Fungsi Kayu Kaso, Keunggulan dan Kekurangannya

Vania Rossa

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 11:10 WIB
Fungsi Kayu Kaso, Keunggulan dan Kekurangannya
Ilustrasi kayu kaso. (Mid-Atlantic Timberframe)

Suara.com - Kayu Kaso adalah salah satu material bahan bangunan yang masih sering digunakan saat membangun rumah atau membuat rangka bangunan. Meskipun sudah ada pilihan besi hollow, kayu kaso masih menjadi favoritnya. Kayu kaso memiliki fleksibilitas dan mudah ditemukan. Harganya pun terbilang masih terjangkau.

Kenali material kayu kaso dalam konstruksi. Simak artikelnya dari Rumah.com, portal properti terdepan di Indonesia, berikut ini.

Fungsi dan Manfaat Kayu Kaso
Tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu banyak, Anda bisa mencoba untuk menggunakan kayu kaso pada bangunan yang Anda buat. Kayu kaso banyak sekali digunakan dalam berbagai konstruksi dan berfungsi sebagai alternatif dari baja hollow galvanis. Secara umum, kayu kaso digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan rangka dan plafon yang bisa Anda coba gunakan.

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dari kayu kaso itu sendiri? Kayu kaso adalah sebuah jenis kayu yang dibuat dari beberapa gabungan jenis kayu lainnya menjadi satu bagian utuh.

Kayu yang digunakan sebagai gabungan adalah seperti kayu meranti, kayu kamper, kayu jati hingga kayu borneo. Penggunaan gabungan dari kayu tersebut dimaksudkan supaya konstruksi memiliki tingkat kekuatan yang baik.

Konstruksi rumah banyak sekali yang memanfaatkan jenis kayu kaso supaya proses pembangunan bisa dilakukan dengan mudah. Bobotnya yang ringan tentu akan mengurangi tenaga yang dibutuhkan untuk membangun sebuah rumah, sekaligus mengurangi biaya yang perlu Anda keluarkan.

Masih mencari referensi material kayu? Simak Panduan Memilih Material Kayu untuk Konstruksi dan Furnitur Rumah Beserta Perawatannya di sini

Keunggulan dan Kekurangan Kayu Kaso

Ilustrasi kayu kaso. (Green Building Advisor)
Ilustrasi kayu kaso. (Green Building Advisor)

Banyak sekali yang beranggapan bahwa rumah minimalis hanya bisa dibuat dengan menggunakan baja hollow saja. Padahal dalam kenyataannya, konstruksi bangunan bisa dilakukan dengan berbagai bahan, salah satunya kayu kaso.

baca juga

Besi hollow kurang cocok untuk digunakan sebagai rangka utama pada plafon bangunan karena kemampuannya dalam menahan beban atap tidak sebaik bahan kayu.

Apabila Anda memutuskan untuk membangun rangka plafon dan rumah dengan menggunakan kayu kaso, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu mengetahui keunggulan dan kekurangan kayu tersebut seperti berikut ini:

Keunggulan Kayu Kaso
Dibandingkan dengan besi hollow, kayu kaso sangatlah mudah untuk diaplikasikan pada setiap bangunan. Proses pengerjaan yang mudah membuat Anda tidak membutuhkan berbagai peralatan aneh untuk memotong dan mengikat kayu supaya bisa saling menempel dengan erat. Anda hanya membutuhkan gergaji, paku dan dan palu untuk memotong dan memasang kayu dengan mudah.

Kekuatan dari kayu kaso sudah tidak bisa dianggap remeh. Sudah ada beberapa jenis kayu yang terlebih dahulu melewati proses treatment anti-rayap sehingga bisa memiliki umur yang panjang. Kayu juga memiliki kemampuan untuk menopang beban atap yang sangat berat.

Di balik kekuatannya, ternyata kayu kaso juga memiliki bobot yang sangat ringan. Bobot kayu yang ringan tentu akan mempermudah proses pengerjaan konstruksi bangunan yang sedang Anda lakukan.

Ingin tahu lebih detail soal lokasi rumah incaran Anda? Temukan informasi mendalamnya di AreaInsider Rumah.com.

Kekurangan Kayu Kaso
Apabila sedang tidak musimnya atau sedang banyak sekali konstruksi yang menggunakan bahan ini, maka secara otomatis harganya juga akan mengalami peningkatan. Harga kayu kaso yang sedang tinggi-tingginya bisa dianggap tidak masuk akal dan akan membuat anggaran Anda menjadi melambung jauh sangat tinggi.

Jika Anda tertarik untuk membangun rumah minimalis, maka kayu kaso bukanlah bahan yang tepat yang bisa Anda gunakan. Tampilannya yang masih lawas akan kurang cocok apabila dipadukan dengan konstruksi modern saat ini.

Kayu kaso sudah melewati proses anti rayap. Namun jika membeli kayu kaso murah, Anda tidak bisa mendapatkan proses serupa. Sebab, kemungkinan kayu tersebut bisa dimakan oleh rayap dalam waktu yang cepat. Rayap akan membuat daya tahan konstruksi menjadi berkurang dan bisa membahayakan Anda di kemudian hari.

Meskipun bisa didaur ulang, pemanfaatan kayu membutuhkan jumlah yang tidak sedikit sehingga Anda secara langsung juga turut berkontribusi untuk mengurangi jumlah pohon yang ada.

Oleh karena itulah, penggunaan kayu mulai dikurangi dan banyak sekali konstruksi skala besar yang lebih memilih untuk menggunakan baja yang lebih ramah terhadap lingkungan dalam jangka waktu yang panjang.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Perajin Perempuan di AS, Ubah Hobi Mengolah Kayu Jadi Bisnis

Kisah Perajin Perempuan di AS, Ubah Hobi Mengolah Kayu Jadi Bisnis

Video | Minggu, 15 Agustus 2021 | 12:54 WIB

5 Minyak Gosok Legendaris Khas Indonesia, Mana Andalanmu?

5 Minyak Gosok Legendaris Khas Indonesia, Mana Andalanmu?

Your Say | Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:12 WIB

Basmi Tikus dari Rumah dengan Bumbu Dapur, Serius Bisa?

Basmi Tikus dari Rumah dengan Bumbu Dapur, Serius Bisa?

Lifestyle | Selasa, 10 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Terkini

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:11 WIB

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:08 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:06 WIB

×