Bertabur Mutilasi Kepala Boneka, Ini Jalur Pendakian Terseram di Dunia

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 20:44 WIB
Bertabur Mutilasi Kepala Boneka, Ini Jalur Pendakian Terseram di Dunia
Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/gonzo5699)

Suara.com - Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar kata boneka? Biasanya, boneka dikaitkan dengan sesuatu yang imut dan menggemaskan.

Namun, ada kalanya pula boneka berhubungan dengan sesuatu yang menyeramkan. Sebut saja museum yang menampung boneka Annabelle, atau Pulau Boneka di Meksiko.

Hal serupa juga berlaku bagi jalur pendakian bernama Doll's Head Trail di Atlanta, Georgia.

Bukannya menyenangkan, kehadiran boneka di jalur pendakian ini dijamin dapat membuat bulu kuduk para travelers merinding karenanya.

Dilansir dari laman CNN, Doll's Head Trail memang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian yang aneh.

Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/georgiabuckphotography)
Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/georgiabuckphotography)

Diselubungi pepohonan, jalur pendakian ini sebenarnya terletak di tengah kota.

Namun, karena lebatnya pepohonan yang ada, para pendaki di sini tidak akan bisa mendengar suara keramaian kota dan pabrik yang sebenarnya berada di dekat sana.

Yang ngeri, beberapa kepala boneka di sini juga dipajang dengan pesan tulisan tangan.

Salah satunya adalah boneka kepala seorang kapten yang terlihat membawa tulisan, "O, CAPTAIN! MY CAPTAIN" di dekatnya.

Baca Juga: Kompak, Warganet Bantu Balita yang Kehilangan Boneka saat Liburan di Jepang

Doll's Head Trail sendiri rupanya dibuat oleh Joel Slaton, seorang tukang kayu di Atlanta yang menyadari dirinya memiliki banyak waktu luang setelah mengalami krisis ekonomi.

Di tahun 2011, Joel Slaton pernah mendaki di daerah sana dan menemukan boneka, sepeda bekas, dan peralatan lain yang sudah usang.

Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/princesameliss)
Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/princesameliss)

"Jalur pendakian ini awalnya menjadi candaan bagi beberapa orang yang pergi cukup jauh untuk menemukannya," jelas Joel Slaton.

Sementara, boneka dan barang-barang bekas tersebut rupanya pertama berasal dari sampah yang dibuang sembarangan serta proses pembersihan sungai.

"Sekarang, jalur pendakian ini adalah seni publik, dibuat oleh publik. Pajangan yang ada sudah berubah seiring berjalannya waktu, baik karena dicuri atau vandalisme."

Tidak heran, Joel Slaton pun berpendapat bahwa satu-satunya yang dapat melindungi keunikan jalur pendakian tersebut adalah kesadaran para pengunjung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI