Retnosyari Septiyani Buat Wedang Uwuh Mendunia

Ferry Noviandi, Dinda Rachmawati

Senin, 19 Maret 2018 | 07:35 WIB
Retnosyari Septiyani Buat Wedang Uwuh Mendunia
Retnosyari Septiyani membuat wedang uwuh mendunia. (Dinda Rachmawati/Suara.com)

Suara.com - Masyarakat Jawa sudah sejak lama mengenal berbagai minuman kesehatan, yang terdiri dari berbagai rempah, dengan campuran gula yang disebut sebagai wedang. Salah satunya adalah wedang uwuh.

Ya, keberadaan wedang yang berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, bahkan sudah cukup populer, tidak hanya di sekitaran tanah asalnya, tapi juga hingga ke daerah lain seperti Ibukota, bahkan mancanegara.

Hal ini, tak lepas dari tangan dingin seorang Retnosyari Septiyani, perempuan asal Bantul yang sejak 2008 silam sudah menekuni bisnis minuman tradisional tersebut. Mengawali kisahnya, Retno yang ditemui Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta mengungkap, sudah sejak lama dirinya memiliki keinginan untuk mengangkat pangan lokal. Cita-cita menduniakan wedang uwuh bahkan sudah ada di benaknya saat masih kuliah.

Alasan saat itu, kata dia lebih pada idealismenya mengangkat pangan lokal agar setara dengan minuman-minuman kemasan yang saat ini merajai pasar. Apalagi, kata dia, wedang uwuh, yang berarti wedang sampah dalam bahasa Jawa ini, memiliki keunikan sehingga harus dimanfaatkan agar memiliki nilai yang lebih tinggi.

Wedang uwuh sendiri konon adalah minuman raja Mataram yang pertama kali dibuat saat Raja Sultan Agung bersemedi di wilayah makam Imogiri saat ini.

"Kita tahu, Indonesia kaya sekali dengan bahan baku lokal, tapi sayang, pemanfaatannya masih belum tinggi. Jadi, saya berpikir, bagaimana kita bisa memanfaatkan produk lokal menjadi lebih tinggi nilainya, alami dan kaya manfaat. Ini yang tidak dimiliki oleh bangsa lain," ungkap perempuan Lulusan Faktultas Teknologi Pangan Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Dari situlah, lanjut dia, dirinya mulai berinovasi dengan melakukan berbagai riset, khusunya dalam mengemas wedang uwuh menjadi pangan siap minum yang bisa awet selama berbulan-bulan.

Perempuan ini membayangkan, bahwa minuman tradisional tersebut bisa menjadi seperti minuman kemasan cup atau botol yang biasa dijual di lemari pendingin di toko-toko modern dan toko klontong.

"Jadi, waktu dari awal kita buat itu masih berupa plastik berisi kayu manis, daun pala, secang, cengkeh dan gula batu. Kita jual seperti curah, makanya namanya uwuh atau sampah, karena memang mirip seperti sampah," jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, kemasan pun berkembang menjadi lebih modern mengikuti permintaan pasar. Mulai dari yang mirip seperti teh celup, teh tubruk, sirup, hingga yang lebih praktis dan instan, yakni wedang uwuh dalam kemasan sachet yang awet hingga tahunan lamanya.

Melalui beragamnya kemasan wedang uwuh yang ia buat, Retno mengaku sambutan dari pasar pun semakin tinggi. Kini, kata dia, banyak orang yang tak merasa khawatir untuk meminum wedang uwuh, yang awalnya mirip seperti sampah tersebut.

"Dengan kemasan lebih kekinian, orang-orang yang tadinya ilfeel, mau minum, takut seperti makan rempah, jadi mau minum. Kami juga bilangnya ini wedang, bukan jamu yang kesannya minuman kuno atau pahit," tambah dia.

Berhasil mengubah paradigma wedang uwuh menjadi lebih kekinian membuat Rento gembira. Apalagi ia mengetahui bahwa rasa dari minuman tradisional yang ia kembangkan ternyata disukai oleh pasar Eropa, Amerika, Asia hingga Timur Tengah, yang mulai mengunjungi pabriknya di Bantul.

Cita-cita 'go international' pun mulai terwujud sejak 2010 lalu saat minuman tersebut mulai dijual ke negara-negara seperti Swiss, Jeddah Arab Saudi, Malaysia, Maroko, Denmark, Amerika hingga Jepang.

"Orang luar mungkin lebih suka yang homemade. Mereka cukup tertarik, dan alhamdulillah beberapa varian sudah kami dikirim. Misalnya varian celup yang lebih diminati di Amerika dan seduh atau instan di Saudi Arabia," kata dia.

Meski ungkapnya, di negara-negara tersebut, nama wedang uwuh tidak selalu digunakan. Di Malaysia misalnya, minuman ini disebut sebagi minuman Daun Emas.

Selain mengangkat tradisi lokal, menduniakan wedang uwuh menurutnya bakal membawa banyak manfaat. Terutama menciptakan lapangan kerja bagi warga Yogyakarta yang menjual bahan-bahan minuman ini maupun yang meraciknya. 

"Kami mengembangkan skala industri dengan konsep yang saya ciptakan sendiri, memanfaatkan sumberdaya lokal dengan pemberdayaan masyarakat lokal pula," jelasnya.

Meski sudah membawa nama wedang uwuh mendunia, Retno masih memiliki mimpi. Yakni membuat wedang uwuh bukan hanya menjadi minuman kesehatan, tapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari. 

"Wedang uwuh, suatu saat bisa menyamai Thai Tea dan lainnya. Minumnya bisa dicampur dengan susu, creamer, kopi, atau diblender seperti minuman kekinian," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Rekomendasi Minuman Khas Kota Yogyakarta yang Sayang untuk Dilewatkan

5 Rekomendasi Minuman Khas Kota Yogyakarta yang Sayang untuk Dilewatkan

Your Say | Kamis, 16 November 2023 | 11:38 WIB

5 Manfaat Wedang Uwuh bagi Kesehatan, Ampuh Mengatasi Masuk Angin

5 Manfaat Wedang Uwuh bagi Kesehatan, Ampuh Mengatasi Masuk Angin

Your Say | Minggu, 08 Oktober 2023 | 08:40 WIB

Wabah Jadi Berkah: Kisah Empat UMKM Raup Cuan Berlipat saat Pandemi COVID-19

Wabah Jadi Berkah: Kisah Empat UMKM Raup Cuan Berlipat saat Pandemi COVID-19

Bisnis | Senin, 12 Juni 2023 | 23:42 WIB

Semangat Rini Bangun Wedang Uwuh Djewery, Modal Nekat Kini Laris Manis Sampai ke Hong Kong

Semangat Rini Bangun Wedang Uwuh Djewery, Modal Nekat Kini Laris Manis Sampai ke Hong Kong

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2023 | 09:32 WIB

5 Rekomendasi Minuman yang Cocok untuk Menemanimu di Musim Hujan

5 Rekomendasi Minuman yang Cocok untuk Menemanimu di Musim Hujan

Your Say | Senin, 24 Oktober 2022 | 09:24 WIB

9 Manfaat Wedang Uwuh, Minuman Tradisional Kaya Rempah yang Menyehatkan

9 Manfaat Wedang Uwuh, Minuman Tradisional Kaya Rempah yang Menyehatkan

Health | Rabu, 08 Juni 2022 | 10:31 WIB

Terkini

Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan 2 Kursi Menteri, Aturan UU Dilanggar?

Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan 2 Kursi Menteri, Aturan UU Dilanggar?

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber

Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Momen Bahlil Rapihkan Dasi hingga Senyum Semringah Saksikan Sarmuji Dilantik Menperin

Momen Bahlil Rapihkan Dasi hingga Senyum Semringah Saksikan Sarmuji Dilantik Menperin

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Jam Berapa Timnas Indonesia vs Bangladesh? Cek Jadwal Lengkap di Sini

Jam Berapa Timnas Indonesia vs Bangladesh? Cek Jadwal Lengkap di Sini

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Usai Tunjukan KTA, Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI

Usai Tunjukan KTA, Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Otomatisasi Kreativitas: Apakah Seni dan Tulisan Kita Masih Berjiwa?

Otomatisasi Kreativitas: Apakah Seni dan Tulisan Kita Masih Berjiwa?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Dukung Komjen Suyudi Jadi Kapolri, PKB Taruh Harapan Pada Visi Polri Bersama Rakyat

Dukung Komjen Suyudi Jadi Kapolri, PKB Taruh Harapan Pada Visi Polri Bersama Rakyat

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Timnas Indonesia Pernah Kalah, Begini Head to Head dengan Bangladesh

Timnas Indonesia Pernah Kalah, Begini Head to Head dengan Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras

Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong

Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:34 WIB

×