Blusukan Mencari Jejak HIV ala Sri Rahayu

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 21 April 2017 | 09:20 WIB
Blusukan Mencari Jejak HIV ala Sri Rahayu
Sri Rahayu, Kartini masa kini yang berjuang di lokalisasi demi kesehatan kaum perempuan. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Sri Rahayu atau Ayu kini telah menginjak usia 64 tahun. Meski sudah memasuki kepala enam, ia masih sibuk gerilya mencari jejak HIV di sudut kota bagian Barat dan Utara Jakarta.

Sudah 21 tahun lamanya, Ayu bergaul dengan pelaku sekaligus pelanggan dari perempuan-perempuan malam. Tujuannya hanya satu, mencegah penularan virus HIV semakin luas.

"Awalnya saya melihat lokalisasi ini rawan sekali karena remaja masuk, anak sekolah masuk, ibu rumah tangga juga nyambi masuk situ," papar Ayu ketika ditemui suara.com di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Wilayah Kerja Pelabuhan Sunda Kelapa.

Berbagai cara dilakukan demi tercapainya misi mengurangi jumlah penularan HIV, mulai dari kejar-kejaran dengan pelaku di jalanan hingga membuka sebuah kafe di area lokalisasi.
"Kafe yang saya buka itu sebagai tempat monitoring WPS (wanita pekerja seks) yang baru. Mencari tahu apakah anak tersebut sedang depresi atau secara tragis tercebur dalam dunia hitam," bebernya.

Ayu mengaku, kadang harus bermain kucing-kucingan dengan anak-anak punk jalanan demi mencari tahu apakah anak-anak tersebut menderita HIV atau penyakit kelamin lainnya.


Lantas, apakah Sri Rahayu dalam menjalankan misi mulianya itu berjuang sendirian? Simak ulasannya di bagian selanjutnya.

Membentuk Yayasan Putri Mandiri
Rahayu tak sendirian, perempuan pensiunan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara itu juga membentuk Yayasan Putri Mandiri sebagai wadah yang aktif mendampingi perempuan  terpinggirkan di Jakarta Utara.

"Isinya orang-orang mantan WPS yang berusia di atas 40 tahun. Ada yang jadi tukang cuci, ada yang buka warung kopi, berkumpul membentuk yayasan demi penanggulangan HIV," terangnya merinci.

Perempuan yang beberapa kali mendapatkan pelatihan khusus sebagai konselor oleh Kemenkes tersebut memiliki trik jitu agar bisa melakukan pendekatan dengan masyarakat yang tinggal di area rawan penyebaran virus penyakit kelamin.

Caranya, ia mendekati ibu-ibu pejabat RT atau istri dari RT dan berdalih akan melakukan sebuah workshop atau pelatihan keterampilan di lokasi yang ia pilih. Dari situ, akan timbul rasa kepercayaan antara masyarakat yang ditemuinya dan ia mulai mengoceh tentang bahaya HIV pada masyarakat.

Ayu juga kerap melakukan sosialisasi melaui posyandu-posyandu dan mendekati ibu-ibu rumah tangga.

"Ibu rumah tangga tidak tahu tentang penyakit itu apa, mereka ngakunya kena tifus. Lalu saya bilang, kalau mau (punya) anak sehat, ibunya juga harus sehat, mau dites sehat atau enggak? saya tes mereka, tapi mereka jangan tanya-tanya," urainya panjang lebar.

Menurutnya, melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk melakukan tes VCT (Voluntary Conseling and Testing) harus lah sambil mengendap-endap dan jangan secara tiba-tiba membahas mengenai HIV, karena HIV masih dianggap masyarakat sebagai penyakit akibat perilaku buruk dan sebuah aib.


Yang menjadi pertanyaan, apakah perjuangan seorang Sri Rahayu selalu berjalan mulus? Ikuti kisahnya di bagian selanjutnya.

Tak Takut Hadapi Preman
Meski sudah usia lanjut, Ayu tak takut menghadapi preman-preman yang kerap mencoba menggagalkan aktivitas blusukannya ke area rawan HIV seperti lokalisasi. Pernah suatu ketika, ia harus menghadapi 13 preman sekaligus ketika membuat program edutaiment berkedok panggung hiburan guna mengumpulkan para pelanggan WPS.

"Tantangan itu banyak, apalagi preman-premannya. Nggak boleh ada tempat seperti ini, nggak usah urus hal-hal seperti ini, ini punya saya (preman), kata mereka. Perlahan preman saya kumpulkan, mereka maunya duit, saya kasih duit, mereka diem," ungkapnya blak-blakan.

Dalam perjuangnya, Rahayu memang tidak pernah menyinggung pelaku mengenai moral. Menurutnya, hal yang penting adalah kesadaraan seseorang untuk menjaga tubuh mereka dari penyakit kelamin.

Hingga saat ini, Ayu mengaku tak berniat untuk berhenti melakukan blusukan mencari jejak HIV di tempat-tempat yang menjadi incarannya.

"Saya masih kuat, masih bisa, masih mampu," tutup perempuan berpenampilan nyentrik kelahiran Pemalang tersebut kepada suara.com.

Keberaniannya berjuang di lokalisasi demi kesehatan perempuan patut diacungi jempol dan sangat insoiratuf. Tak berlebihan rasanya bila Sri Rahayu disebut sebagai Kartini masa kini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Nixia, Gamer Cantik yang Doyan Main Game Cowok

Kisah Nixia, Gamer Cantik yang Doyan Main Game Cowok

Lifestyle | Kamis, 20 April 2017 | 19:37 WIB

Komang Wiswakarma, Pendiri Event Organizer Digital Maimilu.com

Komang Wiswakarma, Pendiri Event Organizer Digital Maimilu.com

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 07:18 WIB

Anak Panti Asuhan di Bantul Merintis Usaha Ternak Lele

Anak Panti Asuhan di Bantul Merintis Usaha Ternak Lele

Bisnis | Rabu, 12 April 2017 | 06:37 WIB

Terkini

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×