Meski Miskin, Tukang Sapu Jalanan Ini Sisihkan Gaji Demi Anak Tak Mampu

Vania Rossa, Risna Halidi

Selasa, 16 April 2019 | 12:28 WIB
Meski Miskin, Tukang Sapu Jalanan Ini Sisihkan Gaji Demi Anak Tak Mampu
Ilustrasi tukang sapu jalanan. (Shutterstock)

Suara.com - Kisah ini menyadarkan kita betapa membantu sesama manusia sesungguhnya tak perlu menunggu kaya. Lihatlah kakek asal China bernama Zhao, seorang tukang sapu jalanan asal China yang sudah berusia 58 tahun. Selama 30 tahun bekerja, kakek Zhao berhasil mengumpulkan uang lebih dari 180.000 yuan atau setara Rp 377 juta. Buat apa uang itu? Bukan untuk membeli rumah atau mobil bagi keluarganya, melainkan ia sumbangkan kepada anak-anak dari keluarga miskin.

Sontak perbuatan kakek Zhao itu menjadi perbincangan di masyarakat. Ia dianggap telah menjadi teladan yang baik.

Dilansir dari Oddity Central, selama 30 tahun bekerja sebagai penyapu jalanan di Shenyang, Provinsi Liaoning, China. kakek Zhao selalu menjalani gaya hidup super hemat demi menyisihkan sebagian gajinya.

Sehari-hari, kakek Zhao hanya makan mi rebus. Ia bahkan tidak pernah memiliki pakaian baru dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Gaya hidup minimalis itu juga dipraktikkan oleh anggota keluarganya yang lain dengan tinggal di rumah yang sangat sederhana.

Tukang sapu jalanan asal China sisihkan gaji selama 30 tahun demi anak tak mampu. (Oddity Central)
Tukang sapu jalanan asal China sisihkan gaji selama 30 tahun demi anak tak mampu. (Oddity Central)

Baik istri maupun anak-anak Zhao awalnya tidak mengerti, mengapa Zhao harus susah payah mengumpulkan uang gaji setiap bulan. Tapi itu semua tetap ia jalani karena ia tahu apa yang ia lakukan adalah hal yang benar.

Pernah, ia menjual rumahnya sendiri dan memutuskan tinggal di rumah sewaan.

Istri Zhao bingung, kenapa bisa suaminya memberi uang kepada orang asing padahal keluarganya sendiri hampir tidak punya cukup uang untuk bertahan hidup.

Zhao lalu membawa istrinya ke desa di daerah pegunungan untuk melihat anak-anak yang mendapat sumbangan uang dari Zhao, dan melihat secara langsung kondisi tempat tinggal anak-anak di sana. Mulai saat itu, istri Zhao tidak pernah berdebat lagi.

baca juga

Lalu apa yang memotivasi Zhao melakukan itu semua?

Dilansir dari Oddity Central, dikatakan bahwa Zhao dari dulu akrab dengan kemiskinan. Ayah Zhao meninggal ketika dia masih sangat muda, dan ibu Zhao menderita penyakit mental.

Jadi dari kecil, Zhao hidup dengan mengandalkan kebaikan orang lain. Zhao tahu rasanya menjadi miskin dan tidak berdaya. Di sisi lain, ia selalu mengingat kebaikan penduduk desa dan "makan dari 100 keluarga".

Pengalaman itulah yang membuatnya begitu berdedikasi untuk mengumpulkan uang gajinya untuk membantu anak-anak tidak berdaya.

"Saya dulu seperti anak-anak ini, saya tidak punya cukup makanan dan saya merasa tidak berdaya. Saya ingin membantu mereka mengubah takdir mereka," katanya. Semoga ada banyak kakek Zhao lain di luar sana, ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kamsah Kerja Serabutan Jadi Penyapu Jalanan di Perumahan Elit

Kamsah Kerja Serabutan Jadi Penyapu Jalanan di Perumahan Elit

News | Rabu, 30 Mei 2018 | 10:24 WIB

Premanisme Ancam Pekerjaan PPSU dan PHL di Jakarta

Premanisme Ancam Pekerjaan PPSU dan PHL di Jakarta

News | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 10:43 WIB

PNS Arab Saudi Relakan Bonus untuk Tukang Sapu Jalanan

PNS Arab Saudi Relakan Bonus untuk Tukang Sapu Jalanan

News | Senin, 16 Februari 2015 | 04:00 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×