Demi Permintaan Terakhir, Pria Ini Gelar Pernikahan di Pemakaman Calonnya

Rima Sekarani Imamun Nissa
Demi Permintaan Terakhir, Pria Ini Gelar Pernikahan di Pemakaman Calonnya
Ilustrasi pengantin pria. (pixabay/free photos)

Sungguh hari pernikahan yang bernuansa kelabu.

Suara.com - Hari pernikahan umumnya penuh suka cita. Namun, suasana sendu dan kelabu justru menyelimuti upacara pernikahan pria asal China.

Melansir AsiaOne, pria bernama Xu ternyata menikahi kekasihnya yang sudah meninggal, Minggu (20/10/2019) kemarin. Tentu saja hatinya sedang sangat berduka.

Demi memenuhi permintaan terakhir sang pujaan hati, dia mengubah ruang duka pemakanan menjadi lokasi pernikahan.

Layaknya pasangan pengantin pada umumnya, Xu tampak mengenakan setelan tuxedo, lengkap dengan dasi kupu-kupu. Sang mempelai wanita, Yang, juga memakai gaun putih. Namun, dirinya telah terbujur kaku di sebuah peti terbuka.

Selain itu, bukan janji suci untuk hidup bahagia bersama selamanya yang terucap, melainkan ungkapan selamat tinggal terakhir kepada pengantin wanita.

Sebenarnya, pasangan ini sudah mendaftarkan pernikahan mereka pada 2013 lalu. Namun, kala itu mereka menunda upacara pernikahan karena Yang mulai mengeluh sakit pada payudara kanannya.

Wanita yang saat itu berusia 28 tahun tersebut didiagnosis menderita kanker payudara. Dia bahkan diberi tahu cuma punya sisa waktu lima tahun.

Demi Permintaan Terakhir, Pria Ini Gelar Pernikahan di Pemakaman Calonnya - 1
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Walau begitu, Yang tidak putus asa. Selama beberapa tahun dia berjuang melawan kanker, termasuk menjalani kemoterapi dan prosedur medis lainnya. Dia juga cukup aktif di media sosial Weibo dengan berbagi dokumentasi perjalanannya untuk sembuh serta menyemangati sesama pasien kanker.

Merasa adanya tanda kesembuhan, Yang dan Xu pun kembali merencanakan hari pernikahan mereka. Sayangnya, penyakit kanker Yang datang menyerang lagi pada 2018 kemarin.

Kali ini, kanker juga lebih cepat menyebar ke bagian lain di tubuhnya, tidak hanya payudara. Pada akhirnya, Yang kalah dari penyakit tersebut.

Seolah menyadarinya hidupnya tak lama lagi, Yang sering mengatakan kepada orang-orang yang dia sayangi agar tidak menangisi kepergiannya. Namun, setelah Yang benar-benar menghembuskan napas terakhir, tentu saja itu bukan hal mudah.

Ilustrasi pasangan. (Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)
Ilustrasi pasangan. (Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)

"Saya tahu saya berjanji kepadamu bahwa saya tidak akan menangis. Tapi maaf, saya tidak bisa melakukannya," ungkap Xu.

Xu mencoba sekuat tenaga untuk untuk tidak meneteskan air mata saat menggelar pernikahan yang begitu diimpikan Yang. Namun, ketika Yang sudah harus dibawa pergi untuk dikremasi, tangisnya pecah begitu saja.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS