Angklung dan Egrang Hebohkan Indonesia - Japan Festa 2019

Fabiola Febrinastri

Minggu, 06 Oktober 2019 | 12:25 WIB
Angklung dan Egrang Hebohkan Indonesia - Japan Festa 2019
Pembukaan Indonesia - Japan Festa 2019 berlangsung meriah, Sabtu (5/10/2019) pagi. (Dok : Kemenpar)

Suara.com - Pembukaan Indonesia - Japan Festa 2019 berlangsung meriah, Sabtu (5/10/2019) pagi. Panitia berhasil menorehkan kesan terbaik lantaran pengunjung diajak serta bermain angklung.

Semua tampak antusias membunyikan alat musik tradisional tersebut. Selain itu,
egrang dengan kostum karnaval berbentuk burung Garuda juga jadi perhatian.

Selain Konjen RI di Osaka, Mirza Nurhidayat, pembukaan dihadiri pula oleh Director of Internasional Osaka City Gov, Aya Wada, Executive Director of International Relations Osaka Prefectural Government, Harimoto dan Kepala Bidang Pemasaran Area I Taufik Nurhidayat.

Mirza mengatakan, permainan angklung menjadi bentuk konsistensi, bahwa Indonesia - Japan Festa 2019 merupakan wadah untuk menampilkan beragam pertunjukan budaya, termasuk produk-produk ekonomi kreatif.

Seperti diketahui, Indonesia - Japan Festa 2019 berlangsung selama dua hari, yaitu 5 - 6 Oktober. Kegiatan dipusatkan di Minato-Machi Riverplace Plaza Namba Hatch, Osaka.

"Selain angklung, banyak pertunjukan seni budaya lain yang ditampilkan. Kita berharap, semua dapat menarik masyarakat Jepang, yang akhirnya membuat mereka tergugah untuk berkunjung ke Indonesia. Kemenpar juga mempersembahkan dukungan kepada kami dengan menghadirkan tim kesenian, penampilannya pun sangat apik. Ada Egrang perkusi lagu moshimo mata Otsuka, Tari Ofalangga (NTT), Tari perkusi Nusantara Gemufamire," katanya..

Mirza menambahkan, Indonesia - Japan Festa sudah memasuki tahun kedua. Ia berharap, event ini akan selalu digelar dan menjadi besar dari tahun ke tahun.

Menurutnya, masyarakat Jepang memang harus disentuh secara personal. Dengan cara itu, mereka akan cinta pada Indonesia dan selalu ingat dengan turun temurun.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya menjelaskan, angklung adalah alat musik tradisional dari Jawa Barat. Alat musik ini terbuat dari bambu, dan dibunyikan dengan cara digoyangkan dengan tangan. Setelah digoyang, maka bunyi akan keluar yang disebabkan oleh benturan badan pipa bambu.

baca juga

"Bunyi yang bergetar menghasilkan susunan nada 2, 3, sampai 4 dalam setiap ukuran. Angklung sendiri memiliki beragam ukuran, dari kecil hingga besar. Saat ini, alat musik angklung sudah cukup mendunia. Banyak warga asing yang tertarik dan belajar memainkannya," ungkap Nia.

Yang membanggakan, angklung merupakan alat musik yang diakui menjadi "Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia" oleh UNESCO. Meskipun berasal dari Jabar, ada banyak jenis angklung di Indonesia, seperti angklung Bali, angklung Banyuwangi, angklung Gubrag, dan lain-lain.

"Ini sangat bagus. Mengangkat kembali angklung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Ini semakin menyadarkan kita semua akan kekayaan budaya Indonesia, juga mampu menumbuhkan rasa bangga dan cinta pada budaya bangsa Indonesia terutama angklung," kata Nia, yang juga diamini Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpar, Ardi Hermawan.

Ardi menambahkan, menggunakan angklung sebagai pembukaan acara sama saja melestarikan dan meregenerasikan angklung di dunia.

"Ini semakin menyadarkan kita akan kekayaan budaya dan daya tarik pariwisata yang kita miliki, di samping menaikkan nama angklung, sehingga makin mendunia," kata Ardi.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga mengapresiasi acara pembukaan yang sangat Indonesia banget.

"Kegiatan ini dapat dijadikan sarana untuk lebih memasyarakatkan angklung. Dengan makin berkembangnya budaya, maka akan semakin berkembang juga pariwisata. Budaya merupakan sarana yang baik dalam menjaring wisatawan. Saya yakin gaung angklung makin menggema di dunia. Imbasnya budaya Indonesia makin dikenal dan dapat menjaring wisatawan untuk datang," katanya.

Menurut Arief, budaya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, hal itu menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis.

"Laku dijual untuk turis mancanegara," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keindahan Jawa Barat akan Dieksplorasi di BNI - ITB Marathon 2019

Keindahan Jawa Barat akan Dieksplorasi di BNI - ITB Marathon 2019

Lifestyle | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 11:30 WIB

Mau Berpetualang Lintasi 5 Gunung? Ayo Ikut MesaStila 100!

Mau Berpetualang Lintasi 5 Gunung? Ayo Ikut MesaStila 100!

Lifestyle | Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:14 WIB

Wisata Bandung, Ini Event Selama Oktober - November 2019

Wisata Bandung, Ini Event Selama Oktober - November 2019

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 12:50 WIB

Indonesia Jadi Negara Terbaik untuk Nikmati Hidangan Vegetarian

Indonesia Jadi Negara Terbaik untuk Nikmati Hidangan Vegetarian

Lifestyle | Selasa, 01 Oktober 2019 | 09:21 WIB

Di Danau Toba, Wisatawan Oman ke Bukit Holbung dan Bakar Kambing

Di Danau Toba, Wisatawan Oman ke Bukit Holbung dan Bakar Kambing

Lifestyle | Senin, 30 September 2019 | 09:58 WIB

Kirab Budaya Malang Beach Festival 2019 Ramaikan Kepanjen

Kirab Budaya Malang Beach Festival 2019 Ramaikan Kepanjen

Lifestyle | Minggu, 29 September 2019 | 10:44 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×