Di Kota Lama Semarang, Tukang Becak Bakal Jadi Pemandu Wisata

Ririn Indriani

Senin, 21 Mei 2018 | 11:56 WIB
Di Kota Lama Semarang, Tukang Becak Bakal Jadi Pemandu Wisata
Tukang Becak di Kota Lama Semarang. (Foto: Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Cara unik dimiliki oleh penggiat Kota Lama Semarang dalam mempersiapkan diri menjadi kota warisan pusaka dunia (world heritage) dari UNESCO. Para tukang becak akan dilibatkan sebagai local guide atau pemandu para wisatawan.

"Konsep kota pusaka dunia UNESCO itu living heritage, jadi harus ada kehidupan nyata yang melibatkan masyarakat sekitar dalam berkebudayaan," kata Agus S. Winarto, dari Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, kepada Suara.com, Minggu (20/5/2018).

Kawasan yang kerap disebut 'little Netherland' itu, menurut dia, selain gedung tua diaktifkan kembali, juga bagaimana ke depannya antara kebudayaan dan masyarakat sekitar berdampingan, saling melengkapi.

"Seperti di old town Melaka Malaysia itu hidup semua, jadi di Kota Lama juga nanti konsep seperti itu," ujarnya.

Tukang Becak di Kota Lama Semarang. (Foto: Suara.com/Adam Iyasa)

Agus yang juga pemilik gedung tua Monod Huis dari peninggalan Raja Gula Asia Oei Tiong Ham ini mencoba melibatkan masyarakat sekitar, yakni para tukang becak. Gedung dua tingkat yang mangkrak itu kini dirubah jadi tempat workshop batik nusantara.

"Gedung ini akan hidup dengan pusat kegiatan workshop batik, tapi kami juga harus berpikir agar lebih hidup masyarakat perlu dilibatkan. Salah satunya para tukang becak," jelasnya.

Tukang Becak di Kota Lama Semarang. (Foto: Suara.com/Adam Iyasa)Agus juga mengupayakan pelatihan bagi para tukang becak menjadi local guide wisatawan. Dilatih untuk tampil bisa bercerita terkait Kota Lama baik sejarahnya, gedungnya maupun untuk diajak berkeliling di 116 gedung tua.

"Sebagai awalan kita sediakan 13 becak untuk di lukis batik, dan akan kita hibahkan. Total ada 29 becak yang dilukis," katanya.

Tukang Becak di Kota Lama Semarang. (Foto: Suara.com/Adam Iyasa)

Oleh Agus, membatik becak itu sengaja dilombakan, sebanyak 68 peserta baik kelompok maupun perorangan mulai membatik becak dari pukul 15.00 - 17.00 WIB di gang tua Jalan Kepodang depan Gedung Monod Huis.

Beragam lukisan batik mulai dari corak batik khas Semarangan, gambar gedung Lawang Sewu sampai lukis batik mural. Peserta tak hanya dari kota Semarang ada juga dari Demak, Kendal, sampai Yogyakarta.

Tukang Becak di Kota Lama Semarang. (Foto: Suara.com/Adam Iyasa)

"Minimal mereka punya modal becak yang kita hibahkan untuk mengais pendapatan di Kota Lama. Perlahan nanti mereka akan jadi lokal guide sehingga mereka benar-benar terlibat dalam proses living heritage di Kota Lama Semarang ini," tukasnya. (Adam Iyasa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Plesiran Sejarah Tempo Dulu Bersama Komunitas Jelajah Budaya

Plesiran Sejarah Tempo Dulu Bersama Komunitas Jelajah Budaya

Lifestyle | Sabtu, 10 Maret 2018 | 10:00 WIB

Rumah Tegel Lasem, Saksi Bisu Kejayaan Masa Lampau!

Rumah Tegel Lasem, Saksi Bisu Kejayaan Masa Lampau!

Lifestyle | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 17:49 WIB

Aceh Barat Kembangkan Wisata Sejarah

Aceh Barat Kembangkan Wisata Sejarah

Lifestyle | Kamis, 11 Februari 2016 | 19:17 WIB

Terkini

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 WIB

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

×