Kisah Pilu Kakek Stroke Penjual Martabak, Sudah Tak Sanggup Berjalan Jauh

Rima Sekarani Imamun Nissa | Arendya Nariswari
Kisah Pilu Kakek Stroke Penjual Martabak, Sudah Tak Sanggup Berjalan Jauh
Menyayat Hati, Kakek Ini Tetap Jual Martabak Meski dalam Kondisi Stroke. (Facebook/Novi Handayani)

Agar bisa membeli obat untuk sang istri, kakek ini rela berkeliling menjual martabak meski dalam kondisi stroke.

Suara.com - Belum lama ini, publik dibuat terharu dengan kisah perjuangan seorang kakek yang rela berjualan martabak meskipun tubuhnya dalam kondisi stroke.

Bukan tanpa alasan, sang kakek tetap berusaha sekuat tenaga berjualan martabak demi bisa membelikan obat untuk istrinya tercinta.

Kisah kakek penjual martabak ini viral usai diunggah oleh seorang pengguna Facebook asal Medan bernama Novi Handayani. Kakek yang usianya tentu saja sudah tak lagi muda ini berjuang menjajakan martabak buatannya demi memenuhi kebutuhan.

Sejatinya, di usia lansia, sang kakek yang kondisi fisiknya sudah tak lagi memungkinkan ini hanya perlu beristirahat menikmati hari tua.  Namun apa daya, kondisi kebutuhan yang mendesak mengharuskannya untuk tetap berjualan meskipun dalam kondisi stroke.

Baca Juga: Praktis Cuma Pakai Teflon, Begini Cara Membuat Martabak Manis di Rumah

 Menyayat Hati, Kakek Ini Tetap Jual Martabak Meski dalam Kondisi Stroke. (Facebook/Novi Handayani)
Menyayat Hati, Kakek Ini Tetap Jual Martabak Meski dalam Kondisi Stroke. (Facebook/Novi Handayani)

Pertemuan antara warganet dan juga kakek penjual martabak ini bermula ketika dirinya keluar rumah pada pukul 4 sore. Langkahnya terhenti saat berjumpa dengan kakek penjual martabak itu.

Dalam keterangan status Facebook yang diunggahnya, Novi merasa iba ketika melihat kondisi sang kakek penjual martabak tersebut sudah begitu lemah.

Sang kakek sempat bercerita kepada Novi bahwa dirinya sudah tak sanggup berjalan jauh untuk mendorong gerobaknya itu. Novi bahkan sempat dimintai tolong oleh sang kakek untuk mengambilkan kursi.

Dalam kisahnya itu, sang kakek mengaku istrinya tak akan bisa makan jika dirinya tidak berjualan martabak sehari-hari. Terlebih, istrinya kini juga dalam kondisi sakit.

Novi juga menyebutkan bahwa sang kakek penjual martabak itu mengaku sudah dua bulan terakhir menderita stroke ringan. Sang kakek penjual martabak dan istrinya hanya tinggal berdua. Mereka tidak memiliki anak.

Baca Juga: Selly Sel Tuangkan Nikmatnya Martabak ke Dalam Lagu

Demi kebutuhan mereka berdua tercukupi, akhirnya sang kakek yang berjuang banting tulang dengan berjualan martabak keliling.

Hal yang membuat Novi dan warganet lain salut, kakek ini memilih tetap berjualan martabak daripada sekedar mengemis dan menyusahkan orang lain.

 Menyayat Hati, Kakek Ini Tetap Jual Martabak Meski dalam Kondisi Stroke. (Facebook/Novi Handayani)
Menyayat Hati, Kakek Ini Tetap Jual Martabak Meski dalam Kondisi Stroke. (Facebook/Novi Handayani)

Padahal seperti yang kita lihat, kakek ini kondisi tubuhnya sudah tak lagi kuat untuk digunakan berjalan jauh menjajakan martabak dagangannya.

Tentu saja, tidak sedikit warganet lain yang iba dan terharu ketika melihat kakek penjual martabak keliling ini. Beberapa dari mereka bahkan ada yang ingin memberikan bantuan langsung kepada sang kakek.

"Di mana ya alamat kakek ini berjualan, mari sama-sama beli dagangannya sembari membantu seikhlasnya, mudah-mudahan bisa meringankan beban hidupnya," sebut seorang netizen.

"Iba lihat kakek ini, Ya Allah semoga saya boleh jumpa dengan kakek ini dan memberikan sedikit rezeki saya," imbuh warganet lain.

"Semoga kakek diberikan kesehatan, dilimpahkan rezekinya, diberkahi juga usahanya aminn," timpal warganet lian.

Hingga Minggu (30/8/2020), status Facebook sekaligus foto kakek penjual martabak yang rela menjajakan dagangannya meskipun dalam kondisi stroke tersebut telah viral dan mendapatkan setidaknya 8 ribu likes dari warganet.