1. Musik pop
Penggemar musik-musim pop, terutama yang tengah hits, cenderung memiliki kepribadian ekstrovert, jujur, dan konvensional.
Sementara pecinta musik pop yang lebih lawas, digambarkan cenderung kurang kreatif dan kerap kali gelisah.
2. Musik Rap dan Hip / Hop
Terlepas dari stereotip bahwa pecinta rap lebih agresif atau kasar, para peneliti sebenarnya tidak menemukan hubungan seperti itu.
Penggemar rap memang cenderung memiliki harga diri yang tinggi dan biasanya supel.
3. Musik country
Penggemar musik country umumnya pekerja keras, konvensional, dan supel. Meskipun lagu country sering kali berpusat pada patah hati, orang yang tertarik pada genre itu cenderung sangat stabil secara emosional.
Mereka juga cenderung lebih konservatif dan lebih rendah dalam sifat keterbukaan terhadap pengalaman.
4. Musik Rock atau metal
Terlepas dari citra agresif proyek musik rock dan metal, para peneliti menemukan bahwa penggemar gaya musik ini biasanya cukup lembut.
Mereka cenderung kreatif, tetapi seringkali tertutup dan mungkin mengalami harga diri yang rendah.
5. Musik indie
Penggemar genre indie biasanya introvert, intelektual, dan kreatif. Menurut peneliti, mereka juga cenderung kurang pekerja keras dan kurang lembut.
Kepasifan, kecemasan, dan harga diri rendah jadi karakteristik kepribadian umum lainnya.
6. Musik Dance
Menurut peneliti, orang yang menyukai musik dance biasanya supel dan tegas. Mereka juga cenderung terbuka terhadap pengalaman baru.
Tetapi, orang yang lebih menyukai musik elektronik yang serba cepat ini disebut kurang memiliki sifat yang lembut.
7. Musik klasik
Pecinta musik klasik biasanya lebih tertutup tetapi juga merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan dunia di sekitarnya.
Pendengar musik itu juga kreatif dan memiliki harga diri yang tinggi.
8. Musik Jazz, Blues, dan Soul
Orang yang menyukai musik jazz, blues, atau soul ternyata lebih ekstrovert juga memiliki harga diri yang tinggi. Mereka juga cenderung sangat kreatif, cerdas, dan santai.