Ini 5 Masalah Cinta Paling Rumit Menurut Milenial

Vania Rossa
Ini 5 Masalah Cinta Paling Rumit Menurut Milenial
Ilustrasi pasangan kekasih. (Pixabay)

Masalah cinta yang bagi beberapa orang terdengar biasa, bagi generasi milenial ternyata sangatlah rumit.

Suara.com - Menemukan cinta memang sulit, dan mempertahankannya jauh lebih sulit. Khusus bagi generasi milenial, masalah cinta seperti ini menjadi sedikit lebih rumit.

“Tidak seperti generasi sebelumnya, generasi milenial tumbuh di dunia yang penuh dengan aplikasi kencan. Mereka tak lagi berkencan dengan seseorang yang sudah dikenal,” kata Tara Griffith, seorang terapis dan pendiri Wellspace SF, komunitas San Francisco yang terdiri dari para terapis berlisensi, ahli gizi, dan pelatih bersertifikat.
“Banyaknya pilihan yang ada, membuat generasi milenial lebih sulit untuk membuat komitmen,” kata Griffith seperti dilansir dari HuffPost.

Dan dalam praktiknya sehari-hari, Griffith membeberkan 5 masalah cinta yang paling sering dialami generasi milenial, dan dianggap paling pelik oleh mereka.

1. Merasa tak ada orang yang cocok dengannya
Generasi milenial mencari kesempurnaan, sehingga membuat mereka jatuh pada persepsi tentang 'pasangan yang sempurna'. Ada ketakutan besar dalam diri mereka kalau-kalau memilih pasangan yang salah.

2. Mempertanyakan esensi menikah
Di usia 20-an, generasi milenial memilih untuk memprioritaskan aspek kehidupan pada pendidikan, karier, travelling, dan pengalaman hidup lainnya. Menikah dan mengikat diri pada satu orang bukanlah pilihan. Beberapa orang mungkin pada akhirnya memutuskan menikah ketika mereka telah mencapai semua yang diinginkan. Namun, mereka pun tak masalah jika hubungan tak kunjung diresmikan dalam pernikahan. Dan, memiliki anak tanpa menikah pun tak lagi menjadi aneh.

3. Tak kunjung mendapat pasangan
Ketika teman-teman seangkatan mulai menikah dan bahkan memiliki anak, beberapa generasi milenial yang lajang merasa resah. Mereka kemudian bertanya-tanya, kenapa dirinya tak kunjung mendapat pasangan.

4. Tak ingin bergantung secara finansial pada pasangan
Uang sering dijadikan penanda kekuatan, sehingga banyak generasi milenial yang tak ingin dikendalikan oleh finansial pasangannya. Oleh sebab itu, para generasi milenial memilih untuk mendiri secara finansial, masing-masing memiliki rekening bank sendiri, dan beberapa ada yang memutuskan untuk menambahkannya dengan membuka satu rekening bersama.

5. Pasangan tak siap menikah
“Saya sudah siap menikah, tapi pasangan saya sepertinya belum siap," itulah salah satu keluhan yang banyak disampaikan oleh generasi milenial. Biasanya, pihak perempuanlah yang lebih dulu siap, sementara si lelaki masih ingin bersenang-senang dengan teman-temannya dan bermain video game.

Jadi, buat kamu yang masuk kategori generasi milenial, adakah di antara masalah di atas yang salah satunya sedang kamu alami saat ini?

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS