Minim Tenaga Pengajar Jadi Persoalan Pendidikan di Daerah Tertinggal

Vania Rossa, Amelia Prisilia

Selasa, 21 Mei 2019 | 08:42 WIB
Minim Tenaga Pengajar Jadi Persoalan Pendidikan di Daerah Tertinggal
Masalah pendidikan di daerah tertinggal. (Dok Zenius)

Suara.com - Kesetaraan pendidikan merupakan salah satu persoalan utama daerah tertinggal yang paling kompleks dan begitu terlihat jelas. Beberapa faktor utamanya adalah mutu pelayanan pendidikan yang rendah, tingginya angka putus sekolah, sarana prasarana yang belum memadai, dan minim tenaga pengajar. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap sumber daya manusia di daerah tersebut.

"Persoalan pendidikan di daerah tertinggal tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana prasarana, namun juga rendahnya ketersediaan tenaga pendidik. Selama ini, sebaran tenaga pengajar di daerah tertinggal lebih banyak ada di ibukota kabupaten. Belum lagi masalah kualitas belajar mengajar yang juga perlu diperbaiki," kata Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo.

Ia melanjutkan, salah satu upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal harus dilakukan dengan cara tidak biasa, salah satunya dengan melakukan pendekatan teknologi.

Untuk itu, Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Zenius Education berniat meningkatkan kualitas pendidikan daerah tertinggal, melalui inovasi dan teknologi teranyar.

Secara teknis, Zenius Education akan mendukung lewat pengembangan platform Zenius Prestasi, sebuah teknologi O2O (Online to Offline), di mana hasil belajar dalam kondisi tanpa internet tetap bisa disinkronisasi ketika mendapatkan koneksi internet.

Lewat fitur video belajar yang lengkap, program ini diharapkan dapat membantu siswa untuk belajar dan membantu daerah yang memiliki keterbatasan jumlah guru untuk memantau perkembangan belajar siswa.

"Ini platform digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mempermudah kinerja guru. Program ini menyediakan konten belajar yang melengkapi pelajaran yang diberikan di sekolah, membantu menyederhanakan proses ujian, dan mengurangi beban tugas-tugas administratif guru, sehingga para guru dapat fokus untuk melatih dan mengedukasi siswa," ujar President Zenius Education, Wisnu Subekti.

Proyek rintisan tersebut dimulai di Kabupaten Sambas, salah satu daerah tertinggal yang terletak di wilayah provinsi Kalimantan Barat.

Kabupaten Sambas sendiri merupakan daerah tertinggal yang berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia, kawasan transmigrasi, rawan bencana tinggi, yang masuk dalam kriteria daerah 3T atau Terluar, Terpencil, dan Tertinggal.

baca juga

Tercatat ada 15 sekolah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang menjadi tujuan implementasi kerjasama tersebut, di mana sekolah akan mendapatkan workshop dan pelatihan mengenai HOTS, literasi digital, dan cara menggunakan alat dari program tersebut.

"Melalui kerja sama ini, kami harap dapat diadopsi lebih luas lagi demi meningkatnya produktivitas dan kualitas mengajar guru, tidak hanya di daerah tertinggal tetapi juga di kota-kota besar," tutup Wisnu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deretan 10 Guru Cantik Malaysia Versi Warganet, Terakhir Bikin Kaget

Deretan 10 Guru Cantik Malaysia Versi Warganet, Terakhir Bikin Kaget

Tekno | Sabtu, 18 Mei 2019 | 17:27 WIB

Bikin Tepok Jidat, Ini Jawaban Kocak Murid di Lembar Ujian

Bikin Tepok Jidat, Ini Jawaban Kocak Murid di Lembar Ujian

Tekno | Kamis, 09 Mei 2019 | 06:40 WIB

Auto Durhaka ke Guru, Isi Kutipan di Buku Tahunan SMA Ini Kocak Abis

Auto Durhaka ke Guru, Isi Kutipan di Buku Tahunan SMA Ini Kocak Abis

Tekno | Minggu, 05 Mei 2019 | 13:26 WIB

Terkini

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:25 WIB

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:21 WIB

×