6 Langkah Pertolongan Pertama Pada Orang Tenggelam

Vania Rossa

Rabu, 16 Desember 2020 | 14:35 WIB
6 Langkah Pertolongan Pertama Pada Orang Tenggelam
Ilustrasi orang tenggelam. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang tak bisa berenang namun tetap memilih untuk masuk ke kolam renang atau laut hanya karena ingin bermain air. Jika tak hati-hati, mereka berisiko mengalami tenggelam. Orang tenggelam harus segera ditolong secara cepat dan tepat, untuk mencegah air masuk ke dalam paru-paru. Tapi, bagaimana langkah pertolongan pertama pada orang tenggelam?

Dilansir dari laman WebMD, berikut langkah-langkah pertolongan pertama pada orang tenggelam.

1. Cari bantuan
Mencari bantuan adalah salah satu hal penting ketika Anda melihat orang tenggelam, terutama jika Anda tidak memiliki kemampuan berenang. Ketika di pantai, Anda bisa minta bantuan kepada penjaga pantai atau menghubungi nomor darurat.

Namun, jika Anda memiliki keahlian berenang, Anda bisa segera menyelamatkan orang tenggelam dan membawanya keluar dari air.

2. Keluarkan orang tersebut dari air
Ketika melihat orang tenggelam, segera angkat dan keluarkan orang tersebut dari dalam air. Walaupun Anda sudah bersamanya di dalam air, tetapi orang tersebut membutuhkan pertolongan lebih lanjut. Apalagi jika air sudah masuk ke paru-paru, hal ini dapat membahayakan nyawa.

3. Periksa pernapasannya
Setelah berada di luar air, yang harus dilakukan adalah memeriksa pernapasannya. Anda dapat melakukannya dengan mendekatkan telinga ke hidung dan mulut orang yang tenggelam tersebut.

Selain itu lihat juga bagian dadanya, apakah ada pergerakan yang menandakan orang tersebut bernapas atau tidak.

4. Jika tidak bernapas, cek denyut nadinya
Jika Anda melihat tidak ada tanda-tanda pernapasan, cek denyut nadinya. Ada atau tidak adanya denyut nadi akan sangat menentukan apa yang harus dilakukan untuk langkah berikutnya.

5. Jika tidak ada denyut nadi, lakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)
CPR merupakan teknik mengompresi dada dan memberi napas buatan untuk seseorang yang detak jantung dan pernapasannya berhenti.

baca juga

Untuk orang dewasa dan anak-anak, CPR dilakukan dengan meletakkan tangan di tengah-tengah dada. Tangan lainnya diletakkan di atasnya untuk melakukan penekanan pada dada. Sementara pada bayi, menggunakan dua jari pada bagian tulang dada.

Untuk dewasa dan anak-anak, tekan tangan Anda ke bawah sekitar dua inci. Sedangkan untuk bayi sekitar satu sampai setengah inci. Catatan untuk orang dewasa dan anak, penekanan ini jangan sampai menekan tulang rusuknya. Untuk bayi, jangan sampai mengenai ujung tulang dadanya.

Lakukan penekanan selama 100-120 detik, setelah itu cek apakah ada pernapasan pada orang tersebut atau tidak. Lakukan hal ini secara berulang.

6. Berikan napas buatan
Jika tidak bernapas juga, lakukan napas buatan. Cara membuka jalan napas seseorang yaitu dengan memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagunya.

Setelah itu, jepit hidung korban hingga tertutup. Ambil napas normal, tutupi mulut korban dengan mulut kita untuk membuat segel kedap udara, lalu berikan 2 napas saat dadanya terangkat.

Lakukan napas buatan ini diikuti dengan kompresi pada bagian dada hingga bernapas. Hal itu sangat berguna dilakukan sambil menunggu bantuan medis tiba. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Demam Tifus Haruskah Dirawat Inap di Rumah Sakit? Ini Kata Dokter

Anak Demam Tifus Haruskah Dirawat Inap di Rumah Sakit? Ini Kata Dokter

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 19:37 WIB

Ini Langkah Awal yang Harus Dilakukan pada Pertolongan Pertama Luka

Ini Langkah Awal yang Harus Dilakukan pada Pertolongan Pertama Luka

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 16:59 WIB

Mesti Tahu Nih, Begini Pertolongan Pertama Saat Terinfeksi Rabies

Mesti Tahu Nih, Begini Pertolongan Pertama Saat Terinfeksi Rabies

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 01:15 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×