alexametrics

Apes! Wanita Ini Dituntut Pelakor, Akibat Kelewat Emosi saat Pergoki Suami Selingkuh

Cesar Uji Tawakal | Amertiya Saraswati
Apes! Wanita Ini Dituntut Pelakor, Akibat Kelewat Emosi saat Pergoki Suami Selingkuh
Ilustrasi wanita pergoki suami selingkuh. (Pexels/Pavel Danilyuk)

Wanita tersebut dituntut oleh pelakor yang merasa dirinya dipermalukan.

Suara.com - Saat mengetahui pasangan selingkuh, wajar jika seseorang merasa emosi hingga ingin meluapkan kemarahan. Namun, wanita ini malah dituntut pelakor karena kelewat emosi.

Melansir The Sun, insiden tersebut terjadi di Jaipur, India. Video istri yang menggerebek suami saat selingkuh tersebut lantas tersebar di media sosial.

Pada video yang beredar, tampak jika wanita ini datang ditemani beberapa polisi. Mereka mengunjungi hotel tempat si suami selingkuh.

Saat itu, seorang polisi lebih dulu masuk ke kamar. Kamera lantas menunjukkan si suami dan selingkuhannya sedang tidur bersama.

Baca Juga: Nyesek! Jelang Tunangan, Pria Ini Pergoki Calon Kekasihnya Jalan dengan Mantan

Rombongan tersebut lantas terdengar berteriak hingga membangunkan pasangan yang sedang selingkuh. Sementara, istri sah yang marah naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut.

Saking kesalnya, sang istri mulai menyerang wanita lain tersebut. Ia menampar wanita lain itu beberapa kali.

Ilustrasi pasangan selingkuh. [Shutterstock]
Ilustrasi pasangan selingkuh. [Shutterstock]

Aksi sang istri sah tak berhenti sampai di sana. Pada video, ia terlihat menarik wanita lain turun dari tempat tidur dan terus menyerang.

Di sisi lain, sang suami yang terbangun berusaha mencari pakaian untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.

Melihat kemarahan istri sah, rombongan polisi pun bergegas mencoba menghentikannya. Setelah beberapa saat, wanita ini pun akhirnya pergi bersama polisi.

Baca Juga: Viral Istri Pergoki Suami Selingkuh saat Vaksinasi, Batal Disuntik Malah Perang Kursi

Menurut laman First India News, pria yang selingkuh tersebut ternyata juga merupakan seorang polisi di The Central Reserve Police Force (CRPF).

Komentar