Array

Gegara Perubahan Iklim, Banyak Orangtua Takut Punya Anak

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Sabtu, 28 November 2020 | 16:44 WIB
Gegara Perubahan Iklim, Banyak Orangtua Takut Punya Anak
Ilustrasi perubahan iklim bikin takut punya anak. (Shutterstock)

Suara.com - Perubahan iklim membuat sejumlah orangtua di Amerika memutuskan untuk tidak memiliki anak. Mereka khawatir bahwa Bumi tidak dapat dihuni untuk anak mereka.

Dilansir dari New York Post, sebuah studi menemukan bahwa 96,5 persen orang yang disurvei mengatakan mereka "sangat" prihatin tentang dampak pemanasan global terhadap kesejahteraan calon keturunan mereka.

"Saya merasa seperti saya tidak dengan hati nurani yang baik membawa seorang anak ke dunia ini dan memaksa mereka untuk mencoba dan bertahan dalam kondisi apokaliptik," kata seorang perempuan berusia 27 tahun kepada para peneliti.

Peserta lain dalam studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Climatic Change, khawatir bahwa kondisi cuaca di masa depan akan menyaingi perang dunia pertama dalam terornya.

Ilustrasi keluarga sehat (Shutterstock).
Ilustrasi Gegara Perubahan Iklan, Banyak Orangtua Takut Punya Anak. (Shutterstock).

Selain orang-orang yang mengatakan mereka akan mengabaikan reproduksi, 6 persen mengatakan mereka merasa tidak enak karena telah melahirkan anak-anak.

“Saya menyesal memiliki anak-anak saya karena saya takut mereka akan menghadapi akhir dunia karena perubahan iklim,” kata seorang ibu berusia 40 tahun.

Studi yang berjudul "Masalah eko-reproduktif di era perubahan iklim", melibatkan 607 orang Amerika antara usia 27 dan 45 tahun.

Semua orang yang disurvei sudah memperhitungkan perubahan iklim dalam menentukan apakah mereka akan punya anak atau tidak. 

Tiga perempat partisipan adalah perempuan, tetapi peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan secara statistik antara tanggapan perempuan dan laki-laki.

Baca Juga: Lebih 151 Ribu Anak di Sulawesi Selatan Menderita Stunting

Namun, orang yang lebih muda mengungkapkan kekhawatiran yang lebih besar daripada orang yang lebih tua.

Salah satu rekan penulis studi, Matthew Schneider-Mayerson dari Yale-NUS College di Singapura, menyebut umpan balik itu "sangat dalam dan emosional".

“Seringkali memilukan untuk melihat-lihat tanggapan - banyak orang benar-benar mencurahkan isi hati mereka,” katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI