Sering Dibilang Kegiatan Unfaedah, Ini Manfaat Luar Biasa Bermain Game

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 31 Desember 2020 | 17:39 WIB
Sering Dibilang Kegiatan Unfaedah, Ini Manfaat Luar Biasa Bermain Game
Sebagai ilustrasi: Sering Dibilang Kegiatan Unfaedah, Ini Manfaat Luar Biasa Bermain Game [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bermain game sering didakwa memberik dampak negatif untuk kesehatan fisik dan psikis pemainnya. Bermain game dianggap sebagai kegiatan unfaedah atau tidak bermanfaat dan hanya membuang waktu.

Tapi, apa benar demikian? Berikut ini merupakan sisi lain dan beberapa manfaat bermain video game seperti yang telah dikutip dari Geico.com.

1. Meningkatkan ketangkasan
Saat ini banyak video game dengan alat kontrol yang melatih ketangkasan tangan pemainnya. Dalam sebuah studi yang melibatkan sekelompok ahli bedah, peneliti menemukan bahwa mereka yang bermain video game lebih cepat dalam melakukan prosedur lanjutan dan membuat kesalahan 37 persen lebih sedikit daripada mereka yang tidak.

Video game juga telah digunakan sebagai terapi fisik untuk membantu korban stroke mendapatkan kembali kendali atas tangan dan pergelangan tangannya.

2. Video game dapat meningkatkan kemampuan otak
Bermain video game rupanya dapat membantu meningkatkan konektivitas pada otak. Saat bermain video game seseorang dilatih cara berpikir, kontrol otot, dan ingatan. Oleh karena itu, bermain video game bagus untuk meningkatkan kemampuan otak.

Ilustrasi remaja bermain game di smartphone. (Pixabay/ natureaddict)
Ilustrasi remaja bermain game . (Pixabay/ natureaddict)

3. Memiliki keterampilan sosial yang lebih baik
Stereotip beberapa orang mengatakan seseorang yang bermain video game cenderung malu dan tertutup. Padahal, bermain video game dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi dengan baik.

Penelitian mengungkapkan, mereka yang bermain lebih banyak video game cenderung memiliki keterampilan sosial yang baik, kinerja akademis yang lebih baik, dan telah membangun hubungan yang lebih baik dengan siswa lain.

4. Belajar untuk memecahkan masalah
Saat ini banyak sekali jenis permainan yang dirancang dalam bentuk teka-teki. Permainan jenis ini sangat membutuhkan otak untuk berpikir bagaimana cara menyelesaikannya. Kemampuan berpikir ini membuat otak akan terbiasa dengan berbagai permasalahan. Hal itu akan membuat pemain terbiasa dalam menghadapi masalah dan mencari tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

Studi jangka panjang yang diterbitkan pada 2013 menunjukkan, anak-anak yang memainkan game berbasis strategi menunjukkan peningkatan dalam keterampilan pemecahan masalah. Dengan demikian, mereka cenderung mendapatkan nilai yang lebih baik pada tahun ajaran berikutnya.

5. Lebih aktif secara fisik
Era digital saat ini terdapat video game dengan teknologi VR (Virtual Reality). Teknologi jenis ini membuat pemainnya berada seperti di dalam game. Saat memainkan game dengan teknologi VR pemain tidak hanya diam duduk, tetapi ikut bergerak. Hal ini membuat tubuh pemain lebih banyak gerak dan sama saja seperti melakukan aktivitas fisik.

6. Meningkatkan pengelihatan
Selama memainkan video game dalam waktu yang cukup, hal ini tidak akan merusak mata. Bermain video game akan membuat pemainnya lebih teliti pada setiap detail yang ada dalam permainan tersebut. Hal itu sangat baik untuk pengelihatan. Namun, saat bermain usahakan tidak berlebihan demi menjaga kesehatan mata.

Dalam sebuah penelitian, 10 siswa laki-laki yang bukan gamer dilatih selama 30 jam dalam game aksi orang pertama. Kemudian diuji terhadap 10 yang tidak memainkan game. Siswa yang bermain dapat melihat objek dengan lebih jelas di ruang yang berantakan. Mereka mampu melatih otak mereka untuk melihat detail yang lebih kecil, karena dalam setiap permainan, detail tersebut penting.

