Kerja Sama dengan Baidu, Kemenpar Datangkan 3 Juta Wisman Cina

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati
Kerja Sama dengan Baidu, Kemenpar Datangkan 3 Juta Wisman Cina
Kerja sama dengan Baidu, Kemenpar bawa 3 juta wisman Cina (Foto: Dinda)

Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Cina ke Indonesia, Kementrian Pariwisata melanjutkan kerja sama strategis dengan Baidu.

Suara.com - Kementrian Pariwisata kembali melanjutkan kerja sama strategis dengan Baidu, sebuah perusahaan berbasis teknologi dan media terkemuka di Cina. Langkah ini dilakukan untuk semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Cina ke Indonesia.

Menurut Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, jumlah kunjungan wisatawan Negeri Tirai Bambu tersebut ke Indonesia semakin meningkat jumlahnya, yaitu 27,3 persen dari tahun 2016.

"Pasar Cina harus diprogram secara khusus, karena mereka pasar yang besar. Mereka sedang boom ekonominya. Masyarakatnya senang traveling, pendapatan per kapitanya tinggi. Bahkan, sekarang nomor 1 terbanyak ke Indonesia, mengalahkan Singapura, Malaysia, dan Australia," ungkap Arief saat suara.com di sela acara Indonesia Towards 10 Million Chinese Travelers, di Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Karena hal itu, Kemenpar, lanjut Arief akan meningkatkan target kunjungan Tiongkok ke Indonesia, yang semula hanya dua juta kunjungan wisman Tiongkok, menjadi tiga juta kunjungan.

Lebih lanjut, Arief memaparkan, Baidu merupakan salah satu digital media yang dirasa tepat untuk mempromosikan destinasi Indonesia pada wisatawan Cina. Pasalnya, sekitar 70 persen warga Cina menggunakan Baidu untuk mencari informasi, termasuk perihal destinasi liburan, dalam hal ini Indonesia.

Kerja sama yang sudah terbangun sejak 2016 ini, sambung Arief, memiliki progres cukup besar. Terbukti, pada Januari-Februari 2017 sudah tercatat sekitar 200-300 ribu kunjungan wisman Cina ke Indonesia.

"Padahal sebelumnya 120 ribu. Kemungkinan paling banyak kontribusinya itu dari Baidu. Mungkin ini efektif," jelasnya.

Direktur Bisnis Baidu, Ken Tao, menuturkan, Bali, Jakarta, dan Manado merupakan top destinasi yang paling banyak dikunjungi wisman Cina.

"Baidu punya data kalau Bali Jakarta dan Manado jadi tiga besar, buktinya pencarian keyword Bali meningkat 43,4 persen, Indo Travel meningkat jadi 11 persen, tiga tahun yang lalu mereka tidak mengenal Bali, tahun lalu kita tingkatkan branding Indonesia di China dan meningkat pesat," ujar Ken.

Nantinya, Baidu akan mulai mensosialisasikan aplikasi Baidu Maps di Indonesia hingga aplikasi pendukung perjalanan lain seperti Online Travel Platform (OTP) Qunar.

Aplikasi berbahasa mandarin tersebut akan sangat memudahkan wisman Cina yang ingin liburan ke beberapa destinasi di Indonesia. Pasalnya, berisi informasi, panduan, dan peta berbahasa Mandarin.

"2017 akan lebih dari tahun lalu, kami akan mengadakan branding Baidu Maps, Cina merupakan salah satu pasar terbesar di dunia, kami akan menggunakan aplikasi itu untuk mengajak turis Cina ke Indonesia, ini adalah komitmen kami," tutup dia.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS