Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel dengan Karya Mendunia

Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona
Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel dengan Karya Mendunia
Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel. (Instagram/@bangdzoel)

Mulut, hidung, dan ujung tangan ia gunakan untuk memutar lensa, mengganti baterai, dan menopang body kamera.

Suara.com - Ketika membuka feed di akun Instagram @bangdzol_ pasti Anda akan yakin bahwa hasil-hasil foto dengan jumlah ribuan like itu merupakan hasil karya fotografer profesional tanpa keterbatasan apapun.

Namun, ketika melihat beberapa foto seorang penyandang difabel, barulah Anda bertanya-tanya, apakah lelaki tanpa tangan dan kaki itulah yang menghasilkan foto-foto menawan tersebut?

Ya, Ahmad Zulkarnain adalah nama asli pemilik akun dengan user name @bangdzol_. Ia adalah seorang penyandang disabilitas yang terlahir tanpa tangan dan kaki lengkap sekitar 27 tahun silam. Lelaki asal Banyuwangi tersebut kini dikenal berkat karya-karya fotonya yang pernah disorot media internasional.

Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel. (Suara.com/Vessy Frizona)
Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel. (Suara.com/Vessy Frizona)

Perjalanan Bang Zoel untuk menjadi fotografer seperti sekarang ini tidaklah mudah. Bahkan sejak lahir ia nyaris ditinggalkan mendiang ibunda. Kendati begitu ia tidak pernah menyimpan dendam.

"Saya lahir sudah seperti ini (difabel). Waktu bayi, bahkan orangtua saya tidak terima, saya dimasukkan ke kantong plastik karena akan dibuang. Beruntung ada saudara yang mau merawat, tapi nggak lama diambil lagi sama ibu," ucapnya saat ditemui Suara.com di sela kunjungannya ke Jakarta.

Sebelum menjadi fotografer, Ahmad Zulkarnain bekerja sebagai penjaga warnet (warung internet). Ketertarikannya terhadap fotografi berawal dari pekerjaan sampingan yang diberikan bos untuk memotret pas foto pelanggan. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, ia mencoba mengoperasikan kamera.

"Jadi fotografer KTP. Sejak saat itu saya tertarik dengan kamera dan ingin punya sendiri. Kalau mengandalkan gaji saat itu sulit terbeli rasanya," sambung dia.

Bang Zoel pun akhirnya pindah kerja. Pria yang pernah memimba ilmu hukum di Universitas 17 Agustus 1945 ini memutuskan bekerja di kantor advokat. Di sanalah ia berani mencicil kamera.

"Saya memberanikan diri mencicil kamera Canon 1100D. Dari harga Rp 5,5 juta menjadi Rp 7,5 juta karena dicicil. Dengan kamera itu saya belajar mengulik kamera. Saya beradaptasi sekitar 5 bulan. Saya operasikan pakai mulut, hidung, dan ujung tangan untuk memutar lensa, mengganti baterai, menopang body kamera, hingga mengganti memori card," bebernya panjang lebar.

Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel. (Instagram/@bangdzoel)
Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel. (Instagram/@bangdzoel)

Dengan kamera yang ia miliki, Ahmad Zulkarnain bercita-cita bisa berkeliling dunia untuk memotret segala keindahan yang ada di bumi ini. Impiannya pun kini perlahan terwujud. Hasil karya fotonya disorot media asing.

"Tahun 2017, media internasional Al Jazeera menceritakan kisah kehidupan saya. Al Jazeera mengunggah video berdurasi 4,10 menit di akun Twitternya, @AJEnglish. CNN juga," bebernya.

Sejak itu, ia mulai dikenal. Bahkan Darwis Triadi, fotografer ternama Indonesia ikut menghubunginya. Jalan itu pun membuka kesempatan bagi Ahmad Zoel untuk memamerkan hasil karyanya ke beberapa negara. Seperti Turki dan Brasil.

Atas segala yang telah ia dapat hingga saat ini, Zoel mengungkapkan bahwa keterbatasan yang dipikul sejak lahir tak boleh menjadi batasan untuk melakukan apa saja yang ia inginkan dan cita-citakan. Bang Zoel mengatakan, jadi apa pun bisa karena ada banyak cara untuk melakukannya.

“Menurut saya, keterbatasan adalah suatu hal yang kita ciptakan sendiri. Apabila kita tidak memberikan ruang gerak bagi diri kita untuk membuktikan potensi kita, maka kita tidak akan bisa melakukan hal-hal yang hebat," tuntasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS