Makan Prasmanan Akan Dilarang Saat New Normal, Emang Kenapa Sih?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 11 Juni 2020 | 13:13 WIB
Makan Prasmanan Akan Dilarang Saat New Normal, Emang Kenapa Sih?
Ilustrasi makan prasmanan. (Pixabay/PublicDomainPictures)

Suara.com - Penerapan new normal sudah mulai berlangsung, termasuk memberikan kelonggaran pembukaan restoran untuk bisa makan ditempat.

Tapi pemerintah melarang sistem prasmanan dalam restoran. Menegaskan hal itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap alasan mengapa konsep prasmanan dilarang pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Lalu apa alasannya?

Di akun instagramnya @ridwankamil, Kamis (11/6/2020) membagikan sebuah video eksperimen Jepang yang menunjukan prasmanan berisiko menularkan SARS CoV 2 lebih tinggi.

"Eksperimen di Jepang, satu pengunjung yang diasumsikan kena Covid-19 diberi cairan fluorescence di tangan. Dalam 15 menit semua sudah terkena cairan tersebut," tulis @ridwankamil dikutip suara.com.

Oleh sebab itu kata dia sistem penyajian prasmanan baik di restoran, hotel, atau resepsi dilarang dengan penyajian prasmanan atau yang dikenal dengan buffet.

"Kalaupun ada, harus dilayani oleh petugas khusus bersarung tangan dan bermasker plus face shield, sehingga pengunjung tidak silih pegang piring sajian makanan dan sendok sajian. Mohom pemilik restoran, kafe, event organizer acara memahami ini," ungkap mantan Walikota Bandung itu.

Diwartakan CNN Amerika beberapa waktu lalu, eksperimen itu dilakukan organisasi penyiaran publik NHK bersama ahli kesehatan.

baca juga

Video menunjukkan dari 10 orang yang datang dipilih salah satu orang, cairan fluorescence itu diumpamakan sebagai virus, kuman atau bakteri.

Di akhir video, para peserta dilihat dengan lampu hitam, dan terlihat bekas paparan cairan baik di tangan di sendok sajian, gelas, hingga piring terkontaminasi, sehingga infeksi penyakit menyebar.

John Nicholls, Profesor Klinis Patologi Universitas Hong Kong selaku pelaku eksperiman menunjukkan betapa cepatnya virus menyebar, apalagi setelahnya kita tidak mencuci tangan.

"Apa yang diperlihatkan di video itu, adalah bahwa itu akan menyebar ke permukaan dan ke orang-orang dengan sangat cepat. Dan saya pikir itu bisa memberitahu betapa pentingnya kebersihan tangan untuk menghentikan penyebaran penyakit" kata Nicholls.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: New Normal, Kampus dan Toko Kelontong Harus Dibuka Pertama Kali

Studi: New Normal, Kampus dan Toko Kelontong Harus Dibuka Pertama Kali

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:00 WIB

Longgarkan Lockdown, Warga Malaysia Bisa Kembali Potong Rambut di Salon

Longgarkan Lockdown, Warga Malaysia Bisa Kembali Potong Rambut di Salon

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 12:47 WIB

Mal Buka, Dokter Singgung Kesadaran Masyarakat Indonesia yang Masih Rendah

Mal Buka, Dokter Singgung Kesadaran Masyarakat Indonesia yang Masih Rendah

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2020 | 09:50 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×