Guankan Kain Tradisional Kunci Bawa Fashion Indonesia ke Ranah Global

M. Reza Sulaiman

Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:15 WIB
Guankan Kain Tradisional Kunci Bawa Fashion Indonesia ke Ranah Global
Tenun Sikka NTT dilindungi kekayaan intelektualnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Pakar mengungkap strategi untuk mengenalkan fashion Indonesia ke ranah global. Caranya, adalah menggunakan kain tradisional. Apa maksudnya?

National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan penggunaan kain tradisional wajib dikombinasikan dengan selera global, agar produk fashion Indonesia dilirik pembeli dari luar negeri.

"Segera menggarap kain tradisional dengan taste yang lebih global. Itu tentunya bentukannya harus lebih sangat sederhana, anggap aja kayak baju yang ada di mall-mall Indonesia, brand-brand luar negeri itu di mana aja bisa survive karena taste-nya global," ujar Ali saat dihubungi ANTARA belum lama.

Ali yang juga pelaku industri fashion tanah air mengatakan saat ini busana dengan kain tradisional lebih banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Sebab, rata-rata konsep yang ditawarkan bukan busana siap pakai untuk sehari-hari, melainkan untuk acara tertentu saja.

Desainer bisa merancang busana dengan menggunakan motif kain tradisional, namun untuk potongan dan warnanya bisa mengikuti tren dunia saat ini.

"Kalau mau seperti itu, berarti kain tradisional Indonesia harus didesain dengan yang target pasar global tadi. Di Indonesia tentunya pasar global gede banget, orang yang hunting produk seperti itu banyak," kata Ali.

Ali berpendapat, sesungguhnya menggunakan motif tradisional yang di-print pada kain untuk dijadikan busana merupakan sebuah upaya dalam rangka mengejar pasar global. Yang terpenting, desainer tersebut tidak mengklaim bahwa busana buatannya merupakan produk asli.

"Anggap saja ada warna yang akan saya ikutin tapi saya menggunakan motif kawung atau motif apa tapi prosesnya bukan batik tapi print. Bukan berarti kita tidak mendukung para UKM," kata Ali.

baca juga

"Untuk UKM yang menggunakan tenun dan batik tulis, itu yang limited, untuk secara ekonomis ini akan berat untuk dikejar menuju global, harga juga, konsistensi juga. Jadi menurut saya beda jika tujuannya untuk melestarikan budaya dengan meningkatkan ekonomi," lanjutnya.

Kain tradisional asli akan tetap memiliki penggemar dan pangsa pasar sendiri, khususnya kaum menengah atas dan para kolektor yang bersedia menunggu proses pembuatan hingga berbulan-bulan, bahkan membayarnya dengan harga yang tinggi.

Sedangkan untuk mengejar kelompok menengah bawah dan internasional, diperlukan sebuah inovasi khususnya dari sisi desain motif. Apalagi untuk membuat anak muda tertarik pada kain tradisional, desainnya pun harus kekinian.

"Ke depannya harus ada anak muda yang punya passion untuk membuat desain yang nantinya bisa didistribusikan ke pengrajin, pengrajin bener-bener dilatih untuk kreatif," ujar Ali.

"Harus ada wadah tertentu dari pemerintah atau apa yang meng-hire tekstil desainer atau tradisional desainer yang desainnya itu seirama dengan tren yang terjadi atau yang akan terjadi, jadi produk itu bisa dinikmati dan kekinian jadi tidak ketinggalan jaman," tutup Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upcycling Clothes: Solusi agar Baju Lama Tak Berakhir jadi Kain Lap

Upcycling Clothes: Solusi agar Baju Lama Tak Berakhir jadi Kain Lap

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 10:20 WIB

Beban Moral Busana Perempuan Desa: Ketika Kain Memicu Stigma

Beban Moral Busana Perempuan Desa: Ketika Kain Memicu Stigma

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 13:30 WIB

Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis

Bukan Hanya Batik, Ini 5 Wastra Tradisional Indonesia Punya Makna Filosofis

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Kain Majun untuk Apa? Kenali Beragam Jenis dan Fungsinya

Kain Majun untuk Apa? Kenali Beragam Jenis dan Fungsinya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Mengenal Apa Itu Kain Majun Serta Fungsi dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Kain Majun Serta Fungsi dan Jenisnya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:21 WIB

Bukan Pengupas Bawang, Berapa Upah Susanah Sebagai Penjahit Kain Majun?

Bukan Pengupas Bawang, Berapa Upah Susanah Sebagai Penjahit Kain Majun?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Momen Sakral Penggantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram

Momen Sakral Penggantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram

Foto | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB

Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?

Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:30 WIB

Melihat Penyulaman Kiswah Kabah di Kota Makkah

Melihat Penyulaman Kiswah Kabah di Kota Makkah

Foto | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:00 WIB

Mencuri Kain Kafan di Teras Rumah

Mencuri Kain Kafan di Teras Rumah

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:28 WIB

Terkini

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

×