Salahkah 'Me Time' dan Meninggalkan Sahabat? Begini Penjelasannya

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:55 WIB
Salahkah 'Me Time' dan Meninggalkan Sahabat? Begini Penjelasannya
Ilustrasi sahabat / teman sedang marah [shutterstock]

Suara.com - Berada di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, membuat seseorang jadi mudah lelah. Oleh sebab itu, terkadang setiap orang butuh waktu untuk sendiri atau 'me time' untuk kembali mengisi ulang tenaga dan juga secara psikologis. 

Tapi, saat ingin me time ada saja kendala yang kerap dihadapi. Salah satu yang paling sering adalah muncul perasaan tidak enak terhadap orang di sekitar ataupun teman dekat. 

Kondisi ini membuat banyak orang takut kehilangan teman. Sehingga akhirnya lebih memilih mementingkan teman dibandingkan menghabiskan me time. 

Menggapi hal tersebut, Co-Founder of Character Matters Indonesia Fauziah, mengatakan  bahwa ada perbedaan antara teman dan sahabat.

Ilustrasi sahabat (pexels.com/@mentatdgt)
Ilustrasi sahabat (pexels.com/@mentatdgt)

“Ada dua perbedaan antara teman dan sahabat. Kalau ada teman yang tidak suka kita punya waktu sendiri. Yaudah, kita tahu sifatnya,” ungkapnya pada acara Self Care: Prioritize Yourself, Kamis (10/6/2021).

Dalam dunia pertemanan, menurutnya ada beragam sifat teman. Bahkan bisa jadi setiap orang punya pandangan dan makna tersendiri akan arti pertemanan. 

“Karena menurutku teman tidak terlalu memberi dampak ke personal. Beda dengan sahabat, kita harus pilih-pilih,” ungkapnya lebih lanjut.

Lantas kengapa sahabat harus pilih-pilih? Kata Fauziah, sahabat akan memberikan dampak secara langsung ke personal dalam kehidupan seseorang. Sahabat umumnya akan bikin nyaman suasana.

“Kita harus pilih-pilih, apakah sifat dan sikapnya bikin nyaman atau enggak. Tapi kalau kasusnya tidak bisa menerima waktu sendiri, orang seperti itu kurang pas buat dijadiin sahabat,” tambahnya lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Langkah Menjadi Sahabat bagi Mereka yang Sedang Mengalami Depresi

Karenanya, jika sahabat tidak bisa menerima keputusan untuk me time, tandanya tidak bisa menghargai seseorang. “Berarti tandanya dia tidak bisa menghargai cara hidup individu yang berbeda-beda, dan cara healing individu yang berbeda-beda,” pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI