Menpar Tabuh Genderang 'Perang'

Madinah

Jum'at, 07 Oktober 2016 | 14:50 WIB
Menpar Tabuh Genderang 'Perang'
Menpar Arief Yahya. [Dok. Kemenpar]

Kita tak boleh menilai diri kita menurut ukuran kita sendiri. Kita harus memakai ukuran yang umum dipakai di seluruh dunia. Dalam industri pariwisata, contohnya adalah Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) dari World Economic Forum (WEF).

Dengan melihat posisi kita di TTCI, kita akan tahu di mana kita lemah dan di mana kita kuat. WEF menerbitkan TTCI dua tahun sekali.

Pada 2013, Indonesia pada posisi papan tengah, yaitu ranking 70 dari 140 negara. Hasil kerja keras kita pada 2014 dan 2015, ranking Indonesia melejit 20 peringkat menjadi ranking 50 atau berada pada posisi papan atas.

Kedua, kenali musuhmu, kenali dirimu, maka kamu akan memenangkan peperangan.

Setelah tahu posisi kita di TTCI, selanjutnya kita harus mengenali musuh. Kita harus lihat musuh terdekat kita, Malaysia atau Thailand di posisi berapa?

Data 2015, misalnya, kita hanya di posisi 50, sementara Thailand di posisi 35 dan Malaysia di posisi 25. Lalu harus kita lihat juga aspek-aspek mana saja mereka kuat dan lemah.

Tiga kekuatan utama Malaysia atau Top-3 Malaysia adalah Price Competitiveness (6), Business Environment (10) dan Air Transport Infratructure (21). Sedangkan 3 kelemahan Malaysia atau Bottom-3 Malaysia adalah Enviroment Sustainability (119), Health and Hygiene (73) dan Tourist Service Infrastructure(68).

Top-3 Indonesia adalah Price Competitiveness (3), Prioritatization of Travel and Tourism (15), Natural Resources (19), serta Bottom-3-nya adalah Enviroment Sustainability (134), Tourist Service Infrastructure (101), dan Health and Hygiene (109).

Untuk Top 3 Indonesia, bila kita menggunakan Taktik Marketing Mix 4P (Product, Price, Promotion, Place), maka dapat disimpulkan bahwa kita mempunyai Product yang bagus (natural and cultural resources kita bagus) dan kita mempunyai Price yang sangat bagus.

Namun dengan Product dan Price yang bagus, namun performansi pariwisata Indonesia sangat buruk dibandingkan dengan negara lain, berarti ada sesuatu yang lemah, yaitu di Promotion dan Place.

Untuk Promotion, kita sudah benahi besar-besaran dan menjadikan branding Wonderful Indonesia meloncat 100 peringkat, yaitu menjadi ranking 47, mengalahkan branding Amazing Thailand pada ranking 83 dan Malaysia Truly Asia pada ranking 96.

Tugas kita adalah memperbaiki Place, yaitu customer interfacing unit kita, antara lain kemudahan mendapatkan visa, pelayanan imigrasi, dan bandara yang ramah wisatawan. Untuk Bottom-3 Indonesia, kita harus melakukan perbaikan besar-besaran, misalnya untuk pilar Environmental Sustainability, kita harus mengimplementasikan konsep Sustainable Tourism Development yang diterbitkan oleh UNWTO. Kita telah melakukannya dan UNWTO telah memberikan pengakuan Sustainable Tourism Observatory (STO).

Untuk diketahui, Indonesia adalah negara kedua di dunia, setelah Cina, yang mendapatkan pengakuan tersebut.

Ketiga, kenali pelangganmu, kenali dirimu, maka kamu akan memenangkan peperangan.

Setelah mengenali dunia dan musuh kita, kita harus mengenali pelanggan kita. Kita harus tahu profil mereka secara demografis, psikografis, dan perilakunya.

Kita harus tahu preferensi mereka saat berwisata, misalnya ke Manado atau Bali. Dan jangan lupa, kita juga harus tahu apa yang dikerjakan oleh pesaing terhadap mereka.

Situasi dunia, pesaing, dan pelanggan tersebut wajib kita ketahui secara mendalam, karena itulah medan perang kita. Nah, War Room harus bisa menjawab tiga hal tersebut.

Originasi, Destinasi, Time

Saya selalu mengatakan ke Staf Khusus Bidang Teknologi Informasi, Pak Samsriyono, War Room harus bisa menerjemahkan strategi pemasaran di Kemenpar, yaitu DOT (Destination, Origination, Time).

Urutan yang tepat seharusnya ODT, pertama-tama meninjau Origination atau pelanggan, kemudian melihat produk atau Destination yang kita miliki, lalu kapan mereka melakukan liburan atau Time. Namun agar mudah kita baca dan kita ingat, kemudian saya ganti menjadi DOT.

Strategic Marketing mencakup tiga hal, yaitu customer management, product management, dan brand management. Untuk orang, pariwisata saya ubah sedikit.

Customer management menyangkut Origination, yaitu para wisatawan yang berasal dari target pasar yang kita bidik. Product management, dalam bidang pariwisata adalah Destination atau objek-objek yang akan dikunjungi wisatawan. Kemudian brand management adalah upaya kita untuk memperkuat ekuitas merek (brand equity), misalnya dengan kampanye Wonderful Indonesia. 

Kita sering mendengar strategi marketing diringkas menjadi PDB (Positioning, Differentiation, Brand). Elemen pertama adalah strategi yang unsur lengkapnya ada tiga, yaitu Segmentation, Targeting, Positioning (STP).

Kita hanya ambil unsur Positioning-nya saja. Lalu elemen kedua adalah taktik, yang unsur lengkapnya ada tiga, yaitu Differentiation, Marketing Mix, Selling (DMS).

Di sini juga diambil unsur Differentiation-nya saja. Lalu elemen ketiga adalah nilai yang unsur lengkapnya ada tiga, yaitu Branding, Process, Service (BPS). 

Nah, untuk yang ketiga ini, elemen yang saya ambil adalah Process-nya. Mengapa? Process adalah waktu (Time).

Ingat, bahwa pariwisata sangat sensitif terhadap waktu, sifatnya seasonal. Pariwisata menyangkut langsung pada orang. Ia menyangkut pergerakan orang, yang ada low dan peak seasons-nya.

Ini sangat mirip dengan industri telekomunikasi yang menyangkut pergerakan signal. Industri telekomunikasi juga sensitif terhadap waktu, karena yang jalan di jaringan adalah signal. Dalam industri telekomunikasi juga dikenal istilah peak hours dan off peak hours.

Hal yang sama juga terjadi dalam industri pariwisata, karena yang jalan adalah orang, maka ia sensitif terhadap waktu. Peak seasons-nya sangat variatif, tergantung waktu libur. Ini yang saya sebut Time di dalam konsep DOT.

Merencanakan Kemenangan

Nah, bagaimana konsep DOT kita jalankan di War Room? Nantinya kita harus punya apa yang disebut Country Manager, yaitu para strategists yang tahu betul kondisi pasar di berbagai negara yang menjadi target kita.

Ketika Country Manager Cina tiba-tiba saya tanya mengenai kondisi pasar Cina detik ini juga, maka dengan melihat informasi intelijen di War Room, dia akan bisa langsung menjawab.

Di layar War Room, ia akan langsung tahu originasi wisatawan Cina dari mana saja, apakah Cina Selatan, Tengah, Utara, dan jumlahnya berapa.

Ia juga akan tahu, wisatawan Cina berwisata ke mana saja dan mengapa bisa ke situ. Misalnya, di Cina tiap tahun ada 120 juta wisatawan dan 10 jutanya pergi ke Thailand. Si Country Manager harus tahu mengapa? Apakah karena faktor airlines-nya, karena promosinya yang gencar, atau karena faktor keamanan.

Lalu ia juga harus tahu, kalau wisatawan Cina ke Thailand, yang paling mereka suka apanya, apakah pantainya, kulinernya, atau shopping-nya. Ini yang saya sebut, kenali pelangganmu, sekaligus kenali musuhmu.

Dalam konsep DOT, ini baru yang pertama, yaitu Origination.

Lalu bagaimana dengan Destination? Prinsipnya sama. Kalau kita sudah mengetahui profil wisatawan Cina seperti apa, maka upaya promosi yang kita lakukan di destinasi-destinasi yang kita punya haruslah diarahkan ke sana.

Kalau misalnya wisatawan Cina suka wisata pantai dan bawah laut, maka mungkin mereka kita arahkan ke Manado atau Raja Ampat. Karena itu, kita harus susun program-program untuk menggaet mereka di dua destinasi ini.

Kita harus gencar mengomunikasikan diferensiasi pengalaman bawah laut di Manado dan Raja Ampat kepada mereka. Ini yang saya sebut, kenali pelangganmu, lalu kenali dirimu.

Lalu Time. Kalau Origination kita bicara pelanggan, Destination kita bicara produk dan program, maka di Time kita bicara pola libur wisatawan dan bagaimana kita menyusun strategi di waktu-waktu libur tersebut.

Sekali lagi saya ambil contoh Cina. Libur warga Cina 5 kali setahun. Pertama, Februari ada Imlek; kedua, Mei ada hari buruh; ketiga, Juli-Agustus liburan sekolah; keempat, Oktober hari besar orang Cina; dan kelima, Desembar ada Natal dan Tahun Baru.

Semua informasi hari libur berbagai negara ini ada di War Room, sehingga War Room mampu memberikan peringatan dini atau early warning system (EWS).

