Jangan Lakukan 7 Hal Ini Di Dekat Anak, Bisa Bikin Mereka Menjauh!

Vania Rossa

Senin, 29 November 2021 | 16:25 WIB
Jangan Lakukan 7 Hal Ini Di Dekat Anak, Bisa Bikin Mereka Menjauh!
Ilustrasi Anak Menjauh dari Orangtua (Elements Envato)

Suara.com - Pernahkah Anda mengajukan pertanyaan sederhana, seperti “Tadi ngapain aja?" saat anak baru pulang dari sekolah? Pertanyaan yang Anda anggap biasa saja, dengan tujuan ingin tahu apakah anak menikmati harinya atau tidak, ternyata bisa bikin anak menjauh dari Anda.

Tak hanya itu, sebenarnya ada banyak hal-hal kecil dan sepele yang sering kita lakukan sebagai orangtua, ternyata sangat tidak disukai oleh anak. Bahkan, bikin mereka malas berada di dekat Anda!

Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini, seperti dilansir dari Bright Side.

1. Anda menunjukkan mood jelek di depan anak
Bukan berarti Anda tak boleh menunjukkan emosi apapun di depan anak-anak, tetapi Anda harus memperhatikan bagaimana Anda mengelolanya dan mencoba menemukan cara untuk mengelola stres dan mood buruk dengan bijaksana saat sedang bersama anak.

Ingat, meski anak-anak masih kecil, mereka bisa sangat sensitif terhadap suasana hati orangtuanya. Stres dapat membuat Anda bereaksi keras terhadap apa pun yang anak katakan kepada Anda, dan itu dapat membuat mereka jadi malas untuk dekat-dekat dengan Anda.
Coba melipir sebentar untuk menyendiri. Ketika perasaan Anda sudah lebih baik, barulah Anda bisa menghampiri mereka kembali.

2. Multitasking di dekat anak
Anak-anak tidak selalu dalam kondisi mood untuk berbicara. Tetapi ketika mereka datang kepada Anda, mereka membutuhkan perhatian penuh dari orangtuanya. Jika tidak, mereka akan berpikir bahwa mereka bukan prioritas dan tidak penting bagi Anda.

Itu sebabnya, ketika anak Anda datang kepada Anda dengan sesuatu yang penting yang ingin mereka katakan, hentikan apa yang sedang Anda lakukan, lakukan kontak mata dengan mereka, dan libatkan diri Anda sepenuhnya dalam percakapan.

3. Terus-menerus menanyai mereka tentang masalah yang mereka alami
Menanyakan anak Anda terus-menerus tentang apa yang mengganggu mereka bukanlah bentuk perhatian yang diinginkan anak-anak. Alih-alih memaksa anak Anda untuk memberi tahu Anda sesuatu yang tidak mereka inginkan, cobalah untuk mengajukan pertanyaan yang tidak terlalu langsung.

4. Anda tidak menganggap serius masalah anak
Tanggapi anak Anda dengan serius, bahkan ketika perasaan atau reaksi mereka tampak terasa lucu dan tak masuk akal bagi Anda. Alih-alih menggoda mereka tentang situasi yang mereka alami, bagikan pengalaman atau kenangan Anda sendiri untuk membantu mereka mengatasi masalah dengan lebih baik.

baca juga

5. Memberi tahu rahasia anak Anda kepada orang lain
Memberitahu teman atau keluarga Anda sesuatu yang dikatakan anak Anda secara rahasia dapat membuat mereka malah akan menyimpan rahasia dari Anda. Anda harus mengenali emosi anak Anda dan mencoba untuk tidak membagikan rahasia mereka kepada orang lain, karena itu dapat melukai perasaan mereka dan membuat mereka cemas.

6. Bertanya tentang hari mereka
Pulang sekolah atau pulang les, anak-anak lelah, dan otak mereka tidak dapat bekerja dengan baik dalam kondisi lelah. Itulah mengapa cara terbaik untuk membuat mereka terbuka kepada Anda tentang bagaimana hari mereka berlalu adalah dengan memberi mereka waktu sejenak untuk beristirahat, dan mereka pun akan mendatangi Anda dengan sendirinya.

Jika mereka tidak terbuka kepada Anda, Anda dapat mencoba mengajukan pertanyaan yang tepat tentang hari mereka, seperti, menanyakan apakah guru menyukai gambar mereka, atau siapa yang membuat mereka tertawa di sekolah. Cara lain untuk membuat mereka terlibat dalam percakapan dengan Anda adalah dengan memberi tahu mereka tentang hari Anda terlebih dahulu.

7. Anda menekan anak ketika mereka ingin mandiri
Adalah normal dan sehat bagi anak-anak untuk mencari lebih banyak kebebasan. Ketika ini terjadi, orangtua biasanya melihatnya sebagai kurangnya rasa hormat atau bahwa mereka kehilangan kendali atas anak-anak mereka, yang dapat menyebabkan Anda semakin menekan anak.

Dalam hal ini, alih-alih menetapkan aturan yang lebih ketat, biarkan anak Anda membuat beberapa aturan sendiri dan perhatikan bagaimana mereka mengelola tanggung jawab. Ketika anak Anda melihat bahwa Anda memercayai mereka, mereka mungkin akan menunjukkan sisi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab, yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. (Maria Mery Cristin)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bonding Lebih Erat, Ini 5 Tips Komunikasi Buat Ayah dan Anak

Bonding Lebih Erat, Ini 5 Tips Komunikasi Buat Ayah dan Anak

Lifestyle | Senin, 29 November 2021 | 15:54 WIB

Dua Anak Titi Kamal Hafal Asmaul Husna: Masya Allah Tabarakallah

Dua Anak Titi Kamal Hafal Asmaul Husna: Masya Allah Tabarakallah

Entertainment | Senin, 29 November 2021 | 12:17 WIB

Dear Parents, Ini 9 Hal yang Perlu Diajarkan Pada Anak Laki-laki Sejak Kecil

Dear Parents, Ini 9 Hal yang Perlu Diajarkan Pada Anak Laki-laki Sejak Kecil

Lifestyle | Senin, 29 November 2021 | 14:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×