Pilih Tempat Menginap, Traveler Sebaiknya Pertimbangkan Hal-hal Ini

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 09 April 2019 | 19:14 WIB
Pilih Tempat Menginap, Traveler Sebaiknya Pertimbangkan Hal-hal Ini
Ragam faktor yang memengaruhi tempat menginap traveler. (Shutterstock)

Suara.com - Pilih Tempat Menginap, Traveler Sebaiknya Pertimbangkan Hal-hal Ini

Liburan ke luar kota, akomodasi untuk penginapan kini semakin banyak. Nah, sebelum memutuskan tempat menginap, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal ini.

Faktanya, traveler saat ini memiliki lebih banyak pilihan akomodasi ketika merencanakan perjalanan mereka, mulai dari hotel, hostel, rumah, apartemen, ataupun guesthouse.

Berdasarakan penelitian Booking.com yang dilakukan terhadap lebih dari 21.500 traveler global menemukan hampir dua pertiga (63%) responden percaya bahwa masa inap mereka menjadi jauh lebih baik karena orang-orang yang mengelola akomodasi.

“Karena perjalanan memiliki banyak elemen, tidak ada satu pendekatan yang tepat untuk menyediakan semua kebutuhan traveler yang berbeda-beda. Penelitian kami mengungkapkan betapa pentingnya bagi pemilik dan manajer akomodasi untuk mendapatkan keseimbangan yang tepat, demi memastikan pengalaman menginap yang paling berkesan – baik di rumah, apartemen, guesthouse, atau jenis properti lainnya,” kata Olivier Grémillon, Vice President di Booking.com.

Akomodasi yang unik seringkali tercermin dalam kepribadian tuan rumah mereka saat tatap muka, atau dalam kesigapan mereka terhadap kebutuhan tamu-tamunya. Misalnya, manajer B&B yang berpengetahuan tentang tips lokal, pemilik apartemen yang memperhatikan setiap detail dari pengalaman tamu, hingga pengelola villa yang berbagi makanan buatan rumah dengan tamu mereka.

Berikut fakta unik pelayanan tuan rumah yang membuat tamu betah menginap yang dirangkum dari rilis Booking.com.

Kehangatan tuan rumah

Tidak mengherankan bila lebih dari setengah (51%) traveler bahkan memilih untuk menginap di akomodasi yang sama lagi terutama karena senang dengan kehangatan tuan rumahnya.

baca juga
Ilustrasi resepsionis hotel. (Shutterstock)
Ilustrasi resepsionis hotel. (Shutterstock)

Peran tuan rumah akan terus menjadi faktor penting bagi traveler yang mencari akomodasi alternative tahun ini. Sebab, lebih dari dua pertiga (69%) responden berencana untuk menginap di akomodasi yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan pemilik atau manajer properti pada tahun 2019.

Interaksi ini terjadi ketika tuan rumah berada di properti setiap hari, atau ketika mereka memberikan sambutan hangat pada saat kedatangan tamu. Penelitian ini juga menemukan bahwa beberapa orang cukup senang hanya dengan disambut hangat dan sederhana.

Memberi banyak informasi

Namun, ada juga tipe traveler yang memiliki ekspektasi tinggi tentang pelayanan dari tuan rumah. Bagi sebagian besar (66%) responden, perasaan seperti di rumah sendiri sangatlah penting.

Ilustrasi turis sedang belanja. [shutterstock]
Ilustrasi turis sedang belanja. [shutterstock]

Sedangkan untuk 62% responden manfaat utama akomodasi dengan tuan rumah adalah mendapatkan informasi 'orang dalam' dari penduduk asli daerah itu. Hampir setengah (45%) responden mengandalkan informasi ini untuk berhemat dan menghindari berbagai jebakan turis.

Terlibat pesta lokal

Selain itu, pemilik atau manajer akomodasi juga diharapkan untuk membawa elemen sosial ke dalam perjalanan tamu. Sebab, sebanyak 44% responden mengaku ingin menambah lingkaran sosial mereka dan berharap diundang ke pesta lokal oleh orang yang mengelola akomodasi.

Pesta barbekyu bersama turis. (Shutterstock)
Pesta barbekyu bersama turis. (Shutterstock)

Namun, semua ini bukan sekadar soal memberi sambutan atau menggelar pesta. Perlu ada keseimbangan untuk memastikan tamu mendapatkan pengalaman terbaik, karena tidak semua orang tertarik untuk terlalu beramah tamah. Lebih dari setengah responden (52%) merasa bahwa mereka hanya perlu melihat tuan rumah mereka sekali saja, dan lebih dari sepertiganya (36%) berharap hanya dihubungi sekali saat check-in dan sekali saat check-out.

Menyeimbangkan antara harapan tamu tentang tuan rumah yang tahu kebutuhan mereka dan batasan dari pelayanan personal ini bisa jadi cukup rumit.

Privasi cukup

Apalagi, sebanyak 69% responden percaya bahwa tuan rumah harus tahu secara intuitif jumlah waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama tamu.

Ilustrasi pasangan bercinta/seks. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan di kamar hotel. (Shutterstock)

Hampir empat dari lima (79%) responden merasa ini adalah cara untuk menghargai kebutuhan tamu akan ruang pribadi dan privasi. Manajer akomodasi dapat mencari hal yang paling disenangi semua traveler secara universal.

Senyum ramah

Senyum hangat bisa menjadi kunci untuk ulasan positif, dengan tiga perempat (75%) responden berharap dapat bertemu seseorang yang ramah pada saat kedatangan. Menawarkan sentuhan pribadi, seperti menghidangkan makanan lezat setempat, juga dapat membuat perbedaan besar.

Ilustrasi pekerja/karyawan kantor. (Shutterstock)
Ilustrasi senyum ramah. (Shutterstock)

Tambahan seperti teh, kopi, dan makanan dapat membantu hampir setengah (45%) responden merasa nyaman dengan lingkungan baru mereka.

Ramah tamah

Keramahtamahan atau hospitality juga dapat memiliki arti yang berbeda di berbagai negara. Ketika melihat hasil berdasarkan kebangsaan, orang-orang di India (84%), Kolombia (80%) dan Brasil (80%) merasa bahwa memastikan tamu diberi makan yang cukup adalah kuncinya (dibandingkan dengan rata-rata global 69%).

Sedangkan Thailand (74%) dan China (60%) merasa penting untuk membuat tamu mereka tetap terhibur (dibandingkan dengan rata-rata global 46%). Sementara, 79% tuan rumah di Italia senang menambah sentuhan personal kecil dengan menciptakan suasana hangat, seperti mengatur perapian atau ruangan yang diterangi lilin (dibandingkan dengan rata-rata global 68%).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tips Biar Liburan ke Hong Kong Hemat Biaya, Penting Buat Traveler

5 Tips Biar Liburan ke Hong Kong Hemat Biaya, Penting Buat Traveler

Lifestyle | Senin, 08 April 2019 | 15:00 WIB

5 Negara dengan Tiket Pesawat Termurah! Nomor 1 Lebih Murah dari DP Motor

5 Negara dengan Tiket Pesawat Termurah! Nomor 1 Lebih Murah dari DP Motor

Lifestyle | Kamis, 28 Maret 2019 | 14:18 WIB

5 Hotel di Lokasi Wisata Bertema Mainan

5 Hotel di Lokasi Wisata Bertema Mainan

Lifestyle | Kamis, 28 Maret 2019 | 07:30 WIB

Terkini

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

×