Cerita Lontong Cap Go Meh yang 'Bersaudara' dengan Ketupat

Vania Rossa, Risna Halidi

Jum'at, 20 April 2018 | 16:24 WIB
Cerita Lontong Cap Go Meh yang 'Bersaudara' dengan Ketupat
Lontong Cap Go Meh. ((Suara.com/Risna Halidi))

Suara.com - Saat Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh tiba, warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Pulau Jawa biasa menyajikan berbagai macam makanan spesial untuk disantap bersama, salah satunya adalah Lontong Cap Go Meh.

Bukan hanya digemari oleh warga keturunan, Lontong Cap Go Meh juga sangat diterima oleh masyarakat lokal.

Jongkie Tio, Sejarawan Kota Semarang. (Suara.com/Risna Halidi)

"Kuliner di Indonesia itu hampir 75 persen terpengaruh dari Cina karena (warga Cina) sudah ada di sini sejak tahun 400. Lontong sendiri saudara tua Kupatan (ketupat). Penutup Lebaran adalah Kupatan, dan penutup Cap Go Meh adalah Lontong Cap Go Meh," kata sejarawan dari Kota Semarang, Jongkie Tio, kepada Suara.com.

Jongkie yang kini sudah menginjak usia 77 tahun mengatakan, ada tradisi saling memberi hantaran antara keturunan Tionghoa dan warga Muslim saat hari raya kedua umat tiba.

Lontong yang berbentuk pipih bulat saat dipotong-potong, melambangkan bulan purnama yang jatuh di hari kelima belas setelah Imlek. "Di negara asalnya sendiri (Cina), ini tidak ada," tambah Jongkie.

Suara.com berkesempatan untuk bertemu Jongkie Tio di Semarang dalam agenda Jelajah Gizi 2018 bersama Nutricia Sarihusada dan mencicipi Lontong Cap Go Meh dengan citarasa otentik ala Jongkie Tio.

Selain menjadi 'tukang dongeng', Jongkie Tio juga seorang penulis buku dan pemilik Rumah Makan Semarang. Usahanya tersebut sudah ia mulai sejak 1991 lalu.

Rumah makan ini menyajikan Lontong Cap Go Meh dengan 12 sajian berbeda, mulai dari lontong, kuah sayur, rebung, irisan telur rebus, hingga irisan cabai merah.

baca juga

Rasanya yang gurih dan sedikit manis, sangat cocok dinikmati bersama keluarga kala bertamasya ke Kota Lumpia tersebut.

Menu lain yang disajikan Rumah Makan Semarang juga kental dengan citarasa peranakan bercampur dengan masakan 'kampung'. Sebut saja Bakmi Jawa, Bistik Jawa, Nasi Langgi, dan tentu saja, Lumpia.

Meski usahanya tak seramai dahulu, namun Jongkie mengatakan bila makanan tradisional tidak akan pernah punah dan ditinggalkan anak muda. "Makanan tidak akan punah, ini identitas kita," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Kuliner Nusantara Ini Jadi Prioritas Promosi Kemenpar

5 Kuliner Nusantara Ini Jadi Prioritas Promosi Kemenpar

Lifestyle | Sabtu, 14 April 2018 | 19:46 WIB

Sensasi Menikmati Es Kepal Milo, Lagi Hits di Instagram!

Sensasi Menikmati Es Kepal Milo, Lagi Hits di Instagram!

Lifestyle | Jum'at, 13 April 2018 | 07:37 WIB

Kecap dalam Ragam Kuliner Indonesia

Kecap dalam Ragam Kuliner Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 23 Maret 2018 | 21:29 WIB

Terkini

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:13 WIB

Ruas Jalan Padang-Solok Lewat Pintu Angin Ditutup Sementara

Ruas Jalan Padang-Solok Lewat Pintu Angin Ditutup Sementara

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 18:13 WIB

Disorot Usai Tenggelam di Laut Jawa, Siapa Pemilik Perusahaan Kapal Virgo Transport 8?

Disorot Usai Tenggelam di Laut Jawa, Siapa Pemilik Perusahaan Kapal Virgo Transport 8?

News | Minggu, 27 September 2026 | 18:11 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:08 WIB

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 18:05 WIB

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 18:03 WIB

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Health | Minggu, 27 September 2026 | 17:45 WIB

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:43 WIB

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

×