Perbedaan Deodoran dan Antiperspirant, Sudah Tahu?

Kamis, 14 Februari 2019 | 08:10 WIB
Perbedaan Deodoran dan Antiperspirant, Sudah Tahu?
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Solusi alternatif mengatasi masalah keringat berlebih dan bau badan adalah dengan menggunakan deodoran atau antiperspirant. Lalu, apakah perbedaan deodoran dan antiperspirant?

Keduanya tergolong produk yang cukup efektif dalam menjaga tubuh dari keringat berlebih di tengah aktivitas padat. Namun masih banyak orang yang keliru memahami perbedaan dua produk ini. Kebanyakan malah menganggap produk ini serupa, padahal sebenarnya sangat berbeda.

Jadi apa perbedaan deodoran dan antiperspirant? 

Deodoran

Keringat yang dihasilkan oleh tubuh adalah kinerja dari kelenjar ekrin dan apokrin. Saat tubuh banyak bergerak, suhu tubuh bakal meningkat. Demi menurunkan kembali suhu tubuh, kelenjar ekrin bekerja untuk mengeluarkan air dan garam dari tubuh.

Bau tak sedap yang sering disebut bau badan ini adalah hasil kerja kelenjar apokrin. Kelenjar ini bekerja mengangkut keringat yang mengandung sekresi lemak dan protein dari dalam tubuh ke permukaan tubuh. Lemak dan protein inilah yang kemudian bereaksi dengan bakteri dan menimbulkan bau badan.

Deodoran berfungsi mencegah bau badan. Umumnya, deodoran mengandung triklosan yang bersifat sebagai anti bakteri sehingga bisa mencegah bakteri penyebab bau yang tidak sedap.

Hanya saja, kandungan di dalam deodoran tidak dapat mencegah produksi keringat berlebih. Pemakaian deodoran hanya dapat mencegah bau badan.

Ilustrasi ketiak. (Shutterstock)
Ilustrasi ketiak. (Shutterstock)

Antiperspirant

Baca Juga: Perusahaan Ini Siapkan Jasa Bantuan Mengungkapkan Cinta

Di sisi lain, antiperspirant merupakan produk yang diklaim cukup ampuh dalam mencegah terjadinya keringat berlebih pada area ketiak. Antiperspirant ini akan bekerja secara efektif dengan cara menyumbat kelenjar keringat.

Jadi, jika digunakan secara terpisah, deodoran bertugas mengatasi masalah bau badan, tapi tidak menyelesaikan masalah keringat berlebih. Antiperspirant bisa menyelesaikan masalah keringat berlebih, tapi tidak mengatasi bau badan. Namun, kini banyak produk kerap menggabungkan keduanya guna menuntaskan dua permasalahan sekaligus dalam satu produk.

Nah, itulah perbedaan deodoran dan antiperspirant. Sudah paham?(DewiKu.com/Kintan Sekarwangi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI