Badan Pengawas Obat dan Makanan Sebut Takjil Sekitar UII Aman Dikonsumsi

Silfa Humairah Utami

Kamis, 23 Mei 2019 | 04:00 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan Sebut Takjil Sekitar UII Aman Dikonsumsi
Badan Pengawas Obat dan Makanan sebut takjil sekitar UII aman dikonsumsi. (Suara,com/Rahmad Ali)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Sebut Takjil Sekitar UII Aman Dikonsumsi.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Yogyakarta melakukan pemantauan terhadap para pedagang takjil di sekitar Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang KM 14.

Dari 23 sampel yang diambil, tidak pedagang yang menggunakan barang-barang berbahaya pada dagangannya.

"Pemantauan untuk makanan takjil ini untuk lokasi di sekitaran UII Jakal, kita mengambil 23 sampel. Dan alhamdulillah semuanya negatif, tidak mengandung bahan berbahaya." kata Kepala Seksi Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Ginanto Rabu (22/05/2019).

Badan Pengawas Obat dan Makanan sebut takjil sekitar UII aman dikonsumsi. (Rahmad Ali)
Badan Pengawas Obat dan Makanan sebut takjil sekitar UII aman dikonsumsi. (Rahmad Ali)

Ginanto mengatakan pihaknya melakan pemantauan di daerah ini karena khawatir dengan pedagang-pedagang nakal yang masih menggunakan borak dan formalin seperti yang ditemukan di pasar Pakem.

"Kami tadi pagi (menyita) sekitar 40 pcs, 40 bungkus blem yang mengandung borax," ujarnya.

Menurut Ginanto borax dan formalin sejauh ini banyak ditemukan pada sejenis bakso dan mie serta teri nasi.

"Selama ini borax formalin itu ketemunya pada sejenis bakso dan mie, kalau di beberapa kesempatan yang lain kita juga menemukan di teri nasi," ujarnya.

Ginanto menambahkan borax dan formalin ditemukan hampir di setiap tempat pemantauan. Berbeda dengan pewarna makanan yang bisa digantikan dengan sirup, borax dan formalin hampir tidak ada penggantinya.

baca juga

Ia juga menghimbau agar warga tidak membeli makanan yang mengandung zat berbahaya, menurutnya dengan tidak membeli dengan sendirinya penjual tidak lagi menggunakan bahan-bahan berbahaya.

"Masyarakat harus memilih dan memilah. Jadi kalau dengan informasi seperti ini tau bahwa teri nasi atau blem itu memang positif mengandung borax dan formalin silahkan untuk tidak menggunakan. Kalau perlu memang jangan kemudian mencari. Pedagang pun akan punya dagangan kalau masyarakat masih mencari," himbaunya.

Sementara itu Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Yogyakarta sebut takjil sekitar UII aman dikonsumsi.

Kontributor : Rahmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manis Hingga Gurih, Ini 4 Menu Takjil Lezat dari Berbagai Negara

Manis Hingga Gurih, Ini 4 Menu Takjil Lezat dari Berbagai Negara

Lifestyle | Rabu, 22 Mei 2019 | 19:46 WIB

Hati- Hati, 5 Makanan Ini Memicu Hasil Positif Tes Narkoba

Hati- Hati, 5 Makanan Ini Memicu Hasil Positif Tes Narkoba

Lifestyle | Rabu, 22 Mei 2019 | 10:41 WIB

Mencecap Jelajah Rasa Kuliner Buka Puasa di Ambarrukmo Food Safari 2019

Mencecap Jelajah Rasa Kuliner Buka Puasa di Ambarrukmo Food Safari 2019

Lifestyle | Sabtu, 18 Mei 2019 | 21:38 WIB

Terkini

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan

3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:25 WIB

×