Sekarang Oktober. Misalnya hari libur besar mereka jatuh pada 1-7 Oktober, maka mesin War Room akan mengingatkan jauh hari sebelumnya. War Room akan tahu, wisatawan di Cina akan membeli paket liburan berapa bulan sebelumnya: apakah 3 bulan, 2 bulan, atau sebulan sebelumnya.

Berdasarkan informasi itulah kita melakukan selling besar-besaran ke pasar Cina di bulan Juli, Agustus, atau September. Ini semua harus secara sistematis dan otomatis kita rencanakan.

Itu untuk pasar Cina. Untuk pasar Singapura, Country Manager Singapura akan melakukan analisis yang sama. Begitu pula untuk pasar-pasar lain.

Jadi, upaya selling yang kita lakukan akan betul-betul presisi berdasarkan informasi akurat dan cepat yang kita dapat dari War Room. Kalau seluruh proses kerja ini bisa kita sistemkan, maka kita akan betul-betul bisa mengendalikan perang-perang yang kita jalankan dan memastikan kemenangan.

Ingat, setiap kemenangan harus kita rencanakan  dan setiap perencanaan harus berdasar pada data dan informasi yang akurat dan cepat. Untuk itulah saya mendirikan War Room.

Sekali lagi, “Sesungguhnya Kemenangan Itu Direncanakan.”

Salam Pesona Indonesia!!!                

 

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wisman Naik, Bandara Radin Intan II Siap Go International

Wisman Naik, Bandara Radin Intan II Siap Go International

Lifestyle | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:43 WIB

"Go Digital" Rangkul 30 Industri Wisata Kepri

"Go Digital" Rangkul 30 Industri Wisata Kepri

Lifestyle | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:01 WIB

Wisman Cina ke Indonesia Naik Signifikan

Wisman Cina ke Indonesia Naik Signifikan

Lifestyle | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 15:31 WIB

Kepri Siap "Go Digital"

Kepri Siap "Go Digital"

Lifestyle | Kamis, 06 Oktober 2016 | 14:46 WIB

Seni Budaya Dominasi Festival Mahakam 2016

Seni Budaya Dominasi Festival Mahakam 2016

Lifestyle | Kamis, 06 Oktober 2016 | 00:40 WIB

Kejar "International Award", Menpar Siapkan 19 Calon Jawara

Kejar "International Award", Menpar Siapkan 19 Calon Jawara

Lifestyle | Selasa, 04 Oktober 2016 | 15:02 WIB

Korpri Bakal Dirikan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum

Korpri Bakal Dirikan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 13:47 WIB

Terkini

Double Degree Makin Diminati, Ini Manfaatnya untuk Peluang Karier Global

Double Degree Makin Diminati, Ini Manfaatnya untuk Peluang Karier Global

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:07 WIB

Atasi Flek Hitam Pakai Serum Hanasui Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Atasi Flek Hitam Pakai Serum Hanasui Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:05 WIB

Mengapa Tempat Sampah yang Kotor Justru Membuat Orang Makin Sering Buang Sampah Sembarangan?

Mengapa Tempat Sampah yang Kotor Justru Membuat Orang Makin Sering Buang Sampah Sembarangan?

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:19 WIB

Apa Itu Parfum Niche? Kenali Ciri-ciri dan Bedanya dengan Parfum Biasa yang Dipakai Banyak Orang

Apa Itu Parfum Niche? Kenali Ciri-ciri dan Bedanya dengan Parfum Biasa yang Dipakai Banyak Orang

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:06 WIB

BRI KPR Hadirkan Bunga Spesial 1,75% untuk Wujudkan Rumah Impian

BRI KPR Hadirkan Bunga Spesial 1,75% untuk Wujudkan Rumah Impian

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:54 WIB

Kulit Sensitif Boleh Pakai Cushion? Ini Tips Memilih dan Rekomendasi Produk yang Aman

Kulit Sensitif Boleh Pakai Cushion? Ini Tips Memilih dan Rekomendasi Produk yang Aman

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:51 WIB

5 Skincare dengan Symwhite 377, Ampuh Hilangkan Flek Hitam Sesuai Review Pembeli

5 Skincare dengan Symwhite 377, Ampuh Hilangkan Flek Hitam Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:16 WIB

Atasi Jerawat Pecah Pakai Handsaplast Salep Luka, Begini Cara Pakainya!

Atasi Jerawat Pecah Pakai Handsaplast Salep Luka, Begini Cara Pakainya!

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Skincare untuk Pemula Apa Saja? Simak Rekomendasi Dokter agar Tak Salah Pilih

Skincare untuk Pemula Apa Saja? Simak Rekomendasi Dokter agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:45 WIB

Kesalahan Fatal Pakai Clay Mask yang Bikin Kulit Dehidrasi, Ini 4 Tipsnya dari Dokter Estetika

Kesalahan Fatal Pakai Clay Mask yang Bikin Kulit Dehidrasi, Ini 4 Tipsnya dari Dokter Estetika

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:20 WIB

×