Keren, Mahasiswi ITS Manfaatkan Jamur untuk Mengurai Sampah plastik

M. Reza Sulaiman

Selasa, 09 Juli 2019 | 09:59 WIB
Keren, Mahasiswi ITS Manfaatkan Jamur untuk Mengurai Sampah plastik
Mahasiswi ITS gunakan jamur untuk mengurai sampah plastik. (Dok. VOA Indonesia)

Suara.com - Keren, Mahasiswi ITS Manfaatkan Jamur untuk Mengurai Sampah plastik

Sampah plastik jadi salah satu masalah utama untuk lingkungan saat ini. Tidak hanya mengotori lingkungan, dampak sampah plastik juga bisa mengancam kesehatan.

Menyadari bahaya sampah plastik, sejumlah mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) melakukan penelitian menggunakan jamur untuk mengurai sampah plastik, terutama limbah medis.

Sampah plastik medis dipilih karena tidak semua fasilitas pelayanan kesehatan memiliki sarana pengolahan limbah. Sampah seperti plastik infus dan suntikan terbuang percuma tanpa penanganan, dan sering tercampur dengan sampah domestik.

Mahasiswa Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Anne Dwi Tsamarah mengatakan, dirinya bersama dua rekannya mengembangkan cara mengurai sampah plastik padat yang menumpuk setiap tahunnya, dengan menggunakan kombinasi jamur Aspergillus oryzae dan Trichoderma viride sebagai solusinya.

“Kalau untuk prosesnya kami pertama adalah mendapatkan limbah medis padatnya terlebih dahulu, kemudian kami mempersiapkan jamurnya mulai dari regenerasi hingga membuat kultur padat hingga kultur cairnya. Kemudian setelah jamurnya tumbuh, maka kami akan menggunakan jamur itu untuk mendegradasi limbah medis padat tersebut,” kata Anne Dwi Tsamarah, dilansir VOA Indonesia.

Limbah plastik infus dipilih sebagai salah satu bahan yang diuji coba karena jumlahnya yang cukup banyak, namun penangananya lebih banyak dengan memanaskan dengan suhu tinggi.

Adi Setyo Purnomo, selaku dosen pembimbing di Departemen Kimia ITS mengatakan, penggunaan kombinasi dua jamur yaitu Aspergillus oryzae dan Trichoderma viride bila berhasil akan dapat membantu penanganan limbah plastik secara umum, terutama dengan masuknya sampah plastik impor yang sedang menjadi perhatian nasional.

“Infus ini paling banyak sehingga kita putuskan kita ambil infusnya dulu. Jadi, botol infus kita coba untuk degradasi, sekaligus masalah plastik juga sedang menjadi masalah yang besar. Jadi, sekaligus kita sekalian menguraikan limbah medis juga sekalian limbah plastik,” kata Adi Setyo Utomo.

baca juga
Mahasiswi ITS gunakan jamur untuk mengurai sampah plastik. (Dok. VOA Indonesia)
Mahasiswi ITS gunakan jamur untuk mengurai sampah plastik. (Dok. VOA Indonesia)

Anne Dwi Tsamarah bersama dua rekannya yaitu Lely Dwi Astuti dan Ulfa Miki Fitriana yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa menyebut penggunaan kombinasi dua jamur cukup efektif mendegradasi limbah plastik medis, meski penelitian yang dilakukannya masih terus dikembangkan agar lebih optimal. Pada uji laboratorium yang dilakukan hingga delapan minggu, terjadi pengurangan massa limbah plastik hingga 40 persen.

“Terdapat pengurangan massa memang, dari setiap minggunya itu massa yang berkurang semakin bertambah (banyak), namun memang pada titik waktu tertentu jumlah (plastik limbah medis) yang terdegradasi juga semakin menurun, kenapa, karena masa hidup jamur itu juga ada waktunya,” lanjutnya.

Adi Setyo Purnomo menambahkan, metode biodegradasi ini telah terbukti mampu memecah senyawa berbahaya seperti plastik, yang sangat berbahaya bagi lingkungan bila dibiarkan dibuang sembarangan atau tanpa diproses secara aman.

“Biodegradasi itu merupakan proses untuk memecah senyawa-senyawa yang berbahaya menjadi senyawa yang lebih sederhana atau menjadi yang tingkat toksisitasnya menjadi lebih berkurang, dengan menggunakan mikroorganisme. Jadi pada dasarnya kita menggunakan bakteri atau bisa menggunakan jamur, kemudian bisa kombinasi dari keduanya,” imbuh Adi. [VOA Indonesia]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ingin Ada Sampah Plastik di Bunaken, Jokowi: Biar Wow

Tak Ingin Ada Sampah Plastik di Bunaken, Jokowi: Biar Wow

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2019 | 15:01 WIB

Atasi Sampah, Perusahaan Ini Buat Pengganti Plastik dari Sayuran

Atasi Sampah, Perusahaan Ini Buat Pengganti Plastik dari Sayuran

Lifestyle | Rabu, 26 Juni 2019 | 11:49 WIB

Segini Banyaknya, Pemotor Trail Angkut Sampah Plastik dari Hutan

Segini Banyaknya, Pemotor Trail Angkut Sampah Plastik dari Hutan

Otomotif | Selasa, 25 Juni 2019 | 17:57 WIB

Terkini

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×