Studi Sebut 'Makan Tanah' Bisa Jadi Obat Masalah Obesitas

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Rabu, 16 Januari 2019 | 11:30 WIB
Studi Sebut 'Makan Tanah' Bisa Jadi Obat Masalah Obesitas
Masalah obesitas bisa diatasi dengan 'makan tanah' hingga mengalami penurunan berat badan. [Shutterstock]

Suara.com - Sekelompok peneliti dari University of South Australia mengklaim telah menemukan 'ramuan' yang dapat membuat seseorang yang memiliki masalah obesitas mengalami penurunan berat badan.

Inti dari ramuan tersebut ternyata tanah liat, yang jika dikonsumsi dapat membantu proses penyerapan lemak pada usus.

Para peneliti yang dipimpin oleh kandidat PhD, Tahnee Dening, menyelidiki bagaimana kandungan tanah liat memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap tetesan lemak di usus.

Penemuan tak disengaja itu mengisyaratkan Denning bahwa timnya tengah melakukan sesuatu yang luar biasa, bahkan mungkin dapat menjadi obat untuk masalah obesitas.

"Sungguh menakjubkan. Saya sedang menyelidiki bagaimana kandungan tanah liat tertentu dapat meningkatkan pengiriman oral dan penyerapan obat antipsikotik, ketika saya perhatikan bahwa partikel tanah liat tidak berperilaku seperti yang saya harapkan. Alih-alih menyerap obat, tanah liat justru menarik tetesan lemak dan menyerapnya," kata Tahnee Dening kepada Science Daily.

Nantinya, material tanah liat tidak hanya menjebak lemak di dalam struktur partikel, tetapi juga mencegah lemak agar tidak diserap oleh tubuh dan memastikan lemak melewati sistem pencernaan. "Perilaku unik inilah yang segera memberi isyarat bahwa kita dapat melakukan sesuatu yang signifikan," tambah peneliti asal Australia tersebut.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, peneliti memberi makan tiga kelompok tikus lab yang diet tinggi lemak dengan tiga suplemen penurun berat badan seperti montmorillonit, plasebo, dan orlistat.

Tikus-tikus tersebut dipantau selama dua minggu. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan bahwa tanah liat dan orlistat memiliki efek penurunan berat badan pada tikus, namun tanah liat jauh lebih efektif daripada obat.

"Tanah liat olahan kami memiliki luas permukaan yang luar biasa tinggi yang berarti memiliki kapasitas besar untuk berinteraksi dan menyerap lemak dan minyak yang tercerna yang ada dalam makanan yang kita makan," kata Tahnee Dening.

baca juga

Kata Dening lagi, manusia telah mengonsumsi kotoran selama ribuan tahun, dan meskipun dalam sebagian besar budaya hal tersebut dianggap sebagai gangguan makan, bisa jadi hal tersebut menjadi jawaban melawan masalah obesitas dan mengalami penurunan berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bobotnya 350 Kg, Ini 7 Fakta Wanita Tergemuk di Kalimantan Tengah

Bobotnya 350 Kg, Ini 7 Fakta Wanita Tergemuk di Kalimantan Tengah

Lifestyle | Jum'at, 11 Januari 2019 | 20:10 WIB

Tak Disangka, 3 Mitos Diet Ini Justru Jauhkan Anda dari Berat Badan Ideal

Tak Disangka, 3 Mitos Diet Ini Justru Jauhkan Anda dari Berat Badan Ideal

Health | Jum'at, 11 Januari 2019 | 08:24 WIB

Curahan Hati Perempuan Berbobot 350 Kg di Kalteng untuk Pemerintah

Curahan Hati Perempuan Berbobot 350 Kg di Kalteng untuk Pemerintah

News | Senin, 07 Januari 2019 | 07:32 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×