Sejuta Kenangan Semalam di Baduy Dalam!

Jane

Senin, 11 September 2017 | 16:12 WIB
Sejuta Kenangan Semalam di Baduy Dalam!
Suku asli Baduy Dalam ke mana pun mereka pergi tidak boleh menggunakan alas kaki dan dilarang menggunakan kendaraan.

Masuk ke Baduy Dalam

Sebuah jembatan bambu yang membentang di atas aliran sungat yang jernih menjadi penanda masuk ke desa Cikeusik. Anda akan disambut dengan rumah-rumah panggung dari bambu (saung ) yang berhadapan membentuk jalan setapak kecil ditengah-tengahnya. Suku Baduy Dalam hanya menggunakan kayu, bambu, ijuk, dan daun pohon aren yang diikat menggunakan tali untuk mendirikan rumah. Setiap rumah hanya diperbolehkan menghadap utara dan selatan. Tak ada perbedaan bentuk rumah, maupun perabotan yang digunakan setiap keluarga Baduy Dalam.

Biasanya sang pemilik rumah yang akan kita tempati untuk menginap atau perwakilan warga akan mengajak untuk berkeliling di desa Cikeusik. Di sini terdapat lumbung – lumbung padi (leuit) milik keluarga, tempat menumbuk padi, serta ada juga tempat yang berisi alat musik yang digunakan oleh warga desa Cikeusik  saat mereka mengadakan acara adat. Selain itu kita akan ditunjukkan rumah pu’un ( tetua adat ) dari jauh, dan ada batas bambu yang tidak bisa dilewati oleh pengunjung.

Untuk pakaian warga Baduy Dalam mengenakan baju berwarna putih, kain sarung hitam, dan ikat kepala putih sebagai pakaian keseharian mereka. Sesekali, saat melakukan perjalanan ke Baduy Luar, atau ke luar Baduy, baju putih mereka berganti menjadi pakaian berwarna hitam.

Setiap pengunjung yang hendak menginap di rumah warga Baduy harus mematuhi sejumlah larangan, di antaranya larangan membawa tape atau radio, tidak menggunakan handphone, tidak menangkap atau membunuh binatang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon, tidak mengonsumsi minuman memabukkan, dan tidak melanggar norma susila.  Tidak hanya itu, jika berada di kawasan Baduy Dalam, pengunjung dilarang untuk merokok di dalam rumah, memotret, dan menggunakan sabun,sampo serta odol.

Bagi masyarakat Baduy Dalam yang menganut kepercayaan Sunda Wiwitan, amanah leluhur adalah segala-galanya. Menurut Juli, salah satu warga Baduy Dalam, bila tak menaati, mereka akan terkena sanksi adat hingga dikeluarkan dari Baduy Dalam.

“ Bila ada yang melanggar aturan adat akan diberikan hukuman. Biasanya mereka tidak diizinkan masuk ke Baduy Dalam selama 40 hari dan harus bekerja di ladang. Hukuman diberikan sesuai berat atau ringannya pelanggaran, “ ujarnya dalam Bahasa dialek Sunda-Banten.

 Struktur Sosial & Kearifan Lokal Baduy Dalam

Secara tradisional pemerintahan di Baduy bercorak kesukuan dan disebut kapuunan, karena pu’un menjadi pimpinan tertinggi. Pu’un dibantu oleh jaro sebagai pelaksana harian urusan pemerintahan kapuunan.

Pembagian tiga kampung Baduy Dalam memiliki makna penugasan adat. Tiga kampung Baduy Dalam ini adalah Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik

Setiap pu’un di Baduy Dalam memiliki wewenang yang berbeda.

Cibeo memiliki tugas urusan pelayanan masyarakat Baduy, sosial kemasyarakatan, dan terkait wilayah. Tugas pemerintahan, pertanian, dan komunikasi dengan warga luar juga masuk wewenang masyarakat Cibeo. Sedangkan Cikertawana bertugas sebagai penasihat urusan-urusan keamanan, ketertiban, kesejahteraan, dan pembinaan warga Baduy.

Terakhir Cikeusik bertugas soal keagamaan, pelaksanaan kalender adat, serta memutuskan hukuman bagi pelanggar adat.

Baduy Dalam memilih mempertahankan gaya hidup tradisional mereka sebagai masyarakat agraris. Teknologi modern dibatasi dan aktivitas bertani dilakukan secara tradisional. Mereka hanya memakai segelintir alat pertanian, seperti bedog (golok), arit, kored(cangkul kecil), etem (sejenis ani-ani), dan pisau.

Keteguhan masyarakat Baduy menjaga keseimbangan alam patut dicontoh oleh yang tinggal di kota besar. Larangan dan tabu itu jika ditelisik secara ilmiah ada manfaat positifnya, misal larangan mandi menggunakan sabun, odol, sampo. Bahan-bahan kimia dari cairan itu menyebabkan pencemaran air, limbah plastik kemasannya pun sulit diurai oleh tanah dan mengganggu keseimbangan alam.

Pengunjung biasanya diperbolehkan menginap satu malam di Baduy Dalam. Untuk kembali pulang, Anda bisa melewati perkampungan Baduy Luar. Setelah melewati perbatasan, Anda bisa mengabadikan momen di Baduy Luar.

Wisata ke Baduy adalah pilihan yang bisa Anda tuju jika Anda butuh refreshing sejenak dari kepenatan dan rutinitas sehari – hari. Baduy merupakan tujuan wisata yang unik sekaligus ekonomis. Tak perlu merogoh kocek yang besar, tapi Anda akan mendapatkan pengalaman yang tidak sederhana bagi jiwa. Keramahan, kesederhanaan, dan keseharian warga suku Baduy dalam berinteraksi dengan sesama adalah kenangan yang akan terus melekat selepas Anda berkunjung ke sana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Kampung Adat Baduy Jadi Warisan Dunia

Agar Kampung Adat Baduy Jadi Warisan Dunia

Lifestyle | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 07:37 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×