Travelling, Ini 6 Moda Transportasi Ikonik Wajib Potret

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 15 Mei 2018 | 17:36 WIB
Travelling, Ini 6 Moda Transportasi Ikonik Wajib Potret
London cab melintasi Big Ben, salah satu landmark London [Shutterstock]

Suara.com - Ingin memperkaya tema foto-foto perjalanan Anda? Coba cari moda transportasi kondang dari setiap negara yang dikunjungi. Selain kendaraannya sendiri unik dan menarik sehingga menjadi ikon, pengemudinya rata-rata orang lokal. Berpengetahuan luas seputar kawasan yang dikunjungi, sehingga bisa ditanyai bahkan diajak foto bersama.

Berikut adalah rangkuman perjalanan Suara.com di enam negara bersama moda transportasi ikonik. Yang mana sajakah pilihan Anda?

1. London Taxi

Regent Street London

Foto: London Taxi melintasi kawasan Regent Street [Shutterstock]

Sebutannya adalah London Black Cabs. Meski bisa dijumpai di seantero United Kingdom (UK), paling banyak wisatawan berpotret bersama kendaraan ini di London.

Secara fisik berupa sedan klasik warna hitam dengan 4 pintu, dilengkapi lampu "taxi" di bagian atap. Terkadang di bagian bodi ditempeli stiker iklan, salah satunya tentang pariwisata Indonesia.

Menyusuri ruas-ruas jalanan sempit di ibukota UK dan England bersama taksi ini terasa romantis, apalagi saat petang, ketika lampu-lampu di sepanjang Tower Bridge sudah menyala.

2. Jeepney

baca juga

Near Rizal Park Manila

Foto: Jeepney tengah melintas di dekat Rizal Park, Manila [Shutterstock] 

Transportasi rakyat yang menjadi trade-mark Filipina, beroperasi antarkota dan desa, tetapi bila waktu terbatas silakan temui di Manila.

Konon penamaan jeepney berasal dari akronim jeep-and-knee, diambil dari fisik kendaraan yang berbasis jip, dipotong, lantas diperpanjang untuk menambah daya tampung. Penumpang duduk berhadapan dengan posisi lutut begitu berdekatan.

Tampilan jeepney kaya warna, rata-rata berhiaskan sosok religius Yesus Kristus dan Bunda Maria yang dilukis dengan teknik airbrush.

3. Jinriksha

Kyoto jinriksha

Foto: Jinriksha di kota kuno Kyoto [Shutterstock]

Populer di beberapa kawasan wisata di Jepang, tetapi paling tenar di Kyoto. Sebuah kota kuno yang pernah menjadi ibukota Negeri Matahari Terbit, sebelum Tokyo.

Unsur klasik muncul dari kereta berbentuk serupa becak yang digarap penuh nilai seni. Sementara penggeraknya adalah tenaga manusia, dengan cara dihela seorang lelaki berbusana tradisional.

Bagi wisatawan yang datang berpasangan, ada stereotype berfoto romantis: si perempuan duduk di jok, si lelaki menghela kereta atau berpura-pura menjadi penarik jinriksha, sedang pengemudi betulan  dimintai tolong memotretkan.

Dokar atau Delman

Delman di Monas [suara.com/Maidian Reviani]

Foto: Delman di Monas [Suara.com/Maidian Reviani]

Kereta kuda telah menjadi salah satu trade-mark ikonik di beberapa destinasi wisata di Indonesia. Bisa dijumpai antara lain di Yogyakarta, Solo, Bukittinggi, sampai seputaran Monumen Nasional, Jakarta.

Beberapa di antaranya tampil klasik tanpa hiasan, tetapi ada yang dipercantik sedemikian rupa dengan penjor, sampai rumbai-rumbai kain warna keemasan.

Selain berpotret bersama kuda dan kereta, tak ada salahnya mengajak si pengemudi. Biasanya mereka pun ikut berdandan. Seperti di Malioboro, Yogyakarta, yang mengenakan beskap dan blangkon.

5. Tuk Tuk

Siem Reap

Foto: Tuk Tuk di percandian Angkor Thom, Siem Reap [Shutterstock]

Nama moda transportasi ini dikenal di dua negara, yaitu Thailand dan Kamboja. Berujud serupa becak yang ditarik sepeda motor.

Versi Kamboja lebih romantis, karena bisa digunakan untuk dua orang yang duduk berdampingan dengan posisi di belakang pengemudi. Sedangkan versi Thailand lebih sesak, dengan posisi penumpang berhadapan serta lutut saling bersentuhan.

Mintalah pengemudi menyusuri Royal Garden dan istana raja di sekitar Siem Reap, Kamboja, sampai kompleks percandian Angkor Wat, Angkor Thom, bahkan Banteay Srei yang berada di luar kota. Potret bisa dibuat di sekitar pelataran parkir dekat percandian.

Rickshaw

Jodhpur

Foto: Sederet rickshaw di kota Jodhpur, India [Shutterstock]

Menjadi salah satu trade-mark jalan-jalan raya di India, mulai New Delhi, Agra, Jodhpur, dan seterusnya. Disebut sebagai auto rickshaw.

Berbentuk sangat mirip dengan bajaj oranye yang dahulu mewarnai lalu-lintas Jakarta. Perbedaan ada di bagian samping, di mana tidak disediakan pintu atau penutup.

Alhasil bila penumpang lebih dari dua orang, akan terlihat beberapa kaki menjulur, anggota tubuh keluar dari bagian kendaraan, sampai selendang dan kain sari melambai-lambai tertiup angin. Justru di situlah uniknya, yang membuat para wisatawan gemar memotret auto rickshaw khas India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kehadiran Presiden Jokowi Diharap Kuatkan Citra Wisata Malioboro

Kehadiran Presiden Jokowi Diharap Kuatkan Citra Wisata Malioboro

Lifestyle | Minggu, 31 Desember 2017 | 18:22 WIB

Rasakan Istimewanya Yogya di Kampung-kampung Wisatanya

Rasakan Istimewanya Yogya di Kampung-kampung Wisatanya

Lifestyle | Selasa, 30 Agustus 2016 | 19:10 WIB

Terkini

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

×