Kenali Risiko dan Manfaat Operasi Hidung

Risna Halidi Suara.Com
Kamis, 03 September 2020 | 14:44 WIB
Kenali Risiko dan Manfaat Operasi Hidung
Ilustrasi operasi hidung. [Shutterstock]

Suara.com - Operasi hidung atau rhinoplasty merupakan tindakan bedah yang dilakukan untuk mengubah bentuk hidung atau memperbaiki fungsinya.

Ditulis Healthline, operasi hidung bisa dilakukan atas dasar ingin memperindah penampilan, tapi bisa juga dilakukan atas dasar kesehatan. Masalah kesehatan yang dimaksud adalah masalah pernapasan yang berhubungan dengan hidung atau kerusakan bentuk hidung akibat cacat lahir atau benturan.

Dikutip Suara.com dari Antara, tindakan operasi hidung bisa meliputi perubahan ukuran, sudut, menegakkan batang hidung, membentuk ujung hidung dan menyempitkan lubang hidung.

Semua jenis operasi atau pembedahan termasuk operasi hidung, memiliki risiko seperti pendarahan atau reaksi anestesia. Operasi hidung bisa meningkatkan risiko kesulitan pernapasan, mimisan, hidung terasa kebal, hidung asimetris dan luka.

Operasi hidung bisa dilakukan di rumah sakit atau kantor dokter. Biasanya pasien bisa langsung pulang tanpa harus dirawat di rumah sakit. Dokter akan memberi bius total atau lokal. Bius total membuat pasien betul-betul tak sadarkan diri selama operasi, sementara bius lokal hanya membuat wajah pasien mati rasa.

Setelah bius bekerja, dokter akan membuat sayatan di antara atau di dalam lubang hidung, lalu memisahkan kulit dari tulang rawan dan mulai membentuknya.

Jika hidung baru butuh sedikit tambahan tulang rawan, dokter mungkin mengambilnya dari telinga atau bagian dalam hidung. Cangkok tulang bisa dipilih bila kebutuhannya lebih banyak.

Prosedur ini berlangsung antara satu hingga dua jam, lebih lama bila operasinya sulit.

Setelah operasi, dokter akan memasangkan pelindung hidung untuk sepekan pertama. Pelindung ini membantu bentuk hidung baru tetap terjaga sembari luka operasi sembuh.

Baca Juga: Reisa Ingatkan Kita: Mengulang Lagi Kalimat yang Sama, Sudah Terlalu Banyak

Akan ada pembengkakan dan memar di sekitar mata yang bakal membaik pada hari ketiga. Namun efek samping itu bisa berlangsung hingga dua pekan.

Untuk mengurangi pendarahan dan pembengkakan, pasien sebaiknya beristirahat dengan posisi kepala lebih tinggi dari dada.

Bentuk baru dari hidung akan terlihat sempurna setelah pasien betul-betul sembuh. Pasien harus menghindari aktivitas berat selama tiga hingga enam pekan setelah operasi, misalnya berenang dan berlari. Juga diasarankan untuk tidak membuat ekspresi wajah yang membutuhkan banyak gerak seperti tersenyum dan tertawa lebar.

Pasien juga diminta untuk tidak memakai kacamata terlebih dahulu karena selama beberapa pekan setelah operasi. Meski operasi hidung relatif aman dan tergolong prosedur mudah, proses penyembuhannya butuh banyak waktu.

Ujung hidung akan sangat sensitif dan bisa mati rasa serta bengkak selama berbulan-bulan. Meski dalam beberapa pekan pasien akan sembuh, efeknya bisa bertahan hingga beberapa bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI