Traveling di Tengah Wabah Corona Covid-19, Hindari Datang Ke Tempat Ini

Vania Rossa

Kamis, 12 Maret 2020 | 10:51 WIB
Traveling di Tengah Wabah Corona Covid-19, Hindari Datang Ke Tempat Ini
Ilustrasi traveling di tengah wabah corona. [shutterstock]

Suara.com - Virus corona Covid-19 menyebar dengan cepat ke berbagai negara di dunia, tak terkecuali negara-negara tujuan para wisatawan, seperti China, Singapura, Korea, Jepang, hingga Italia.

Dilema pun datang kepada Anda yang sudah membeli tiket liburan sejak jauh-jauh hari. Haruskah membatalkan perjalanan?

Keputusan ada di tangan Anda. Tapi jika Anda merasa berada dalam kondisi sehat dan fit, boleh saja melanjutkan rencana perjalanan. Dilansir dari CNN, CDC menyebut bahwa risiko penularan virus corona Covid-19 tertinggi berada pada pelancong lanjut usia dan pelancong dengan masalah kesehatan. Jadi, jika Anda tidak termasuk dalam kategori yang disebut CDC, sebenarnya tak perlu khawatir.

Masih menurut CDC dari sumber yang sama, yang perlu Anda lakukan saat traveling di tengah wabah virus corona Covid-19 adalah menghindari tempat-tempat yang ramai, serta perjalanan panjang dengan pesawat atau kapal laut. Lebih lengkapnya, ini dia tempat yang sebaiknya tidak Anda datangi ketika traveling di tengah wabah virus corona.

1. Kebun binatang atau pasar hewan

Ilustrasi kebun binatang (Pixabay/scholty1970)
Ilustrasi kebun binatang (Pixabay/scholty1970)

Sumber virus corona diduga berasal dari sebuah pasar hewan di area Wuhan, China. Meski belum dipastikan keakuratannya, diduga kuat kelelawar dan beberapa hewan lainnya menjadi pembawa virus ini dan kemudian menularkannya kepada manusia.

Dengan pertimbangan di atas, para dokter di dunia mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan satwa liar, karena dapat meningkatkan risiko transfer virus atau transmisi patogen. Itu artinya, kebun binatang dan pasar hewan jadi tempat terlarang untuk dikunjungi. Begitu juga dengan konsumsi beberapa satwa liar tertentu dengan tujuan apapun.

2. Kapal pesiar

Petugas kesehatan di Jepang memindahkan penumpang yang positif terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess ke rumah sakit untuk dirawat. (Foto: AFP)
Petugas kesehatan di Jepang memindahkan penumpang yang positif terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess ke rumah sakit untuk dirawat. (Foto: AFP)

Ingat dengan kasus kapal pesiar Diamond Princess? Pada bulan Februari lalu, kapal pesiar Diamond Princess dikarantina selama dua minggu di Yokohama, Jepang. Lebih dari 700 orang tertular virus corona Covid-19 di atas kapal, termasuk beberapa di antaranya ABK asal Indonesia.

Perjalanan dengan kapal pesiar mengharuskan Anda berada bersama ribuan orang dalam satu kapal yang memiliki ruang tertutup selama beberapa hari.

baca juga

Sugiyono Saputra, peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, seperti dikutip dari Antara, menyebut juga bahwa faktor kelembapan memungkinkan virus bertahan lebih lama di atas kapal pesiar, serta ditambah tak adanya paparan sinar ultraviolet yang bisa membantu mematikan virus.

3. Tempat ramai seperti pasar, konser, atau pameran

BEIJING, CHINA - SEPTEMBER 25, 2016: A woman using face mask is seen among a crowd of people at Wangfujing Street, which is regarded as one of the busiest shopping streets in Beijing
Kerumunan, tempat ramai di Beijing, China. 

Salah satu pertimbangan Arab Saudi menangguhkan ibadah umrah ke Masjidil Haram adalah untuk mencegah penyebaran virus corona yang kian masif. Virus corona sangat mudah menyebar dan menular dalam kontak yang cukup dekat, bahkan jarak sekitar 2 meter pun sudah cukup untuk membuat Anda terpapar virus ini. Bayangkan kalau Anda berdesak-desakan di antara orang banyak, yang salah satunya mungkin membawa virus corona di dalam tubuhnya. Risiko penularan akan semakin besar.

Itu sebabnya, ketika Anda bepergian, hindari tempat-tempat ramai yang didatangi banyak orang, termasuk pasar, konser, konferensi, pameran, dan sebagainya. Jika memang harus mendatangi tempat-tempat ramai ini, pastikan Anda melindungi diri dengan masker yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Rawan Penularan Corona, Penumpang KRL: Insecure tapi Tetap Naik

Disebut Rawan Penularan Corona, Penumpang KRL: Insecure tapi Tetap Naik

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 10:39 WIB

Cegah Corona, Penumpang KRL di Bogor Ada yang Menolak Dicek Suhu Tubuhnya

Cegah Corona, Penumpang KRL di Bogor Ada yang Menolak Dicek Suhu Tubuhnya

Jabar | Kamis, 12 Maret 2020 | 09:50 WIB

Update Corona Covid-19: Status Naik Jadi Pandemi, Total Kasus Capai 126.273

Update Corona Covid-19: Status Naik Jadi Pandemi, Total Kasus Capai 126.273

Health | Kamis, 12 Maret 2020 | 09:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×