facebook

Wow, Siswa di India Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah Plastik

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Wow, Siswa di India Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah Plastik
Sekolah di India minta murid bayar dengan plastik (instagram.com/akshar_foundation)

Tak cuma membersihkan plastik dari lingkungan, sekolah ini punya tujuan mulia lain.

Suara.com - Banyaknya sampah plastik yang mengotori Bumi dan membuat kerusakan pada lingkungan telah mendorong banyak orang untuk berinisiatif melakukan perubahan.

Sebagai contoh, banyak orang kini melakukan kampanye untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik dan membawa tas belanja nonplastik.

Tak cuma pertokoan dan rumah makan, sebuah sekolah di India yang bernama Akshar rupanya turut berpartisipasi dalam daur ulang sampah plastik.

Bedanya, sekolah ini menggunakan cara yang unik sekaligus bertujuan mulia.

Baca Juga: Malaysia Mulai Kembalikan 3.000 Ton Sampah Plastik ke Negara Maju

Ya, sebagai ganti uang sekolah, sekolah milik Akshar Foundation ini rupanya memilih untuk meminta murid-muridnya membawa sampah plastik dari rumah untuk membayar biaya pendidikan.

"Kami sudah memimpikan untuk membuat sekolah yang khusus didesain bagi anak-anak di daerah miskin. Kami membuat Akshar segera setelah kami bertemu dan memulai sekolah ini di tahun 2016," kata Mazin Mukhtar soal tujuannya dan sang istri membuat Akshar Foundation seperti dilansir dari Boredpanda.

Sekolah di India minta murid bayar dengan plastik (instagram.com/akshar_foundation)
Sekolah di India minta murid bayar dengan plastik (instagram.com/akshar_foundation)

Awalnya, Akshar sendiri merupakan sekolah gratis. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka pun mulai menemui masalah yang disebabkan oleh sampah plastik.

Hal ini dikarenakan banyak warga setempat yang masih memilih untuk membakar sampah plastik. Asap dari sampah plastik itulah yang dirasa mengganggu anak-anak di sekolah.

Karena masalah sampah plastik itulah, Akshar Foundation akhirnya ikut mendorong warga untuk melakukan daur ulang.

Baca Juga: Bikin Lontong dengan Bungkus Plastik, Ini Risiko Bahayanya

Sayang, saat itu banyak orangtua siswa yang tidak berminat dan enggan bekerja sama.

Komentar