Viral Kopi Luwak Mudah Terbakar, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Sabtu, 29 September 2018 | 22:05 WIB
Viral Kopi Luwak Mudah Terbakar, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi kopi luwak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Beberapa hari ini media sosial dan aplikasi chating dihebohkan dengan kiriman video yang memperlihatkan semburan api besar yang berasal dari kopi kemasan. Dalam video tersebut diperlihatkan bagaimana serbuk kopi kemasan, Luwak White Coffee langsung menghasilkan api besar ketika dibubuhkan ke api yang keluar dari korek api gas.

Lebih hebohnya lagi, video tersebut juga menampilkan aksi perbandingan. Yakni serbuk kopi kemasan Luwak White Coffee yang dibubuhkan ke api dengan serbuk kopi merek lain yaitu serbuk kopi hitam Hasilnya, ternyata berbeda. Tak seperti Luwak White Coffee, bubuk kopi hitam tidak menghasilkan semburan api besar.

Dalam video itu terdengar percakapan bahwa  kopi luwak berbahaya karena mengandung mesiu atau zat peledak tertentu sehingga diasumsikan berbahaya bagi kesehatan.

Video viral soal kopi luwak yang mudah terbakar [Instagram @okantv_newsupdate]
Video viral soal kopi luwak yang mudah terbakar [Instagram @okantv_newsupdate]

Setelah ramai video tersebut, kemudian muncul video serupa yang menampilkan aksi sama namun dengan merek kopi kemasan yang lebih banyak. Kopi kemasan yang dijadikan bahan praktik percobaan adalah kopi kemasan yang mengandung krimer. Dan, benar saja si pengunggah memberi kesimpulan bahwa kopi serbuk kopi kemasan yang mengandung krimer memang akan menghasilkan semburan api bila dibakar.

Penjelasan Ilmiah

Penjelasan resmi dari kopi luwak [Instagram @kopiluwakofficial]
Penjelasan resmi dari kopi luwak [Instagram @kopiluwakofficial]

Di Instagram, akun resmi kopi luwak akhirnya angkat bicara. Akun @kopiluwakofficial memposting foto yang berisi penjelasan dari BPOM mengapa krimer itu mudah terbakar.

Penjelasan yang lebih ilmiah juga akhirnya dibuat dari akun Youtube Kimia Sutra yang mempersembahkan tayangan edukasi seputar kuliner dari sudut pandang kimia secara terang benderang memaparkan lebih rinci mengapa krimer bisa menghasilkan semburan api.

Irvan Karta dan Harnaz yang memandu video tersebut menjelaskan, semua bahan powder atau aneka jenis bubuk dan tepung, seperti tepung kanji, tepung sagu, tepung beras, susu, krimer, juga kopi, serta bubuk lainnya, pada dasarnya bisa menghasilakan api yang besar bila dibubuhkan ke api.

“Semua jenis serbuk organik atau berbahan alami memang mangandung bahan ledak tetapi bukan berarti bisa meledak sehingga menjadi berbahaya. Semburan api bisa terjadi karena adanya unsur ledak. Elemen pendukung terjadinya bakaran atau ledakan yaitu ada bahan bakar (tepung), oksigen (udara) dan panas (api). Jadi tidak ada hubungannya bubuk dari bahan alami yang menghasilkan semburan api besar berbahaya bagi kehatan,” jelas Ivan dengan sangat sederhana.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luwak White Koffie Terbakar Dianggap Berbahaya, Hoax !

Luwak White Koffie Terbakar Dianggap Berbahaya, Hoax !

Tekno | Sabtu, 29 September 2018 | 15:14 WIB

Nggak Nyangka, 5 Bumbu Dapur Ini Enak Jadi Campuran Kopi

Nggak Nyangka, 5 Bumbu Dapur Ini Enak Jadi Campuran Kopi

Lifestyle | Jum'at, 28 September 2018 | 19:39 WIB

Demi Persaingan Bisnis, Dunkin Donuts Bakal Ganti Nama

Demi Persaingan Bisnis, Dunkin Donuts Bakal Ganti Nama

Bisnis | Kamis, 27 September 2018 | 06:55 WIB

Terkini

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Banten | Jum'at, 06 November 2026 | 20:57 WIB

×