Soeharto Mengeliminasi Soekarno lewat Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Arsito Hidayatullah, Husna Rahmayunita

Senin, 10 Februari 2020 | 22:05 WIB
Soeharto Mengeliminasi Soekarno lewat Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Buku Mikul Dhuwur Mendhem Jero karangan Handri Raharjo dan Irawan Jati. (Suara.com/Husna Rahmayunita)

Suara.com - Terjadi gejolak pemerintahan RI di masa peralihan kepemimpinan Soekarno ke Soeharto pada tahun 1965. Apalagi dengan selentingan kudeta yang menyeruak di balik situasi tersebut.

Saat itu, Indonesia di ambang kepiluan di mana situasi politik, ekonomi dan sosial begitu tidak stabil. Hingga pada akhirnya, pemerintahan resmi berganti menjadi Orde Baru di bawah kendali Soeharto pada 27 Maret 1968.

Semasa kepemimpinan Soeharto itulah, terungkap berbagai pertentangan dengan pemerintahan sebelumnya. Meski Soekarno mencetuskan beragam gagasan, tak semuanya bisa diterima oleh Soeharto, seperti soal Freeport, Ganefo dan seruan Ganyang Malaysia.

Pemerintahan Soeharto kemudian disebut-sebut berusaha menghapuskan nama Soekarno dari Indonesia yang kemudian dikenal dengan istilah "desukarnoisasi". Mulai dari kebijakan, ide-ide, simbol-simbol, sejarah, hingga kontribusi Soekarno pada lahirnya Pancasila, berusaha direduksi dan dimanipulasi.

Siasat penghapusan nama Soekarno di pemerintahan Soeharto itulah yang kemudian diungkap lewat buku "Mikul Dhuwur Mendhem Jero" karangan Handri Raharjo dan Irawan Jati. Buku ini diterbitkan pada 2018.

Mikul Dhuwur Mendhem Jero merupakan falsafah Jawa yang konon dipegang Soeharto seumur hidup, sekaligus taktik yang digunakan untuk melengserkan lawan. Falsafah tersebut bermakna "selalu mengenang atau menunjukkan hal-hal yang baik tentang leluhurnya dan menyembunyikan dalam-dalam aib leluhurnya".

Tak hanya mengupas pertentangan Soekarno dan Soeharto, buku ini juga mengisahkan kesamaan situasi semasa pemerintahan keduanya di Indonesia. Tak ayal, dengan paparan lengkap tersebut, Mikul Dhuwur Mendhem Jero bisa dijadikan referensi bagi mereka  yang memiliki ketertarikan dengan dunia politik Indonesia khususnya semasa Demokrasi Terpimpin hingga Orde Baru.

Yang mau baca, bukunya ada di sini.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NH Dini Bicara Kehidupan sebelum Dijemput Ajal lewat Gunung Ungaran

NH Dini Bicara Kehidupan sebelum Dijemput Ajal lewat Gunung Ungaran

Lifestyle | Sabtu, 04 Januari 2020 | 09:36 WIB

Seni Menipu ala Sun Tzu dalam Taktik Perang

Seni Menipu ala Sun Tzu dalam Taktik Perang

Lifestyle | Jum'at, 03 Januari 2020 | 14:48 WIB

Tabir Tak Kasat Mata Bumi Mataram Terungkap lewat Jogja Hidden Story

Tabir Tak Kasat Mata Bumi Mataram Terungkap lewat Jogja Hidden Story

Lifestyle | Jum'at, 03 Januari 2020 | 14:38 WIB

Nietzsche Bicara Nihilisme hingga Dukungan untuk Penguasa

Nietzsche Bicara Nihilisme hingga Dukungan untuk Penguasa

Lifestyle | Jum'at, 03 Januari 2020 | 14:46 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×