7. Memiliki manfaat kesehatan mental
Penelitian telah menunjukkan, beberapa video game dapat meningkatkan suasana hati dan membuat ritme jantung lebih baik. Hal ini menjadi tanda bahwa video game juga dapat membantu menghilangkan stres.

8. Memiliki pelajaran
Saat ini video game yang ada menggabungkan beberapa unsur seperti sejarah dunia, memasak, politik, kimia, arsitektur, dan topik lain yang mungkin belum pernah pelajari di sekolah. Oleh karena itu, bermain video game memberikan pelajaran yang mungkin belum didapat saat sekolah.

9. Menginspirasi untuk lebih gigih.
Saat bermain video game pasti sering kali mengalami kegagalan. Biasanya saat gagal, pemain akan mencoba secara terus menerus hingga berhasil. Hal itulah yang melatih kegigihan seorang pemain video game.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilang Selama 28 Tahun, Add-On Game Boy Akhirnya Ditemukan

Hilang Selama 28 Tahun, Add-On Game Boy Akhirnya Ditemukan

Tekno | Kamis, 31 Desember 2020 | 17:30 WIB

Kabar Duka, CEO Pengembang Game of Thrones: Winter Is Coming Tewas Diracun?

Kabar Duka, CEO Pengembang Game of Thrones: Winter Is Coming Tewas Diracun?

Tekno | Kamis, 31 Desember 2020 | 09:31 WIB

Update Anyar, Ini 5 Hero Mobile Legends Sering Kena Ban Desember 2020

Update Anyar, Ini 5 Hero Mobile Legends Sering Kena Ban Desember 2020

Tekno | Kamis, 31 Desember 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Kapan Mulai Puasa Syawal? Ini Penjelasan Waktu yang Dianjurkan

Kapan Mulai Puasa Syawal? Ini Penjelasan Waktu yang Dianjurkan

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:10 WIB

Mengapa Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya

Mengapa Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:40 WIB

Promo Lebaran di Indomaret: Diskon hingga 50 Persen, Berlaku sampai 1 April 2026

Promo Lebaran di Indomaret: Diskon hingga 50 Persen, Berlaku sampai 1 April 2026

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:35 WIB

Apakah 3 Butir Nastar Sama dengan Sepiring Nasi? Ini Faktanya

Apakah 3 Butir Nastar Sama dengan Sepiring Nasi? Ini Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:35 WIB

Lebaran di Jakarta Anti-Boring! Ini 5 Tempat Wisata Favorit di Ibu Kota

Lebaran di Jakarta Anti-Boring! Ini 5 Tempat Wisata Favorit di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:05 WIB

Adab Bertamu saat Lebaran: Tetap Sopan dan Berkesan Tanpa Merepotkan Tuan Rumah

Adab Bertamu saat Lebaran: Tetap Sopan dan Berkesan Tanpa Merepotkan Tuan Rumah

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:30 WIB

Daftar Promo Makanan Saat Lebaran 2026: Pizza, Ramen, dan Menu Favorit Lainnya

Daftar Promo Makanan Saat Lebaran 2026: Pizza, Ramen, dan Menu Favorit Lainnya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:25 WIB

Bolehkah Orang Tua Menggunakan THR Lebaran Anak? Begini Hukumnya dalam Islam

Bolehkah Orang Tua Menggunakan THR Lebaran Anak? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:15 WIB

11 Kata-Kata Gagal Mudik karena Kerja yang Lucu, Anti Baper buat Pelepas Rindu

11 Kata-Kata Gagal Mudik karena Kerja yang Lucu, Anti Baper buat Pelepas Rindu

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:00 WIB

Dari Aksi Nyata ke Apresiasi: Program Perlindungan Perempuan Ini Raih Pengakuan Nasional

Dari Aksi Nyata ke Apresiasi: Program Perlindungan Perempuan Ini Raih Pengakuan Nasional

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:24 WIB