ada tiga makanan khas Indonesia yang sudah menjadi country image di mata international, yaitu nasi goreng, rendang, dan soto.

”Kita lihat nanti, mana dari tiga makanan khas kita itu yang paling menonjol. Semakin banyak unggulan, semakin banyak pintu masuk ke negara kita. Semakin banyak makanan yang dikenal oleh wisatawan, country image ke negara kita semakin baik. Kita berharap bisa memperkenalan Indonesia melalui kuliner,” kata laki-laki murah senyum tersebut.

Warga Australia Juga Disuguhi Kambing Guling dan Gudeg Yogya
Selama ini, nasi goreng, soto ayam, dan rendang selalu menjadi idola para wisatawan. Selain ketiga menu tersebut, tersedia juga kambing guling, nasi liwet, gudeg Yogya, soto Ambengan, risoles, tahu isi, nasi kuning, cendol, kue ku, kue Bugis, ketupat, dan lain-lain.

Kegiatan kuliner di Perth merupakan bagian dari perjuangan mendatangkan wisatawan. Kemenpar berjuang menggoda selera penduduk kota yang ditinggali lebih dari 1,5 juta orang itu dengan kuliner khas Indonesia.

Apa yang dilakukan Kemenpar merupakan usaha untuk menjaga kecintaan dan kerinduan Australia terhadap Indonesia, yang memiliki kebiasaan makan bersama.

”Dengan mencintai kuliner kita, mereka akan terus lebih sering ke Indonesia,” ujar Pitana, yang pernah menimba ilmu di Australia selama 6 tahun tersebut.

Australia dinilai seksi bagi Indonesia. Negara tersebut menjadikan Bali sebagai the second home.

Bagi mereka, Indonesia merupakan negara yang paling mudah dikunjungi, karena dengan biaya yang tidak mahal, mereka mendapatkan tujuan destinasi yang indah.

Selama tiga bulan berturut-turut, April-Mei-Juni 2016, jumlah turis Australia yang datang ke Indonesia merupakan yang terbanyak jika dibandingkan dari negara-negara lain.

Australia Bureau of Statistics (ABS) menyebut, pada Mei 2016, jumlah warga Australia yang datang ke Indonesia mencapai 108,5 ribu orang, naik 16,4 persen dari capaian 2015, yang tercatat 92,8 ribu orang. Jumlah ini juga naik 1,3 persen dari bulan sebelumnya, April 2016, yang tercatat 106,6 ribu orang.

Angka itu mengalahkan jumlah turis Australia ke New Zealand, yang dari waktu ke waktu selalu selalu menjadi menempati puncak tangga. Pada Mei 2016, wisatawan Australia ke Selandia Baru  tercatat 104,6 ribu orang, April juga kalah, dengan capaian 99,4 ribu orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jateng Makin Mantap dengan "Go Digital"

Jateng Makin Mantap dengan "Go Digital"

Tekno | Senin, 03 Oktober 2016 | 14:40 WIB

Batik Indonesia Tebar Pesona di Australia

Batik Indonesia Tebar Pesona di Australia

Lifestyle | Senin, 03 Oktober 2016 | 13:58 WIB

Indonesia Ajukan Rinjani Jadi Geopark

Indonesia Ajukan Rinjani Jadi Geopark

Lifestyle | Minggu, 02 Oktober 2016 | 17:12 WIB

Terkini

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

×