Ilmuwan Sukses Ciptakan Embrio Badak Putih Utara yang Hampir Punah

Ade Indra Kusuma
Ilmuwan Sukses Ciptakan Embrio Badak Putih Utara yang Hampir Punah
Sudan, seekor badak putih jantan terakhir di dunia mati pada 20 Maret 2018 akibat komplikasi penyakit karena usia tua di Ol Pejeta Conservancy di Kenya tengah. [Potentash]

Para ilmuwan berharap bisa menciptakan sekurangnya lima kawanan badak.

Suara.com - Ilmuwan Sukses Ciptakan Embrio Badak Putih Utara yang Hampir Punah.

Kepunahan banyak spesies dari badak yang kian sulit dihindari menggenjot pemikiran para ilmuwan untuk sesegera mungkin menciptakan solusi agar anak cucu di masa depan masih bisa melihat badak.

Para ilmuwan dikabarkan telah berhasil menciptakan dua embrio badak putih utara yang hampir punah.

"Hari ini kita mencapai tonggak penting di tengah-tengah kesulitan yang memungkinkan kita merencanakan langkah masa depan dalam program penyelamatan badak putih utara," kata Thomas Hildebrandt dari Institut Leibniz untuk Penelitian Kebun Binatang dan Satwa Liar di Jerman seperti mengutip VOAIndonesia.

Lembaga ini merupakan bagian dari tim ilmuwan internasional dan pelestari lingkungan yang berlomba-lomba menyelamatkan binatang raksasa yang langka itu.

Badak [shutterstock]
Badak [shutterstock]

Sel telur badak dipanen dari dua betina terakhir yang masih hidup. Sel-sel telur itu disuntik dengan sperma beku pejantan yang sudah mati.

Embrio dari badak putih utara itu akan dipindahkan pada induk pengganti, badak putih selatan.

Para konservasionis berharap bisa menciptakan sekurangnya lima kawanan binatang itu yang bisa dilepas kembali ke alam bebas di Afrika.

Badak putih jantan utara yang terakhir, Sudan, mati tahun lalu pada usia 45 tahun. Badak putih jantan ini terkenal di dunia internasional pada tahun 2017 ketika dinobatkan sebagai "Pejantan Paling Layak di Dunia" pada aplikasi kencan Tinder sebagai bagian dari upaya penggalangan dana penyelamatan badak putih.

"Lima tahun yang lalu sepertinya produksi embrio badak putih utara hampir tidak mungkin bisa dicapai tapi hari ini kita memilikinya," kata Jan Stejskal, direktur komunikasi di Kebun Binatang Dvur Kralove di Republik Ceko, tempat dimana dua badak betina terakhir dilahirkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS