alexametrics

Suwe Ora Jamu, Siap Bawa Jamu Melejit Hingga Mancanegara

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Suwe Ora Jamu, Siap Bawa Jamu Melejit Hingga Mancanegara
Suwe Ora Jamu. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Hingga saat ini, ada 9 varian jamu yang berhasil diproduksi dan diinovasikan oleh Suwe Ora Jamu.

Suara.com - Jamu memang minuman khas nusantara, yang dikenal memiliki khasiat. Tapi dibanding minuman kekinian seperti kopi hingga boba, jamu bisa saja mudah tenggelam.

Berkaca dari itu, Suwe Ora Jamu selaku produsen jamu sekaligus komunitas pelestari jamu, tidak pernah berhenti mendorong dan menjaga eksistensi jamu untuk melesat atau berdiri pada tempatnya. Tepat pada 25 Februari 2020 lalu, Suwe Ora Jamu sudah berdiri selama 7 tahun lamanya.

Nova Dewi Setiabudi, CEO Founder Suwe Ora Jamu. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Nova Dewi Setiabudi, CEO Founder Suwe Ora Jamu. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Menceritakan kembali gerakan Suwe Ora Jamu tanggal 25 Februari ulang tahun ke-7, kami rayakan jamu senang jamu bisa dikenal kembali bisa lebih didekatkan lagi ke anak-anak generasi penerusnya harus menjaga dan merawat jamu ke anak-anak milenial Indonesia," ujar Nova Dewi Setiabudi, CEO Founder Suwe Ora Jamu di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020).

Proses 'perawatan' jamu dilakukan dengan menyebarkan pengetahuan tentang segala hal tentang jamu. Seperti misalnya cara meracik jamu, pameran seni, kemasan jamu, dan sebagainya.

Baca Juga: Minum Jamu Bisa Bikin Sakit Ginjal dan Mandul, Mitos atau Fakta?

"Kita mau ke depannya mewadahi teman-teman mau bereksplorasi jamu, di sini kita bisa belajar kelas meracik jamu, kelas memulai bisnis jamu, bagaimana mengemas reblanding ulang merk-merk yang sudah ada dikenalkan kembali ke masyarakat sekeliling kita kenal dulu," jelas Nova.

Nova sendiri berharap dengan upaya regenerasi ini, tidak lagi ada persepsi jamu adalah sesuatu yang kolot, tua ataupun ketinggalan zaman. Tapi, dengan kemasan baru, racikan baru, jamu bisa kembali hits di tengah kalangan milenial.

Suwe Ora Jamu. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Suwe Ora Jamu. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Dari sisi edukasi memperkenalkan jamunya, teman-teman jamu itu mainsetnya tua, tapi di-refresh lagi spiritnya dari teman-teman generasi muda," terang Nova.

Agar jamu tetap lestari, kata Nova, tidak bisa hanya berjalan dan bergerak sendiri, tapi juga harus menggandeng berbagai elemen dan komunitas. Seperti komunitas organik, edukasi di dalam maupun luar negeri, supaya jamu tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga luar negeri.

"Komunitas sama-sama mempuyai visi selalu belajar filosofi tentang menulis, belajar tentang komunitas jamu, komunitas edukasi di pelosok-pelosok, ada komunitas organik Indonesia, nggak bisa jamu saja, ngenalinnya bersama-sama," jelasnya

Baca Juga: Punya Cita Rasa Unik, Jamu Indonesia Berpotensi Besar untuk Mendunia

"Suwe ora jamu adalah satu gerakan sama-sama membawa lagi suwe ora jamu untuk Indonesia, semua untuk Indonesia, jadi tidak hanya di Indonesia tapi di mancanegara," sambungnya.

Setidaknya ada 9 varian jamu yang berhasil diproduksi dan diinovasikan oleh Suwe Ora Jamu, yakni Kunyit Asem, Rosella, Beras kencur, Alang-alang, Wedang Jahe, Kayu Manis Strus, Temulawak Rempah, Sereh Telang, dan Asem Jawa.

Komentar