Tiga Anak Muda Ini Ciptakan Blush On Kertas, seperti Apa?

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati
Tiga Anak Muda Ini Ciptakan Blush On Kertas, seperti Apa?
Gwyneth Evelyn, Nathania Priscilla, dan William Andrean merilis Goldenude (Suara.com/Dinda)

Anda tidak memerlukan kuas untuk mengaplikasiannya.

Suara.com - Ungkapan "yang muda yang berkarya" seakan tepat disandang Gwyneth Evelyn, Nathania Priscilla, dan William Andrean. Di usia mereka baru menginjak 19-20 tahun, mereka sudah memiliki bisnis kreatif yang cukup menjanjikan.

Bisnis yang mereka namakan "Goldenude" ini lahir dari buah pemikiran kreatif dan inovatif pada September 2016 lalu. Menurut Gwyneth, ide ini berawal dari tugas kuliah yang mengharuskan mereka membuat sebuah bisnis.

"Waktu itu, kita ingin menjawab permasalahan perempuan yang sering kesulitan membawa make up. Kalau disimpan di tas kecil, terkadang pecah atau rusak, jadi malah nggak kepakai lagi. Belum lagi kuas nya yang harus di bersihkan rutin. Kalau saling pinjam pun jadi nggak higienis," jelas perempuan berambug panjang ini saat ditemui dalam acara Nescafe Kickstart, di Jakarta, Rabu (9/8/2017)

Menjawab hal tersebut, ketiga mahasiswa tingkat lima Prasetya Mulia inipun menciptakan perona pipi atau blush on berbasis kertas pertama di Indonesia. Produk ini, lanjut dia sebenarnya terinspirasi dari kertas untuk mengangkat minyak dari wajah.

Dengan blush on kertas atau blush paper ini, kita tidak lagi memerlukan kuas untuk pengaplikasiannya. Selain itu, kemasan dan bentuknya yang kecil juga cukup mudah dibawa ke manapun, tanpa harus khawatir make up akan rusak atau pecah.

Lebih lanjut, William menjelaskan, produk ini dibuat menggunakan bahan-bahan aman khusus kosmetik di sebuah pabrik di daerah Jawa. Bahan-bahannya pun, menggunakan bahan lokal dan cocok untuk jenis kulit apapun.

"Dalam produksi kita juga punya SOP-nya. Kita saat itu sudah harus selesai dalam waktu tiga bulan. Kita melakukan tes market apakah produk ini layak untuk dipakai masyarakat. Akhirnya kita mulai berjualan di online pada Maret 2017," ujar dia.

Tak disangka, usaha yang baru seumur jagung ini mendapat sambutan luar biasa dari banyak perempuan. Apalagi, bagi mereka pencinta make up.

Hingga saat ini, kata Gwyneth, Goldenude menghadirkan empat warna blush paper bagi para perempuan, yakni Berry Rose, Wine Burgundy, Hazelnut Velvet, dan Coral Crepe yang dijual dengan harga Rp59 ribu untuk 30 lembar blush paper.

Pengaplikasian make up yang satu inipun cukup mudah. Blush paper Goldenude terdiri dari dua sisi, sisi depan adalah untuk mengaplikasikan warnanya dan bagian belakang untuk blending warnanya supaya rata.

Langkah pertama adalah, masukkan jari ke dalam kertas. Lalu senyum, dan aplikasikan blush paper ini dari tengah pipi ke arah telinga. Selanjutnya, balik kertas dan gunakan bagian belakang untuk meratakan blush on.

Berkat ide yang inovatif dan kreatif ini, Goldenude baru saja memenangkan sebuah kompetisi Nescafe Kickstart, sebagai wadah bagi anak-anak muda yang memiliki jiwa enterpreneur. Nantinya, Goldenude akan memperkenalkan, dan menjual inivasi mereka di ajang Brightspot Market pada 2-5 November 2017.

"Karena dorongan orang-orang terdekat, akhirnya kami memberanikan diri untuk ikut Nescafe Kickstart. Kami tidak membayangkan akan jadi pemenang. Kami harap, ini bisa membantu kami untuk tidak cepat merasa puas dan bisa mengembangkan bisnis kami ke seluruh Indonesia," ujar Gwyneth.

Langkah ke depan, kata dia, Goldenude akan memulai mengurus beberapa perizinan, seperti BPOM, bekerjasama dengan beberapa influencer kenamaan, hingga meluncurkan warna baru.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS