Semua Makanan di Restoran Ini Terbuat dari Serangga, Berminat Coba?

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Semua Makanan di Restoran Ini Terbuat dari Serangga, Berminat Coba?
Ilustrasi seorang perempuan memakan serangga. [Shutterstock]

Restoran serangga itu akan buka hingga 2020 nanti.

Suara.com - Sebuah restoran pop-up baru saja dibuka di Cape Town, Afrika Selatan bulan lalu. Restoran tersebut sukses menarik perhatian, lantaran semua makanan yang disajikan berbahan dasar serangga.

Dinamai The Insect Experience, restoran ini menyajikan aneka makanan mewah namun sebenarnya dibuat dari serangga.

Salah satu contohnya adalah kroket yang terbuat dari larva lalat hitam, atau polenta yang dibuat dari tepung ulat, juga biskuit ulat.

Uniknya, meski terbuat dari serangga, tampilan makanan di restoran ini jauh dari kata menjijikkan.

The Insect Experience sendiri berharap mereka dapat membawa "serangga sebagai sumber makanan di Cape Town lewat cara yang stylish, inovatif, dan penuh eksperimen" seperti dikutip dari Travel and Leisure.

Restoran Sajikan Menu Serba Serangga (instagram.com/gourmetgrubb)
Restoran Sajikan Menu Serba Serangga (instagram.com/gourmetgrubb)

"Sejak aku mulai bereksperimen dengan tepung berbahan dasar serangga dan mengutak-atik makanan dan menyembunyikannya secara ahli, aku menyadari bahwa serangga jadi lebih mudah dimakan," ujar chef Mario Barnard. "Kami mencoba untuk menyajikannya semenarik mungkin agar lebih mudah dimakan."

Selain koki Mario Barnard, ilmuwan makanan Leah Bessa juga turut membantu dengan cara membuat pengganti susu dari serangga yang dinamai EntoMilk.

EntoMilk ini lantas digunakan untuk membuat es krim serangga yang dinamai Gourmet Grubb.

"Ini adalah alternatif sumber protein yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi jejak karbon di Bumi," ujar Barnard. "Kami ingin menunjukkan pada orang-orang jika (serangga) tidak terlalu buruk, dan memiliki kandungan serat, protein, magnesium tinggi... ini adalah makanan super."

Sebagian besar serangga yang mereka pakai berasal dari Afrika Selatan, sementara sisanya dari Zimbabwe.

The Insect Experience awalnya direncanakan tutup Agustus 2019, namun akan diperpanjang satu tahun karena kesuksesannya.

Ada yang berani mencoba?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS