Bertabur Mutilasi Kepala Boneka, Ini Jalur Pendakian Terseram di Dunia

Galih Priatmojo | Amertiya Saraswati
Bertabur Mutilasi Kepala Boneka, Ini Jalur Pendakian Terseram di Dunia
Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/gonzo5699)

Di sepanjang jalan, tubuh boneka yang dimutilasi siap menemani pendaki.

Suara.com - Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar kata boneka? Biasanya, boneka dikaitkan dengan sesuatu yang imut dan menggemaskan.

Namun, ada kalanya pula boneka berhubungan dengan sesuatu yang menyeramkan. Sebut saja museum yang menampung boneka Annabelle, atau Pulau Boneka di Meksiko.

Hal serupa juga berlaku bagi jalur pendakian bernama Doll's Head Trail di Atlanta, Georgia.

Bukannya menyenangkan, kehadiran boneka di jalur pendakian ini dijamin dapat membuat bulu kuduk para travelers merinding karenanya.

Dilansir dari laman CNN, Doll's Head Trail memang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian yang aneh.

Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/georgiabuckphotography)
Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/georgiabuckphotography)

Diselubungi pepohonan, jalur pendakian ini sebenarnya terletak di tengah kota.

Namun, karena lebatnya pepohonan yang ada, para pendaki di sini tidak akan bisa mendengar suara keramaian kota dan pabrik yang sebenarnya berada di dekat sana.

Yang ngeri, beberapa kepala boneka di sini juga dipajang dengan pesan tulisan tangan.

Salah satunya adalah boneka kepala seorang kapten yang terlihat membawa tulisan, "O, CAPTAIN! MY CAPTAIN" di dekatnya.

Doll's Head Trail sendiri rupanya dibuat oleh Joel Slaton, seorang tukang kayu di Atlanta yang menyadari dirinya memiliki banyak waktu luang setelah mengalami krisis ekonomi.

Di tahun 2011, Joel Slaton pernah mendaki di daerah sana dan menemukan boneka, sepeda bekas, dan peralatan lain yang sudah usang.

Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/princesameliss)
Jalur Pendakian Doll's Head Trail (instagram.com/princesameliss)

"Jalur pendakian ini awalnya menjadi candaan bagi beberapa orang yang pergi cukup jauh untuk menemukannya," jelas Joel Slaton.

Sementara, boneka dan barang-barang bekas tersebut rupanya pertama berasal dari sampah yang dibuang sembarangan serta proses pembersihan sungai.

"Sekarang, jalur pendakian ini adalah seni publik, dibuat oleh publik. Pajangan yang ada sudah berubah seiring berjalannya waktu, baik karena dicuri atau vandalisme."

Tidak heran, Joel Slaton pun berpendapat bahwa satu-satunya yang dapat melindungi keunikan jalur pendakian tersebut adalah kesadaran para pengunjung.

Di sisi lain, Slaton menyatakan jika ornamen boneka favoritnya adalah rumah peri yang dibuat secara anonim beberapa bulan silam.

Apa kamu tertarik juga untuk mendaki dan menambahkan koleksi kepala boneka di sini?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS