Perempuan Pelopor Pertanian Organik dari Banggai, Sulawesi Tengah

Vania Rossa

Kamis, 16 Desember 2021 | 10:06 WIB
Perempuan Pelopor Pertanian Organik dari Banggai, Sulawesi Tengah
Indarti Winari, Perempuan Pelopor Pertanian Organik dari Banggai. (Dok)

Sukesih membudidayakan sayur-sayuran itu dengan bahan-bahan yang ada.

"Pupuk buatan Bapak (suami, Aklas, red) sendiri. Pestisida saya buat dari campuran sisa-sisa sampah organik seperti sayuran, daun bawang merah, daun bawang putih, lalu saya siramkan. Kalau di pakcoy ada ulat, saya kasih mati begitu saja," katanya. Saat ini tak banyak hama yang dihadapi di kebun. Hanya tersisa ulat bandel dalam jumlah sangat kecil dan mudah dimatikan.

Sukesih mengaku semula hanya memenuhi hobi mendukung pertanian organik sang suami. Pupuk organik tak hanya digunakan untuk menyuburkan padi di sawah, tapi juga sayur. Hasilnya, Sukesih merasakan hidupnya lebih sehat setelah mengonsumsi sayur organik. Ia tak lagi mudah terserang sakit kepala.

"Kalau dulu saya sering sakit kepala. Setelah saya tanam sendiri, alhamdulillah, sudah rasakan sendiri manfaatnya. Sekarang saya sudah jarang beli sayur di pasar. Kalau dulu sakit kepala saya hampir setiap hari dan saya minum Paracetamol," kata Sukesih.

Tak hanya memperoleh manfaat kesehatan, Sukesih juga memperoleh manfaat ekonomi. Sayur organiknya dicari banyak orang. Ada pemesan yang minta sayur itu diantar ke tempat mereka, dan ada yang datang sendiri. Para pemesan rata-rata kalangan rumah tangga dan pengelola kafe yang menjadikan sayurnya sebagai bahan campuran burger. Setiap bulan saat ramai pembeli, Sukesih bisa memperoleh tambahan uang paling sedikit Rp 3 juta.

Saat ini, pandemi membuat jumlah pembeli berkurang. "Kafe yang sekarang kan banyak yang lagi sepi juga. Tapi tidak apa-apa. Saya menanam terus, menyemai terus. Kalau tidak ada yang pakai, ya pakai sendiri saja," kata Sukesih.

Atma Agus Hermawan, Community Development Officer job tomori JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi, menyebut keberadaan perempuan dan para istri dalam mendukung pertanian ramah lingkungan sangat penting. Ia pernah menemui fakta bagaimana pasangan suami-istri petani bisa berbeda pendapat soal penerapan pertanian organik.

"Pertanian organik banyak tantangannya, termasuk dari keluarga sendiri," katanya.

Ada istri yang tidak mau menyapa suaminya karena tak setuju sang suami menerapkan pertanian organik. Si istri menilai pertanian organik berisiko mengurangi pendapatan dibandingkan pertanian konvensional yang lebih menjanjikan hasil panen lebih banyak.

baca juga

"Tapi kemudian si istri mendukung, karena akhirnya merasakan hasilnya. Apalagi harga beras organik jauh melebihi harga beras biasa," kata Atma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iklan Susu Gambarkan Perempuan Sebagai Sapi, Perusahaan Akhirnya Minta Maaf

Iklan Susu Gambarkan Perempuan Sebagai Sapi, Perusahaan Akhirnya Minta Maaf

Bekaci | Kamis, 16 Desember 2021 | 06:45 WIB

Naik Berlipat, Aduan Kekerasan Terhadap Perempuan Tembus 4.500 Kasus di Era Pandemi 2021

Naik Berlipat, Aduan Kekerasan Terhadap Perempuan Tembus 4.500 Kasus di Era Pandemi 2021

News | Senin, 13 Desember 2021 | 19:37 WIB

Kepemimpinan Diuji Selama COVID-19, Bagaimana dengan Jacinda Ardern?

Kepemimpinan Diuji Selama COVID-19, Bagaimana dengan Jacinda Ardern?

Your Say | Senin, 13 Desember 2021 | 16:29 WIB

Terkini

Sering Dianggap Remeh, Segini Mahalnya Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan

Sering Dianggap Remeh, Segini Mahalnya Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Pameran Tunggal Ibob Hariyatmoko Mewarnai Ruang di Rooftop PORTA by Ambarrukmo

Pameran Tunggal Ibob Hariyatmoko Mewarnai Ruang di Rooftop PORTA by Ambarrukmo

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Toko Emas Milik Influencer Mendadak Viral Usai Dugaan Manipulasi Kadar Karat

Toko Emas Milik Influencer Mendadak Viral Usai Dugaan Manipulasi Kadar Karat

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas

Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Foto Prabowo Hasil Editan AI Diunggah, Alasan Eva Chairunisa Bikin Publik Tambah Geram

Foto Prabowo Hasil Editan AI Diunggah, Alasan Eva Chairunisa Bikin Publik Tambah Geram

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:40 WIB

5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern

5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:36 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:27 WIB

×