Perusahaan Jepang Bayar Karyawan Untuk Tidur, Alasannya Cemerlang

Silfa Humairah Utami
Perusahaan Jepang Bayar Karyawan Untuk Tidur, Alasannya Cemerlang
ilustrasi Perusahaan Jepang membayar karyawan untuk tidur. )Shutterstock)

Bagaimana Perusahan Jepang ini bisa menghitung jam tidur karyawan?

Suara.com - Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan jam kerja terpanjang di dunia, beberapa perusahaan mulai menyadari bahwa produktivitas yang baik selaras dengan jam tidur yang baik pula, oleh karena itu, salah satu perusahaan Jepang memberikan poin bagi karyawan mereka yang memiliki tidur cukup.

Perusahaan tersebut adalah perusahaan perencanaan pernikahan yang berbasis di Tokyo, bernama Crazy. Mereka menerapkan sistem remunerasi tidur untuk mendorong karyawannya untuk cukup tidur.

Bekerja sama dengan Airweave, startup khusus dalam teknologi analisis tidur, mereka mencoba memantau pola tidur karyawan lewat aplikasi Analisis Tidur di ponsel cerdas masing-masing.

Cara kerja aplikasi cenderung mudah. Peserta diminta menempatkan ponsel cerdas mereka di tempat tidur dan mengaktifkan aplikasi Analisis Tidur. Aplikasi tersebutlah yang kemudian mengurus sisa pekerjaan penghitungan dilansir Odditycentral.

Perangkat lunak akan melacak gerakan tubuh saat tidur, mengukur kedalaman tidur dan waktu tidur dan aktif setidaknya 6 jam per malam.

Hasilnya, peserta yang memiliki tidur cukup (atau lebih) akan mendapatkan ratusan poin yang dapat dikonversi menjadi yen (100 poin = 100 yen) dan dapat digunakan di kafetaria gedung kantor. Luar biasa.

Perusahaan di Jepang ini berharap bahwa sistem penghargaan tidur cukup ini dapat meningkatkan kebiasaan gaya hidup dan kesehatan keseluruhan karyawan, serta meningkatkan produktivitas mereka.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS